Sepatu Hak Tinggi, Seberapa Bahayakah?

Sepatu hak tinggi saat ini memang menjadi primadona para perempuan. Perempuan kerap memakainya di berbagai aktivitas seperti ke kantor, pesta, jalan-jalan, dan lainnya. Tapi tahukah Protecal Ladies bahwa dalam jangka panjang, sepatu berhak tinggi dapat menimbulkan banyak risiko? Yuk, kenali risiko apa saja yang bisa terjadi jika Anda terlalu sering memakai sepatu hak tinggi.

 

Perubahan jari kaki

Sepatu hak tinggi dapat menyebabkan tekanan secara terus menerus pada telapak kaki bagian depan. Terutama bila ujung sepatu lancip dan ukuran terlalu kecil sehingga dapat menyebabkan kelainan bentuk kaki, di antaranya hammer toes atau kondisi tiga jari kaki paling tengah jadi bengkok. Kondisi ini terjadi ketika ujung jari kaki dipaksa turun oleh sepatu hak dan mengakibatkan deformitas.

Risiko lainnya adalah bunion atau benjolan tulang pada sendi di pangkal jempol kaki. Pertumbuhan tulang yang disebabkan oleh bunion dapat menimbulkan rasa nyeri dan jempol kaki bengkok.

 

Perubahan postur tubuh

Menggunakan sepatu hak tinggi akan mengharuskan Protecal Ladies untuk menyesuaikan postur tubuh demi menjaga keseimbangan. Kaki akan menumpu tambahan beban tubuh sebesar 20% sehingga otot-otot pinggul dan lutut harus bekerja lebih keras. Lutut akan mendapat tekanan lebih besar dan dalam jangka panjang akan menimbulkan perubahan postur tubuh yang berujung pada munculnya berbagai gangguan tubuh.

 

Fraktur halus

Sepatu dengan hak tinggi bisa menekan tulang telapak, jari-jari kaki, dan saraf-saraf di area sekelilingnya. Hal ini dapat menyebabkan fraktur halus atau keretakan. Tekanan berlebihan pada telapak kaki bagian depan dapat menyebabkan rasa sakit akut dan keretakan pada tulang kaki (metatarsalgia). Selain itu, stiletto atau hak tinggi dengan ujung lancip juga berisiko tinggi membuat Protecal Ladies keseleo dan jatuh.

 

Peradangan sendi dan tendon

Tekanan pada lutut karena sepatu hak tinggi dapat memicu osteoarthritis. Hal ini lantaran gesekan ujung tulang penyusun sendi mengakibatkan peradangan dan rasa nyeri.  Selain osteoarthritis, pemakaian sepatu hak juga dapat menimbulkan peradangan pada tendon. Kondisi ini bisa terjadi akibat peradangan pada tendon Achilles atau jaringan ikat yang menghubungkan otot betis di kaki bawah bagian belakang ke tulang tumit.

Penyakit ini disebut Achilles tendinitis yang menyebabkan nyeri dan bengkak pada tumit ketika berjalan. Jika hal ini terjadi terus menerus, maka tendon Achilles akan robek dan dapat membuat Anda tidak bisa berjalan.

 

Melihat banyaknya risiko yang ditimbulkan oleh sepatu hak tinggi, ada baiknya bila kebiasaan tersebut dikurangi. Bukan berarti Protecal Ladies harus berhenti memakai sepatu hak tinggi secara total. Namun, bisa dengan memilih sepatu yang haknya sekitar 2-4 cm saja, selingi penggunaan sepatu hak dengan flat shoes, dan juga hindari memilih ujung sepatu hak yang terlalu lancip.