Jangan Berdiri Terlalu Lama, Bisa Berisiko pada Kesehatan

Protecal Ladies pasti sudah tahu bahwa duduk terlalu lama tidak baik untuk kesehatan tubuh. Dilansir dari Kompas.com, organisasi kesehatan dunia (WHO) bahkan menyebutkan bahwa terlalu lama duduk menjadi penyebab kematian keempat setelah tekanan darah tinggi, merokok, dan gula darah tinggi. Pasalnya, saat duduk, aktivitas pembakaran kalori akan menurun. Hal inilah yang bisa berdampak kurang baik pada kesehatan Anda.

Lantas, apakah ini artinya Anda harus lebih sering berdiri? Nyatanya tidak juga, terlalu lama berdiri pun juga bisa berisiko pada kesehatan. Bagi yang profesi atau aktivitas sehari-harinya mengharuskan untuk berdiri dalam waktu lama, misalnya koki atau teller bank, Anda perlu waspada akan berbagai risiko.

 

Varises pada kaki

Saat berdiri, secara otomatis kaki akan menjadi tumpuan utama tubuh Anda. Jika dilakukan dalam waktu lama, darah akan berkumpul pada pembuluh darah di area kaki. Bayangkan apabila hal ini terjadi setiap hari. Pembuluh darah pada kaki kemungkinan akan melebar sehingga terjadilah varises kaki. Salah satu tanda utamanya adalah pembuluh darah yang terlihat menonjol dan bentuknya keriting. Biasanya, munculnya varises kaki ini kebanyakan terjadi di area paha bagian belakang.

 

Terjadi penguncian sendi

Tidak hanya pembuluh darah yang akan terkena risiko jika Protecal Ladies berdiri dalam waktu terlalu lama. Sendi juga akan merasakan dampaknya. Saat tubuh terus berdiri dalam waktu lama, akan terjadi tekanan yang kuat secara terus menerus di bagian sendi, terutama pada sendi panggul dan lutut.

Apabila terus dibiarkan, hal ini bisa menurunkan produksi pelumas sendi yang bertugas mempermudah gerakan sendi. Alhasil, terjadilah penguncian sendi sehingga Anda susah bergerak. Gejala penguncian sendi yang paling umum adalah terasa nyeri sendi dan nyeri panggul.

 

Risiko penyakit jantung

Seperti yang disebutkan sebelumnya, berdiri terlalu lama menyebabkan darah terkumpul pada pembuluh darah di area kaki. Di samping itu, saat darah akan mengalir lagi dari kaki ke jantung, alirannya akan mengalami gangguan akibat gravitasi. Risiko arteriosklerosis pun tak dapat dihindari, atau disebut pula dengan plak pada pembuluh darah jantung. Apabila plak ini lepas, aliran darah ke jantung pun akan mengalami gangguan sehingga rentan terjadi penyakit atau serangan jantung.

 

Kelelahan otot jangka panjang

Otot yang terasa lelah saat bekerja memang wajar terjadi. Namun, jika kondisi ini terjadi terus-menerus dan aktivitas Anda menuntut untuk berdiri lama, sebaiknya Anda waspada. Dilansir dari Beritagar.id, sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Human Factors menunjukkan bahwa berdiri terlalu lama memang bisa menyebabkan kelelahan otot jangka panjang.

Maria Gabriela Garcia, sang penulis, mengukur kelelahan otot dengan sistem rangsangan listrik yang menyebabkan otot berkedut. Garcia pun mengukur kekuatan kedutan otot. Hasilnya menunjukkan bahwa ketika melakukan jeda reguler, responden merasa lelah dalam jangka panjang setelah melakukan simulasi lima jam kerja dengan berdiri.

 

Mulai sekarang, jangan sepelekan aktivitas berdiri dalam waktu lama, ya. Bukan berarti Anda harus berhenti bekerja atau beraktivitas. Cobalah kombinasikan aktivitas berdiri dengan duduk dan berjalan kaki agar sirkulasi darah tetap lancar dan kesehatan tubuh terjaga.

Selain itu, imbangi pula dengan nutrisi melalui konsumsi Protecal Solid yang kandungan vitamin C dan kalsiumnya mampu menjaga kesehatan tulang Anda. Protecal Solid aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan anak-anak!