Banyak hal yang harus dihindari oleh wanita saat hamil, tak terkecuali high heels. Sebelum mengandung buah hati, kamu mungkin hobi menggunakan jenis sepatu yang satu ini, Protecal Ladies. Namun saat tengah mengandung, menghindari penggunaan high heels bisa jadi pilihan terbaik. Meskipun tidak ada larangan bagi ibu hamil untuk memakai high heels, ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui dan perhatikan. Apa saja? Berikut informasinya!

 

  1. Kemungkinan terjatuh saat memakai high heels
    Meskipun sudah terbiasa menggunakan heels, kamu harus sadar akan kemungkinan terjatuh bila memakai high heels saat hamil. Kemungkinan ini bisa terjadi karena perubahan postur saat hamil akan mengubah titik tumpu. Perubahan ini biasanya terjadi pada tulang belakang dan dipengaruhi kondisi ibu hamil yang akan membawa beban di depan. Karena tumpuan berdirinya tidak sama, ibu hamil dapat hilang keseimbangan dan terjatuh.
  1. High heels membuat betis bumil mengencang dan mengakibatkan kram
    Berdasarkan informasi dari The Pregnancy Centre, high heels dapat membuat betis ibu hamil mengencang dalam waktu lama dan bisa mengakibatkan kram. Jika mengalami sakit punggung, itu adalah pertanda ibu hamil perlu mengganti alas kaki menggunakan sepatu flat atau tanpa tumit tinggi. Namun bila bumil memang sangat suka memakai high heels, sebaiknya tidak terus menerus mengenakan sepatu bertumit tinggi tersebut untuk menghindari kram.
  1. Munculnya rasa sakit di bagian bawah punggung
    Saat hamil, tubuh bumil sedang dalam masa memproduksi lebih banyak hormon yang bermanfaat agar bayi dapat lebih mudah turun ke pintu atas panggul. Kondisi ini berakibat pada mengendurnya ligamen dalam tubuh. Pengenduran ligamen dapat berakibat pada pinggul, panggul, dan sendi-sendi punggung yang menjadi lemah dan lebih mudah bergeser. Saat memakai high heels, postur tubuh bumil dapat berubah sehingga menjadi bertumpu pada area-area yang rentan tersebut.
  1. Anjuran high heels yang digunakan saat hamil
    Saat sedang mengandung buah hati, bumil bukannya dilarang memakai high heels. Sebenarnya, bumil justru dianjurkan memakai heels atau sepatu bertumit, namun dengan batasan tertentu. Selama hamil, bumil dianjurkan menggunakan sepatu dengan tinggi heels maksimal 3 cm. Tinggi tersebut diketahui bermanfaat untuk menggeser berat badan bumil sedikit lebih maju dari kaki sehingga dapat meringankan ketidaknyamanan beban kehamilan.

 

Protecal Ladies, itulah beberapa hal yang perlu bumil ketahui mengenai penggunaan high heels saat hamil. Semoga bermanfaat dan semoga bumil dan janin selalu sehat!

fact
28/12/2018

Selama masa kehamilan, ibu hamil membutuhkan asupan gizi yang mencukupi. Pola makan dan konsumsi berbagai suplemen hamil menjadi salah satu kunci bagi asupan gizi yang terpenuhi. Salah satu zat gizi yang memiliki peran penting bagi kesehatan ibu hamil dan janin adalah Kalsium.  Kalsium sangat perlu diperhatikan oleh ibu hamil sejak awal kehamilan. Kenapa ibu hamil perlu Kalsium? Berikut jawbannya!

 

  1. Bahan baku utama pembentukan tulang dan gigi janin
    Selama berada dalam kandungan, janin membutuhkan Kalsium sebagai bahan baku utama pembentukan tulang dan gigi. Oleh karena itu, Protecal Ladies diwajibkan untuk memenuhi kebutuhan Kalsium selama masa kehamilan. Tingkat kebutuhan harian Kalsium yang meningkat selama masa kehamilan bermanfaat bagi kesempurnaan tumbuh kembang janin. Selain itu, Kalsium juga bermanfaat mendukung pembentukan kekuatan saraf dan otot dalam tubuh janin.
  1. Bila asupan Kalsium kurang, Kalsium dalam tubuh ibu hamil akan diserap janin
    Mengingat Kalsium berperan penting dalam pembentukan organ tubuh janin, tubuh janin secara otomatis memiliki sistem yang akan menyerap Kalsium dalam tubuh ibu hamil jika asupan Kalsium yang didapatkannya kurang. Apabila hal ini berlangsung terus-menerus, maka ibu hamil berisiko mengalami keropos pada tulang dan gigi. Hal ini tentunya akan membuat ibu hamil kurang sehat dan mengancam keselamatan janin.
  1. Wanita memiliki kebutuhan Kalsium yang sudah cukup tinggi
    Bila dilihat berdasarkan angka kecukupan gizi 2013, kebutuhan Kalsium harian wanita Indonesia secara umum lebih tinggi dibanding pria. Kebutuhan ini akan semakin meningkat saat masa kehamilan. Kondisi inilah yang membuat kebutuhan Kalsium harian ibu hamil menjadi sangat tinggi, Protecal Ladies. Terutama bagi masa kehamilan trimester awal hingga akhir, ibu hamil membutuhkan tambahan 200 mg Kalsium setiap harinya.
  1. Membuat tulang ibu hamil menjadi lebih kuat
    Saat hamil, wanita memiliki kemampuan menyerap lebih banyak Kalsium dan memproduksi lebih banyak estrogen yang bermanfaat dalam menguatkan tulang. Kondisi ini pada akhirnya akan membuat tulang ibu hamil menjadi jauh lebih kuat. Kalsium sendiri mempunyai fungsi penting bagi otot ibu hamil terutama saat nantinya terjadi kontraksi. Asupan Kalsium yang mencukupi dapat membantu ibu hamil untuk bisa lebih relaks saat mengalami kontraksi.
  1. Mencegah kenaikan berat badan berlebih
    Ibu hamil memerlukan Kalsium sekitar 1.200 mg per hari atau setara dengan 3 gelas susu berukuran 200 ml. Selain itu, ibu hamil juga harus berkonsultasi dengan dokter mengenai sumber asupan Kalsium. Sebuah studi dari University of Tennessee menunjukkan bahwa mengkonsumsi Kalsium dari susu tanpa gula bermanfaat mencegah kenaikan berat badan berlebih saat hamil. Asupan Kalsium juga bisa ditambah dengan mengkonsumsi suplemen Kalsium.

 

Itulah beberapa alasan kenapa Kalsium sangat penting bagi ibu hamil, Protecal Ladies. Semoga bermanfaat!

fact
21/12/2018

Di masa pertumbuhannya, anak-anak membutuhkan asupan kalsium dalam jumlah banyak untuk mendukung kesehatan tulang dan giginya. Dengan memenuhi kebutuhan kalsium bagi anak, maka mereka dapat tumbuh tinggi dengan gigi yang lengkap dan kuat. Lebih lanjut, mineral kalsium berperan secara aktif dalam menjaga fungsi otot dan saraf sehingga sebagai orang tua wajib memenuhi kebutuhan asupan kalsium untuk anak.

  1. Meningkatkan kecerdasan anak
    Selain mengoptimalkan tinggi badan anak, dengan memenuhi asupan kalsium yang dibutuhkan anak setiap harinya, maka Anda juga berperan aktif dalam meningkatkan kecerdasan anak. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa kalsium juga turut membantu dalam menjaga fungsi otot dan sistem saraf anak. Dalam hal ini kalsium terlibat dalam mengantarkan sinyal-sinyal dari tulang belakang ke pusat sistem saraf di otak. Dengan kebutuhan asupan kalsium yang terpenuhi maka anak lebih cepat menangkap dan mencerna informasi yang didapatkan.

  2. Memperkuat daya tahan tubuh
    Protecal Ladies, pentingnya asupan kalsium untuk anak juga berpengaruh terhadap daya tahan tubuhnya. Tanpa disadari kalsium juga berperan dalam mengaktifkan enzim-enzim penghasil energi dalam tubuh. Dengan memenuhi asupan kalsium yang dibutuhkan, maka sistem daya tahan tubuh anak bekerja lebih baik sehingga dapat menangkal berbagai penyakit menular berbahaya.

  3. Menjaga sistem metabolisme
    Pembentukan hormon dan enzim yang dibutuhkan oleh sistem metabolisme tubuh juga dipengaruhi oleh kadar mineral kalsium. Jika jumlahnya tercukupi dengan baik, maka metabolisme di tubuh anak-anak juga bekerja secara optimal. Namun demikian, pastikan Anda juga memenuhi asupan nutrisi lainnya, sebab terlalu banyak menyimpan kalsium di dalam sistem metabolisme juga bisa mengakibatkan anak susah BAB.

 

Lalu Bagaimana Jika Kebutuhan Kalsium Tidak Terpenuhi?

Anak-anak yang kekurangan asupan kalsium cenderung lebih mudah terlihat lesu, lemah dan mudah berkeringat. Dalam kondisi yang parah anak-anak juga akan mengalami kram otot dan sulit tidur. Jika dibiarkan dalam jangka panjang maka anak-anak lebih berisiko terkena gangguan osteoporosis yang mengakibatkan tulang rapuh dan mudah patah. Bahkan, anak-anak yang tidak tercukupi kalsiumnya bisa terkena Rakitis, yaitu kelainan bentuk pada tulang akibat pelunakan sehingga anak menjadi bungkuk dan tidak mampu berjalan karena tulangnya rapuh.

 

Kira-kira Berapa Jumlah Ideal Kalsium Untuk Anak?

Setelah mempelajari pentingnya asupan kalsium untuk anak, Protecal Ladies juga wajib memahami jumlah ideal yang dibutuhkan anak-anak setiap harinya. Berdasarkan AKG Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2013, anak-anak di usia 0 – 6 bulan membutuhkan kalsium 200 mg, sementara usia 7 – 11 bulan sebesar 250 mg, 1 – 3 tahun 650 mg, dan 1.000 mg per hari untuk anak-anak di usia 4 tahun ke atas.

Sumber makanan terbaik yang bisa dikonsumsi anak-anak untuk memenuhi kebutuhan kalsium dalam tubuhnya bisa didapatkan dari susu, telur, kacang almond, serta sayuran hijau seperti bayam, brokoli, ataupun selada. Namun, Anda juga bisa menambahkan suplemen kalsium untuk memenuhi kebutuhan kalsium harian anak-anak. Salah satunya adalah Protecal yang sudah terbukti aman dikonsumsi harian untuk penuhi asupan kalsium untuk tulang.

 

Itulah tadi pentingnya asupan kalsium untuk anak yang perlu Anda pahami dengan baik. Untuk menjaga tulang tetap sehat kini dan nanti, pastikan Anda sudah memenuhi kebutuhan kalsium dalam tubuh dengan baik. Bila perlu minum Protecal Osteo yang tinggi Kalsium dan vitamin D yang mampu menjaga kepadatan tulang sehingga mencegah penyakit osteoporosis.

fact
14/12/2018

Protecal Ladies, penyakit tulang osteoporosis memang bisa dialami oleh siapa saja. Namun, beberapa orang di usia lanjut memiliki risiko lebih tinggi dan lebih cepat mengalami gangguan kepadatan tulang ini dibandingkan dengan mereka yang masih muda. Umumnya, osteoporosis ditandai dengan penurunan kualitas jaringan tulang yang menyebabkan berkurangnya massa tulang sehingga memicu tulang rapuh.

Selain diakibatkan karena kurang asupan kalsium, osteoporosis juga bisa muncul akibat 6 kebiasaan buruk yang tidak Anda sadari berikut ini.

 

Makan makanan asin secara berlebihan

Siapa sangka jika asupan garam berpengaruh besar terhadap risiko penurunan kepadatan tulang? Menurut dr. Frederick Singer, spesialis tulang dari Providence Saint John’s Health Center, Amerika Serikat, saat mengkonsumsi makanan asin secara berlebihan, maka natrium dalam darah meningkat sehingga tubuh melepaskan lebih banyak kalsium melalui urine. Dengan begitu, kebutuhan kalsium tulang tidak dapat dipenuhi secara optimal dan memicu risiko osteoporosis.

 

Kurang beraktivitas di luar ruangan

Setiap harinya selama 8 – 9 jam Anda banyak menghabiskan waktu untuk bekerja di dalam ruangan. Demikian pula ketika akhir pekan, Anda lebih memilih untuk beristirahat di rumah dibanding beraktivitas di luar ruangan. Padahal kebiasaan ini jika dibiarkan akan membuat tubuh kekurangan asupan vitamin D yang didapat dari sinar matahari. Perlu diketahui, vitamin D inilah yang membantu penyerapan kalsium dalam tulang sehingga wajib diperhatikan kadar pemenuhannya.

 

Diet protein

Belakangan tren diet protein kian populer terlebih bagi pria dan wanita yang ingin meningkatkan pembentukan massa otot. Sayangnya, diet protein justru akan membuat ginjal mengeluarkan lebih banyak kalsium melalui urine. Padahal kekurangan kalsium dalam tulang dapat mengakibatkan osteoporosis yang membuat tulang rapuh dan kehilangan kepadatannya.

 

Minum minuman bersoda dan beralkohol

Protecal ladies, minuman bersoda dan beralkohol jika dikonsumsi secara berlebihan akan menghambat penyerapan kalsium dalam tulang. Hal ini dikarenakan kandungan soda dan alkohol dapat mengurangi fungsi pankreas dan hati. Jika kondisi memburuk, maka minuman bersoda dan beralkohol juga mampu meningkatkan hormon kortisol dan menurunkan estrogen dan testosteron yang membuat tulang semakin rapuh.

 

Terlalu lama duduk di lantai

Orang yang menghabiskan waktu terlalu lama duduk di lantai ternyata berisiko tinggi terserang osteoporosis. Pasalnya, saat duduk di lantai sendi kaki sering kali tertekan dan menyebabkan beban tumpuan beralih pada tulang. Jika dilakukan dalam jangka panjang, maka tulang kaki menjadi lebih mudah kehilangan kepadatannya. Untuk itu, cobalah untuk duduk dengan posisi yang baik dan benar di atas kursi.

 

Merokok

Selain berbahaya untuk jantung dan paru-paru, rokok juga berdampak buruk bagi kesehatan tulang Anda. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh National Institute of Health Osteoporosis and Related Bone Diseases National Resource Center, perokok aktif memiliki kepadatan tulang jauh lebih rendah sehingga berisiko mengidap osteoporosis. Hal ini dipicu oleh radikal bebas yang dihasilkan oleh asap rokok yang meningkatkan produksi hormon kortisol di mana hormon ini justru melemahkan kepadatan tulang.

 

Untuk memenuhi asupan kalsium dalam tubuh, Anda bisa berinvestasi kalsium sejak dini dengan rutin mengkonsumsi Protecal Solid agar tulang lebih kuat kini dan nanti. Dikemas dalam wadah tube ataupun strip membuat Protecal Solid praktis dibawa bepergian ke mana saja dan kapan saja. Dengan begitu tak perlu lagi khawatir kekurangan asupan kalsium karena Protecal Solid aman dikonsumsi secara rutin.

tips
07/12/2018
The Latest Article

Banyak hal yang harus dihindari oleh wanita saat hamil, tak terkecuali high heels. Sebelum mengandung buah hati, kamu mungkin hobi menggunakan jenis sepatu yang satu ini, Protecal Ladies. Namun saat tengah mengandung, menghindari penggunaan high heels bisa jadi pilihan terbaik. Meskipun tidak ada larangan bagi ibu hamil untuk memakai high heels, ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui dan perhatikan. Apa saja? Berikut informasinya!

 

  1. Kemungkinan terjatuh saat memakai high heels
    Meskipun sudah terbiasa menggunakan heels, kamu harus sadar akan kemungkinan terjatuh bila memakai high heels saat hamil. Kemungkinan ini bisa terjadi karena perubahan postur saat hamil akan mengubah titik tumpu. Perubahan ini biasanya terjadi pada tulang belakang dan dipengaruhi kondisi ibu hamil yang akan membawa beban di depan. Karena tumpuan berdirinya tidak sama, ibu hamil dapat hilang keseimbangan dan terjatuh.
  1. High heels membuat betis bumil mengencang dan mengakibatkan kram
    Berdasarkan informasi dari The Pregnancy Centre, high heels dapat membuat betis ibu hamil mengencang dalam waktu lama dan bisa mengakibatkan kram. Jika mengalami sakit punggung, itu adalah pertanda ibu hamil perlu mengganti alas kaki menggunakan sepatu flat atau tanpa tumit tinggi. Namun bila bumil memang sangat suka memakai high heels, sebaiknya tidak terus menerus mengenakan sepatu bertumit tinggi tersebut untuk menghindari kram.
  1. Munculnya rasa sakit di bagian bawah punggung
    Saat hamil, tubuh bumil sedang dalam masa memproduksi lebih banyak hormon yang bermanfaat agar bayi dapat lebih mudah turun ke pintu atas panggul. Kondisi ini berakibat pada mengendurnya ligamen dalam tubuh. Pengenduran ligamen dapat berakibat pada pinggul, panggul, dan sendi-sendi punggung yang menjadi lemah dan lebih mudah bergeser. Saat memakai high heels, postur tubuh bumil dapat berubah sehingga menjadi bertumpu pada area-area yang rentan tersebut.
  1. Anjuran high heels yang digunakan saat hamil
    Saat sedang mengandung buah hati, bumil bukannya dilarang memakai high heels. Sebenarnya, bumil justru dianjurkan memakai heels atau sepatu bertumit, namun dengan batasan tertentu. Selama hamil, bumil dianjurkan menggunakan sepatu dengan tinggi heels maksimal 3 cm. Tinggi tersebut diketahui bermanfaat untuk menggeser berat badan bumil sedikit lebih maju dari kaki sehingga dapat meringankan ketidaknyamanan beban kehamilan.

 

Protecal Ladies, itulah beberapa hal yang perlu bumil ketahui mengenai penggunaan high heels saat hamil. Semoga bermanfaat dan semoga bumil dan janin selalu sehat!

fact
2018-12-28

Selama masa kehamilan, ibu hamil membutuhkan asupan gizi yang mencukupi. Pola makan dan konsumsi berbagai suplemen hamil menjadi salah satu kunci bagi asupan gizi yang terpenuhi. Salah satu zat gizi yang memiliki peran penting bagi kesehatan ibu hamil dan janin adalah Kalsium.  Kalsium sangat perlu diperhatikan oleh ibu hamil sejak awal kehamilan. Kenapa ibu hamil perlu Kalsium? Berikut jawbannya!

 

  1. Bahan baku utama pembentukan tulang dan gigi janin
    Selama berada dalam kandungan, janin membutuhkan Kalsium sebagai bahan baku utama pembentukan tulang dan gigi. Oleh karena itu, Protecal Ladies diwajibkan untuk memenuhi kebutuhan Kalsium selama masa kehamilan. Tingkat kebutuhan harian Kalsium yang meningkat selama masa kehamilan bermanfaat bagi kesempurnaan tumbuh kembang janin. Selain itu, Kalsium juga bermanfaat mendukung pembentukan kekuatan saraf dan otot dalam tubuh janin.
  1. Bila asupan Kalsium kurang, Kalsium dalam tubuh ibu hamil akan diserap janin
    Mengingat Kalsium berperan penting dalam pembentukan organ tubuh janin, tubuh janin secara otomatis memiliki sistem yang akan menyerap Kalsium dalam tubuh ibu hamil jika asupan Kalsium yang didapatkannya kurang. Apabila hal ini berlangsung terus-menerus, maka ibu hamil berisiko mengalami keropos pada tulang dan gigi. Hal ini tentunya akan membuat ibu hamil kurang sehat dan mengancam keselamatan janin.
  1. Wanita memiliki kebutuhan Kalsium yang sudah cukup tinggi
    Bila dilihat berdasarkan angka kecukupan gizi 2013, kebutuhan Kalsium harian wanita Indonesia secara umum lebih tinggi dibanding pria. Kebutuhan ini akan semakin meningkat saat masa kehamilan. Kondisi inilah yang membuat kebutuhan Kalsium harian ibu hamil menjadi sangat tinggi, Protecal Ladies. Terutama bagi masa kehamilan trimester awal hingga akhir, ibu hamil membutuhkan tambahan 200 mg Kalsium setiap harinya.
  1. Membuat tulang ibu hamil menjadi lebih kuat
    Saat hamil, wanita memiliki kemampuan menyerap lebih banyak Kalsium dan memproduksi lebih banyak estrogen yang bermanfaat dalam menguatkan tulang. Kondisi ini pada akhirnya akan membuat tulang ibu hamil menjadi jauh lebih kuat. Kalsium sendiri mempunyai fungsi penting bagi otot ibu hamil terutama saat nantinya terjadi kontraksi. Asupan Kalsium yang mencukupi dapat membantu ibu hamil untuk bisa lebih relaks saat mengalami kontraksi.
  1. Mencegah kenaikan berat badan berlebih
    Ibu hamil memerlukan Kalsium sekitar 1.200 mg per hari atau setara dengan 3 gelas susu berukuran 200 ml. Selain itu, ibu hamil juga harus berkonsultasi dengan dokter mengenai sumber asupan Kalsium. Sebuah studi dari University of Tennessee menunjukkan bahwa mengkonsumsi Kalsium dari susu tanpa gula bermanfaat mencegah kenaikan berat badan berlebih saat hamil. Asupan Kalsium juga bisa ditambah dengan mengkonsumsi suplemen Kalsium.

 

Itulah beberapa alasan kenapa Kalsium sangat penting bagi ibu hamil, Protecal Ladies. Semoga bermanfaat!

fact
2018-12-21

Di masa pertumbuhannya, anak-anak membutuhkan asupan kalsium dalam jumlah banyak untuk mendukung kesehatan tulang dan giginya. Dengan memenuhi kebutuhan kalsium bagi anak, maka mereka dapat tumbuh tinggi dengan gigi yang lengkap dan kuat. Lebih lanjut, mineral kalsium berperan secara aktif dalam menjaga fungsi otot dan saraf sehingga sebagai orang tua wajib memenuhi kebutuhan asupan kalsium untuk anak.

  1. Meningkatkan kecerdasan anak
    Selain mengoptimalkan tinggi badan anak, dengan memenuhi asupan kalsium yang dibutuhkan anak setiap harinya, maka Anda juga berperan aktif dalam meningkatkan kecerdasan anak. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa kalsium juga turut membantu dalam menjaga fungsi otot dan sistem saraf anak. Dalam hal ini kalsium terlibat dalam mengantarkan sinyal-sinyal dari tulang belakang ke pusat sistem saraf di otak. Dengan kebutuhan asupan kalsium yang terpenuhi maka anak lebih cepat menangkap dan mencerna informasi yang didapatkan.

  2. Memperkuat daya tahan tubuh
    Protecal Ladies, pentingnya asupan kalsium untuk anak juga berpengaruh terhadap daya tahan tubuhnya. Tanpa disadari kalsium juga berperan dalam mengaktifkan enzim-enzim penghasil energi dalam tubuh. Dengan memenuhi asupan kalsium yang dibutuhkan, maka sistem daya tahan tubuh anak bekerja lebih baik sehingga dapat menangkal berbagai penyakit menular berbahaya.

  3. Menjaga sistem metabolisme
    Pembentukan hormon dan enzim yang dibutuhkan oleh sistem metabolisme tubuh juga dipengaruhi oleh kadar mineral kalsium. Jika jumlahnya tercukupi dengan baik, maka metabolisme di tubuh anak-anak juga bekerja secara optimal. Namun demikian, pastikan Anda juga memenuhi asupan nutrisi lainnya, sebab terlalu banyak menyimpan kalsium di dalam sistem metabolisme juga bisa mengakibatkan anak susah BAB.

 

Lalu Bagaimana Jika Kebutuhan Kalsium Tidak Terpenuhi?

Anak-anak yang kekurangan asupan kalsium cenderung lebih mudah terlihat lesu, lemah dan mudah berkeringat. Dalam kondisi yang parah anak-anak juga akan mengalami kram otot dan sulit tidur. Jika dibiarkan dalam jangka panjang maka anak-anak lebih berisiko terkena gangguan osteoporosis yang mengakibatkan tulang rapuh dan mudah patah. Bahkan, anak-anak yang tidak tercukupi kalsiumnya bisa terkena Rakitis, yaitu kelainan bentuk pada tulang akibat pelunakan sehingga anak menjadi bungkuk dan tidak mampu berjalan karena tulangnya rapuh.

 

Kira-kira Berapa Jumlah Ideal Kalsium Untuk Anak?

Setelah mempelajari pentingnya asupan kalsium untuk anak, Protecal Ladies juga wajib memahami jumlah ideal yang dibutuhkan anak-anak setiap harinya. Berdasarkan AKG Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2013, anak-anak di usia 0 – 6 bulan membutuhkan kalsium 200 mg, sementara usia 7 – 11 bulan sebesar 250 mg, 1 – 3 tahun 650 mg, dan 1.000 mg per hari untuk anak-anak di usia 4 tahun ke atas.

Sumber makanan terbaik yang bisa dikonsumsi anak-anak untuk memenuhi kebutuhan kalsium dalam tubuhnya bisa didapatkan dari susu, telur, kacang almond, serta sayuran hijau seperti bayam, brokoli, ataupun selada. Namun, Anda juga bisa menambahkan suplemen kalsium untuk memenuhi kebutuhan kalsium harian anak-anak. Salah satunya adalah Protecal yang sudah terbukti aman dikonsumsi harian untuk penuhi asupan kalsium untuk tulang.

 

Itulah tadi pentingnya asupan kalsium untuk anak yang perlu Anda pahami dengan baik. Untuk menjaga tulang tetap sehat kini dan nanti, pastikan Anda sudah memenuhi kebutuhan kalsium dalam tubuh dengan baik. Bila perlu minum Protecal Osteo yang tinggi Kalsium dan vitamin D yang mampu menjaga kepadatan tulang sehingga mencegah penyakit osteoporosis.

fact
2018-12-14