Mengapa Bayi Perlu Menggunakan Helm Terapi?

Belakangan, terlihat beberapa orang tua mengunggah foto anaknya menggunakan helm di kepalanya. Akhir December lalu, salah satu artis Hollywood melakukan hal yang sama. Bayinya yang masih berusia 5 bulan menggunakan helm ini pula. Namun yang dikenakan bukan helm skateboard maupun helm sepeda. Lalu helm apakah yang digunakan bayi-bayi ini?

Diketahui, ini adalah sebuah helm terapi untuk bayi berusia sangat muda agar kepala mereka mempunyai bentuk yang normal. Kepala orang dewasa sudah terbentuk dan keras, sedangkan kepala bayi masih lunak dan bisa terus berkembang. Kepala yang lunak ternyata membantu bayi keluar dari kandungan ibu ketika dilahirkan, dan seiring berjalannya waktu tempurung kepala akan lebih kuat dan keras. Beberapa akan terbentuk bulat sempurna, sayangnya ada juga yang tidak.

Kondisi apakah ini?

 

Plagiocephaly

Plagiocephaly atau sering disebut dengan ‘kepala peyang’ yang disebabkan karena bayi sering tidur di posisi yang sama, yang membuat kepala bayi terbentuk datar di bagian tertentu, tergantung dari posisi tidur si bayi. Plagiocephaly tidak menyakitkan buat bayi, namun ketika bayi tumbuh dewasa, bentuk kepala akan susah untuk dibuat sempurna kembali. Dalam kehidupan sehari-hari, dokter menyarankan kepada orangtua untuk rajin mengganti posisi tidur bayi. Dan kalaupun harus menggunakan helm terapi, usia yang paling tepat adalah dimulai dari 6-8 bulan.

 

Craniosynostosis

Craniosynostosis adalah kondisi dimana kepala bayi mengeras dan terbentuk di umur yang masih muda. Hal ini disebabkan oleh faktor genetik. Gejala dari craniosynostosis adalah sebagai berikut:

  • Bentuk kepala yang tidak seimbang
  • Fontanel (perekat tempurung bayi) yang tidak seimbang
  • Bentuk ukuran kepala yang tidak normal
  • Sakit kepala
  • Mata menjadi lebar
  • Kesulitan dalam proses belajar hal baru
  • Kehilangan penglihatan

 

Terapi helm ini mengharuskan bayi menggunakan helm selama 23 jam per hari. Dan dianjurkan untuk memulai terapi ini ketika tempurung kepala belum terbentuk dan mengeras. Jangka waktu penggunaan helm bisa memakan waktu 3 bulan atau lebih, tergantung dari permasalahan yang ada. Selama terapi ini, bayi juga disarankan untuk rajin dibawa kontrol ke dokter agar helm bisa diatur sesuai dengan perkembangan bayi. 

Banyak yang menganggap terapi ini akan menyusahkan bayi untuk beraktivitas. Ataupun bisa menyebabkan ketidaknyamaan terhadap kulit kepala. Tapi perlu diingat lagi, helm ini adalah bukan helm olahraga pada umumnya. Mereka menggunakan bahan yang berbeda dari helm pada umumnya.

Pada kesimpulannya, kita bisa mencegah bentuk kepala bayi menjadi ‘peyang’ dengan secara rajin mengubah posisi tidur bayi. Namun, jika usaha tersebut sudah dilakukan namun tidak berhasil, ada baiknya kita segera menemui dokter untuk diagnosis lebih lanjut. Terkadang kondisi genetik bisa saja terjadi tanpa kita sadari lebih awal.