Air Mineral dan Air Suling, Mana yang Baik untuk Kesehatan?

Secara ilmiah, 80% tubuh manusia terdiri dari cairan. Hal inilah yang menyebabkan konsumsi air harus selalu diperhatikan dengan baik. Setidaknya Anda wajib mengonsumsi air minum sebanyak delapan gelas per hari. Jumlah ini adalah saran minimal untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Di Indonesia, air minum sendiri memiliki beragam jenis. Namun demikian, yang paling sering dikonsumsi adalah jenis air mineral dan air suling. Kira-kira manakah yang lebih baik untuk kesehatan?

 

Mengenal sumber air berasal

Untuk menentukan mana air minum yang lebih baik bagi kesehatan, Anda dapat melakukan pengamatan terkait dari mana air tesebut berasal. Dalam hal ini, air mineral umumnya diambil dari sumber mata air pegunungan yang diperkaya dengan kandungan mineral. Sebaliknya, air suling didapat dari proses perebusan air untuk menghasilkan uap untuk kemudian diambil embunnya dan disimpan dalam wadah bersih.

 

Memahami kandungan yang terdapat dalam air minum

Masing-masing jenis air minum memiliki kelebihan yang baik untuk tubuh. Diketahui air mineral mengandung magnesium dan kalsium empat kali lebih banyak jika dibandingkan dengan air suling. Kandungan zat magnesium berperan untuk mencegah penyakit jantung dan gangguan saraf, sementara kalsium dapat membentuk dan menjaga kesehatan tulang. Sebaliknya, pada air suling, kandungan mineral dan elektrolit ikut terbuang bersama kuman selama proses perebusan.

Air suling atau yang juga disebut sebagai air murni ini tidak disarankan untuk dikonsumsi jangka panjang. Merujuk pada hasil penelitian WHO, mengonsumsi air yang tidak mengandung mineral justru meningkatkan risiko osteoporosis, hipertensi, dan serangan jantung. Hilangnya elektrolit dalam air juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh.

 

Penggunaan air mineral dan air suling

Sejauh ini, air mineral lebih banyak dikonsumsi sebagai air minum harian. Sementara air suling justru lebih difungsikan untuk air aki dan air dalam setrika uap, sebab tidak mengandung mineral yang dapat merusak mesin. Karena dianggap begitu murni, air suling kerap digunakan pada berbagai fasilitas medis atau laboratorium. Meskipun demikian, pada beberapa kasus orang lebih memilih untuk mengonsumsi air suling karena bebas kontaminan.

 

Jawaban tentang mana yang lebih baik untuk kesehatan sebenarnya bergantung pada kebutuhan tubuh Anda. Namun, sekali lagi disarankan untuk tidak mengonsumsi air suling dalam jangka panjang karena memiliki efek samping untuk kesehatan tubuh. Tanpa mineral, air suling justru meningkatkan risiko osteoporosis dan gangguan kesehatan lainnya.

Sebagai langkah pencegahan, Anda dapat menambahkan PROTECAL SOLID ke dalam air minum. Kandungan kalsium yang cukup tinggi dari PROTECAL membantu memperkuat tulang dalam kurun waktu yang panjang. Tenang saja, suplemen ini bebas gula sehingga aman untuk dikonsumsi secara rutin karena tidak memicu diabetes dan kenaikan berat badan.