Tumbuh kembang anak tidak hanya bisa diukur dari kecerdasan motoriknya, tetapi juga kesehatan dan kebugaran tubuhnya. Salah satu faktor yang mempengaruhi hal tersebut adalah kondisi tulang. Sayangnya, hal ini cenderung diabaikan karena sifat penyakitnya yang bisa saja “tidak terlihat” jika dibandingkan dengan jenis penyakit lain seperti flu atau demam. Padahal ada sejumlah risiko penyakit tulang pada anak yang perlu Anda waspadai. Berikut penjelasannya.

 

Lordosis dan skoliosis

Risiko penyakit tulang lordosis dan skoliosis lebih rentan terjadi pada anak yang sering memanggul tas dengan beban terlalu berat. Lordosis adalah kondisi di mana tulang melengkung ke belakang, sedangkan scoliosis terjadi ketika tulang melengkung ke samping.

Di lansir dari era.id, penelitian yang dilakukan American Academy of Orthopedic menunjukkan bahwa anak-anak usia 11-13 tahun paling rentan mengalami gangguan tulang punggung. Idealnya, beban yang boleh dipikul seorang anak adalah 10%-15% dari total bobot tubuhnya. Misalnya, jika anak Anda memiliki bobot 35 kg, maka ia hanya boleh memikul beban sebesar 3,5-5,25 kg.

Saat anak memanggul tas punggung dengan beban terlalu berat, tubuh anak akan tertarik ke belakang. Demi menyeimbangkan hal tersebut, biasanya anak akan melengkungkan punggung atau membungkukkan badannya. Kondisi inilah yang bisa berpotensi mengganggu pertumbuhan tulang belakang hingga menimbulkan nyeri punggung, leher, atau bahu.

 

Kaki Bengkok

Kondisi kaki bengkok berbentuk O atau X sebetulnya merupakan hal yang wajar terjadi. Untuk kondisi kaki O, biasanya terjadi pada anak usia di bawah dua tahun. Hal ini normal karena merupakan salah satu proses dari perkembangan tulangnya. Memasuki usia delapan belas bulan, sudut lutut biasanya memuncak dan akan kembali ke bentuk normal secara bertahap seiring dengan pertumbuhan anak.

Sama seperti kaki O, kaki X juga merupakan kondisi yang biasanya dialami beberapa anak sebagai salah satu proses pertumbuhan. Seiring anak yang semakin besar, kondisi kakinya akan kembali normal dengan sendirinya. Anda perlu waspada apabila kondisi kaki O atau kaki X ini tidak berubah saat anak sudah mencapai usia lebih dari dua tahun. Segera konsultasikan ke dokter untuk mendapat penanganan tepat.

 

Fraktur

Protecal Ladies, anak Anda termasuk anak yang sangat aktif? Anda wajib mengawasinya agar risiko cedera bisa diminimalisir. Pasalnya, cedera saat bermain juga bisa memicu terjadinya fraktur atau kondisi tulang yang retak. Bisa saja terjadi saat anak terjatuh atau terbentur benda keras.

Meski memang risiko penyakitnya tidak terlihat, Anda tetap perlu waspada agar tahu penanganan yang tepat. Beberapa orang tua biasanya memutuskan untuk memijat anak saat anak terjatuh atau cedera. Padahal, sebaiknya Anda memastikan terlebih dulu apakah memang benar tidak ada tulang yang patah. Caranya dengan rontgen di rumah sakit.

Masalahnya, jika tetap bersikukuh dipijat atau diurut, tulang anak yang awalnya mungkin baru retak, bisa-bisa malah patah. Akan lebih bahaya lagi jika ternyata anak mengalami patah tulang dan Anda tidak mengetahuinya. Umumnya, gejala patah tulang adalah terjadinya pembengkakan, nyeri ketika bagian tertentu ditekan atau digerakkan, hingga kulit di atas tulang patah yang terlihat kemerahan.

 

Tumbuh kembang anak bisa berjalan optimal apabila ia memiliki tulang yang kuat dan sehat. Mengetahui berbagai risiko penyakit tulang memungkinkan Anda untuk lebih waspada dalam menjaga anak. Sebagai langkah pencegahan, Anda juga bisa mengajak anak untuk mengkonsumsi Protecal Solid dengan kandungan vitamin C dan kalsium yang tentunya bagus untuk tumbuh kembang anak Anda.

fact
03/12/2018

Protecal Ladies pasti sudah tahu bahwa duduk terlalu lama tidak baik untuk kesehatan tubuh. Dilansir dari Kompas.com, organisasi kesehatan dunia (WHO) bahkan menyebutkan bahwa terlalu lama duduk menjadi penyebab kematian keempat setelah tekanan darah tinggi, merokok, dan gula darah tinggi. Pasalnya, saat duduk, aktivitas pembakaran kalori akan menurun. Hal inilah yang bisa berdampak kurang baik pada kesehatan Anda.

Lantas, apakah ini artinya Anda harus lebih sering berdiri? Nyatanya tidak juga, terlalu lama berdiri pun juga bisa berisiko pada kesehatan. Bagi yang profesi atau aktivitas sehari-harinya mengharuskan untuk berdiri dalam waktu lama, misalnya koki atau teller bank, Anda perlu waspada akan berbagai risiko.

 

Varises pada kaki

Saat berdiri, secara otomatis kaki akan menjadi tumpuan utama tubuh Anda. Jika dilakukan dalam waktu lama, darah akan berkumpul pada pembuluh darah di area kaki. Bayangkan apabila hal ini terjadi setiap hari. Pembuluh darah pada kaki kemungkinan akan melebar sehingga terjadilah varises kaki. Salah satu tanda utamanya adalah pembuluh darah yang terlihat menonjol dan bentuknya keriting. Biasanya, munculnya varises kaki ini kebanyakan terjadi di area paha bagian belakang.

 

Terjadi penguncian sendi

Tidak hanya pembuluh darah yang akan terkena risiko jika Protecal Ladies berdiri dalam waktu terlalu lama. Sendi juga akan merasakan dampaknya. Saat tubuh terus berdiri dalam waktu lama, akan terjadi tekanan yang kuat secara terus menerus di bagian sendi, terutama pada sendi panggul dan lutut.

Apabila terus dibiarkan, hal ini bisa menurunkan produksi pelumas sendi yang bertugas mempermudah gerakan sendi. Alhasil, terjadilah penguncian sendi sehingga Anda susah bergerak. Gejala penguncian sendi yang paling umum adalah terasa nyeri sendi dan nyeri panggul.

 

Risiko penyakit jantung

Seperti yang disebutkan sebelumnya, berdiri terlalu lama menyebabkan darah terkumpul pada pembuluh darah di area kaki. Di samping itu, saat darah akan mengalir lagi dari kaki ke jantung, alirannya akan mengalami gangguan akibat gravitasi. Risiko arteriosklerosis pun tak dapat dihindari, atau disebut pula dengan plak pada pembuluh darah jantung. Apabila plak ini lepas, aliran darah ke jantung pun akan mengalami gangguan sehingga rentan terjadi penyakit atau serangan jantung.

 

Kelelahan otot jangka panjang

Otot yang terasa lelah saat bekerja memang wajar terjadi. Namun, jika kondisi ini terjadi terus-menerus dan aktivitas Anda menuntut untuk berdiri lama, sebaiknya Anda waspada. Dilansir dari Beritagar.id, sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Human Factors menunjukkan bahwa berdiri terlalu lama memang bisa menyebabkan kelelahan otot jangka panjang.

Maria Gabriela Garcia, sang penulis, mengukur kelelahan otot dengan sistem rangsangan listrik yang menyebabkan otot berkedut. Garcia pun mengukur kekuatan kedutan otot. Hasilnya menunjukkan bahwa ketika melakukan jeda reguler, responden merasa lelah dalam jangka panjang setelah melakukan simulasi lima jam kerja dengan berdiri.

 

Mulai sekarang, jangan sepelekan aktivitas berdiri dalam waktu lama, ya. Bukan berarti Anda harus berhenti bekerja atau beraktivitas. Cobalah kombinasikan aktivitas berdiri dengan duduk dan berjalan kaki agar sirkulasi darah tetap lancar dan kesehatan tubuh terjaga.

Selain itu, imbangi pula dengan nutrisi melalui konsumsi Protecal Solid yang kandungan vitamin C dan kalsiumnya mampu menjaga kesehatan tulang Anda. Protecal Solid aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan anak-anak!

fact
27/11/2018

Apakah Anda sering duduk terlalu lama? Hal ini mungkin dirasakan oleh para pekerja yang menghabiskan waktu di depan meja dan komputer. Terlalu lama duduk ternyata memiliki dampak yang tidak dapat dianggap remeh. Salah satunya adalah sakit pinggang yang jika dibiarkan dapat menyebabkan cedera pada otot ligamen dan tulang belakang. Untuk mengatasinya, Anda dapat melakukan lima cara mudah berikut ini.

 

Ubah Posisi Duduk

Langkah pertama yang dapat Anda lakukan adalah mengubah posisi duduk. Hal ini bisa dilakukan setiap satu jam sekali. Selain itu Anda bisa melakukan gerakan kecil seperti berdiri, melemaskan otot badan dan peregangan. Untuk relaksasi sebaiknya dilakukan selama lima menit. Gerakan tersebut berguna untuk meregangkan kembali otot-otot pinggang yang kaku setelah Anda duduk lama.

Penting juga untuk memilih kursi yang tepat agar duduk semakin nyaman. Untuk itu, sesuaikan posisi kursi senyaman mungkin. Posisi yang tidak tepat dapat mengganggu tidak hanya masalah punggung saja tapi juga berdampak pada pinggang Anda.

 

Olahraga Teratur

Olahraga juga cukup ampuh mengurangi sakit pinggang karena terlalu lama duduk. Salah satu jenis olahraga yang dapat Anda lakukan di rumah antara lain yoga. Teknik dalam latihan yoga mampu melatih kelenturan dan kekuatan otot tubuh. Selain yoga Anda juga bisa melakukan gerakan pilates, gerakan ini menurut Journal of Orthopedic & Sports Physical Therapy mampu mengurangi sakit punggung bagian bawah.

Olahraga ringan lainnya adalah dengan berjalan-jalan selama 30-40 menit setiap hari dalam lima kali seminggu. Berenang juga mampu mengurangi sakit pinggang dan membentuk kekuatan otot bagian bawah. Lakukan secara rutin 1-2 kali dalam seminggu untuk hasil yang lebih baik.

 

Minum Air Putih

Cara mudah dan murah berikutnya mengurangi sakit pinggang adalah dengan perbanyak minum air putih. Maka dari itu sebaiknya minumlah air putih dengan jumlah yang cukup. Para ahli kesehatan menyarankan untuk mengkonsumsi air putih sebanyak dua liter setiap harinya. Atau jika diukur menggunakan gelas, maka sebaiknya minumlah air putih sebanyak 8-10 gelas sehari.

Apabila Anda dalam posisi duduk terlalu lama dan kurang minum air putih sesuai jumlah yang dianjurkan, bukan tidak mungkin sakit pinggang dapat bertambah parah. Selain itu, dapat menyebabkan penyakit lainnya seperti batu ginjal. Penyakit batu ginjal ini terjadi karena kandungan kalsium yang berlebihan.

 

Perhatikan Berat Badan dan Beban Punggung

Jangan sepelekan berat badan Anda, sebaiknya lakukan pengecekan secara teratur. Pertahankan berat badan dalam batas normal. Jika berat badan Anda melebihi batas akan membuat beban punggung semakin berat. Hal ini dikarenakan berat badan ini akan menjepit dan menekan saraf tepi yang keluar dari saraf utama dan tulang belakang.

Beban yang di punggung tidak hanya disebabkan oleh bertambahnya berat badan saja. Namun dapat terjadi ketika Anda mengangkat sesuatu yang terlalu berat. Apalagi jika dilakukan dalam posisi membungkuk. Inilah yang membuat otot punggung dan pinggang terasa terbebani.

 

Penuhi Asupan Nutrisi

Terakhir, sebagai pelengkap adalah penuhi asupan nutrisi untuk tulang terutama asupan kalsium. Karena kalsium diperlukan oleh tubuh untuk memperkuat struktur tulang.  Selain buah dan sayuran, asupan kalsium dalam tubuh makin maksimal dengan mengkonsumsi suplemen yang dibuat khusus untuk kesehatan tulang.

 

Jadi, mulai sekarang Protecal Ladies jaga kondisi dan kesehatan tulang dengan berolahraga dan asupan nutrisi yang cukup.

tips
23/11/2018

Protecal Ladies, setiap kehamilan memiliki gejala yang berbeda-beda antara satu ibu hamil dengan ibu hamil lainnya. Namun, sebagian besar ibu hamil akan merasakan demam dan nyeri tulang selama masa kehamilan terutama ketika memasuki trimester akhir. Untuk itu, asupan nutrisi terutama kalsium yang dibutuhkan ibu hamil lebih besar. Jika tidak terpenuhi dengan baik, maka janin akan mengambil asupan nutrisi langsung dari ibu sehingga menyebabkan perubahan metabolisme tubuh ibu dan berkurangnya kepadatan tulang selama hamil.

 

Menurunkan demam saat hamil tanpa obat-obatan

Demam mungkin menjadi salah satu masalah sepele yang harus dihadapi oleh ibu hamil. Akan tetapi, mengkonsumsi obat demam selama masa kehamilan harus berdasarkan resep dan anjuran dokter. Umumnya, dokter kandungan hanya menganjurkan penggunaan Paracetamol dan Ibuprofen sebagai obat pereda demam dengan ketentuan-ketentuan khusus.

Nah, apabila kondisi kehamilan Anda tidak memungkinkan untuk mengkonsumsi obat penurun demam maka ada cara-cara lain yang dapat dilakukan. Pertama, pastikan untuk tetap berada di dalam ruangan dengan udara sejuk agar suhu tubuh dapat menurun. Kedua, perbanyak minum air putih agar tubuh tidak mengalami dehidrasi. Ketiga, mandi dengan air hangat sehingga panas tubuh dapat menguap dan secara otomatis demam ikut menurun.

 

Ketahui kebutuhan asupan kalsium saat hamil

Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG), ibu hamil dan menyusui membutuhkan asupan kalsium sekitar 1.200 – 1.300 mg/hari. Jumlah tersebut tentu dua kali lipat lebih banyak daripada asupan nutrisi yang dibutuhkan sebelum memasuki kehamilan. Tak heran apabila ibu hamil disarankan untuk memperbanyak asupan kalsium yang dapat diperoleh dari susu, keju, sayuran hijau, ikan, dan kacang-kacangan.

Sayangnya, pada beberapa kasus kehamilan, memenuhi kebutuhan asupan kalsium dengan sumber-sumber makanan tadi tidaklah cukup. Oleh karena itu, Anda juga diminta untuk mengkonsumsi suplemen kalsium. Protecal Solid menjadi salah satu suplemen kalsium yang disarankan karena mengandung Kalsium dan vitamin D yang cukup tinggi. Dengan minum Protecal Solid, tulang jadi lebih kuat dan terhindar dari masalah nyeri tulang.

 

Nyeri tulang saat hamil dapat menyerang tangan dan kaki

Protecal Ladies, selama kehamilan umumnya nyeri tulang yang terjadi menyerang bagian punggung bawah akibat perubahan hormon, perubahan berat badan, hingga perkembangan janin. Namun demikian, nyeri tulang saat hamil ternyata juga dapat menyerang bagian tangan dan kaki ibu hamil. Biasanya nyeri tulang pada tangan mengakibatkan kram dan kesemutan. Pada beberapa kasus terjadi pula pembengkakan jari-jari tangan sehingga cincin nikah tidak bisa digunakan lagi.

Sementara itu, ibu hamil yang memasuki usia kehamilan trimester ketiga juga akan mengalami nyeri tulang kaki. Ditandai dengan pembengkakan pada kedua kaki yang disebabkan oleh pembuluh darah yang tertekan. Kram dan kaku juga terjadi apabila ibu hamil kekurangan kalsium selama masa kehamilan. Pada kasus yang sudah cukup kronis, ibu hamil akan merasakan kaki yang terasa berat dan sulit digerakkan.

 

Meski terlihat normal, demam dan nyeri tulang bisa menjadi pertanda kesehatan ibu hamil yang menurun. Untuk itu, jika demam dan nyeri tulang tak kunjung berkurang segeralah berkonsultasi pada dokter kandungan. Sebagai langkah pencegahan, pastikan selama kehamilan Anda tetap berolahraga santai secara teratur serta menerapkan pola hidup yang sehat. Dan jangan lupa untuk memenuhi kebutuhan kalsium tulang Anda dengan rutin mengkonsumsi Protecal Solid yang terbukti praktis dan aman dikonsumsi bagi ibu hamil.

fact
16/11/2018
The Latest Article

Banyak hal yang harus dihindari oleh wanita saat hamil, tak terkecuali high heels. Sebelum mengandung buah hati, kamu mungkin hobi menggunakan jenis sepatu yang satu ini, Protecal Ladies. Namun saat tengah mengandung, menghindari penggunaan high heels bisa jadi pilihan terbaik. Meskipun tidak ada larangan bagi ibu hamil untuk memakai high heels, ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui dan perhatikan. Apa saja? Berikut informasinya!

 

  1. Kemungkinan terjatuh saat memakai high heels
    Meskipun sudah terbiasa menggunakan heels, kamu harus sadar akan kemungkinan terjatuh bila memakai high heels saat hamil. Kemungkinan ini bisa terjadi karena perubahan postur saat hamil akan mengubah titik tumpu. Perubahan ini biasanya terjadi pada tulang belakang dan dipengaruhi kondisi ibu hamil yang akan membawa beban di depan. Karena tumpuan berdirinya tidak sama, ibu hamil dapat hilang keseimbangan dan terjatuh.
  1. High heels membuat betis bumil mengencang dan mengakibatkan kram
    Berdasarkan informasi dari The Pregnancy Centre, high heels dapat membuat betis ibu hamil mengencang dalam waktu lama dan bisa mengakibatkan kram. Jika mengalami sakit punggung, itu adalah pertanda ibu hamil perlu mengganti alas kaki menggunakan sepatu flat atau tanpa tumit tinggi. Namun bila bumil memang sangat suka memakai high heels, sebaiknya tidak terus menerus mengenakan sepatu bertumit tinggi tersebut untuk menghindari kram.
  1. Munculnya rasa sakit di bagian bawah punggung
    Saat hamil, tubuh bumil sedang dalam masa memproduksi lebih banyak hormon yang bermanfaat agar bayi dapat lebih mudah turun ke pintu atas panggul. Kondisi ini berakibat pada mengendurnya ligamen dalam tubuh. Pengenduran ligamen dapat berakibat pada pinggul, panggul, dan sendi-sendi punggung yang menjadi lemah dan lebih mudah bergeser. Saat memakai high heels, postur tubuh bumil dapat berubah sehingga menjadi bertumpu pada area-area yang rentan tersebut.
  1. Anjuran high heels yang digunakan saat hamil
    Saat sedang mengandung buah hati, bumil bukannya dilarang memakai high heels. Sebenarnya, bumil justru dianjurkan memakai heels atau sepatu bertumit, namun dengan batasan tertentu. Selama hamil, bumil dianjurkan menggunakan sepatu dengan tinggi heels maksimal 3 cm. Tinggi tersebut diketahui bermanfaat untuk menggeser berat badan bumil sedikit lebih maju dari kaki sehingga dapat meringankan ketidaknyamanan beban kehamilan.

 

Protecal Ladies, itulah beberapa hal yang perlu bumil ketahui mengenai penggunaan high heels saat hamil. Semoga bermanfaat dan semoga bumil dan janin selalu sehat!

fact
2018-12-28

Selama masa kehamilan, ibu hamil membutuhkan asupan gizi yang mencukupi. Pola makan dan konsumsi berbagai suplemen hamil menjadi salah satu kunci bagi asupan gizi yang terpenuhi. Salah satu zat gizi yang memiliki peran penting bagi kesehatan ibu hamil dan janin adalah Kalsium.  Kalsium sangat perlu diperhatikan oleh ibu hamil sejak awal kehamilan. Kenapa ibu hamil perlu Kalsium? Berikut jawbannya!

 

  1. Bahan baku utama pembentukan tulang dan gigi janin
    Selama berada dalam kandungan, janin membutuhkan Kalsium sebagai bahan baku utama pembentukan tulang dan gigi. Oleh karena itu, Protecal Ladies diwajibkan untuk memenuhi kebutuhan Kalsium selama masa kehamilan. Tingkat kebutuhan harian Kalsium yang meningkat selama masa kehamilan bermanfaat bagi kesempurnaan tumbuh kembang janin. Selain itu, Kalsium juga bermanfaat mendukung pembentukan kekuatan saraf dan otot dalam tubuh janin.
  1. Bila asupan Kalsium kurang, Kalsium dalam tubuh ibu hamil akan diserap janin
    Mengingat Kalsium berperan penting dalam pembentukan organ tubuh janin, tubuh janin secara otomatis memiliki sistem yang akan menyerap Kalsium dalam tubuh ibu hamil jika asupan Kalsium yang didapatkannya kurang. Apabila hal ini berlangsung terus-menerus, maka ibu hamil berisiko mengalami keropos pada tulang dan gigi. Hal ini tentunya akan membuat ibu hamil kurang sehat dan mengancam keselamatan janin.
  1. Wanita memiliki kebutuhan Kalsium yang sudah cukup tinggi
    Bila dilihat berdasarkan angka kecukupan gizi 2013, kebutuhan Kalsium harian wanita Indonesia secara umum lebih tinggi dibanding pria. Kebutuhan ini akan semakin meningkat saat masa kehamilan. Kondisi inilah yang membuat kebutuhan Kalsium harian ibu hamil menjadi sangat tinggi, Protecal Ladies. Terutama bagi masa kehamilan trimester awal hingga akhir, ibu hamil membutuhkan tambahan 200 mg Kalsium setiap harinya.
  1. Membuat tulang ibu hamil menjadi lebih kuat
    Saat hamil, wanita memiliki kemampuan menyerap lebih banyak Kalsium dan memproduksi lebih banyak estrogen yang bermanfaat dalam menguatkan tulang. Kondisi ini pada akhirnya akan membuat tulang ibu hamil menjadi jauh lebih kuat. Kalsium sendiri mempunyai fungsi penting bagi otot ibu hamil terutama saat nantinya terjadi kontraksi. Asupan Kalsium yang mencukupi dapat membantu ibu hamil untuk bisa lebih relaks saat mengalami kontraksi.
  1. Mencegah kenaikan berat badan berlebih
    Ibu hamil memerlukan Kalsium sekitar 1.200 mg per hari atau setara dengan 3 gelas susu berukuran 200 ml. Selain itu, ibu hamil juga harus berkonsultasi dengan dokter mengenai sumber asupan Kalsium. Sebuah studi dari University of Tennessee menunjukkan bahwa mengkonsumsi Kalsium dari susu tanpa gula bermanfaat mencegah kenaikan berat badan berlebih saat hamil. Asupan Kalsium juga bisa ditambah dengan mengkonsumsi suplemen Kalsium.

 

Itulah beberapa alasan kenapa Kalsium sangat penting bagi ibu hamil, Protecal Ladies. Semoga bermanfaat!

fact
2018-12-21

Di masa pertumbuhannya, anak-anak membutuhkan asupan kalsium dalam jumlah banyak untuk mendukung kesehatan tulang dan giginya. Dengan memenuhi kebutuhan kalsium bagi anak, maka mereka dapat tumbuh tinggi dengan gigi yang lengkap dan kuat. Lebih lanjut, mineral kalsium berperan secara aktif dalam menjaga fungsi otot dan saraf sehingga sebagai orang tua wajib memenuhi kebutuhan asupan kalsium untuk anak.

  1. Meningkatkan kecerdasan anak
    Selain mengoptimalkan tinggi badan anak, dengan memenuhi asupan kalsium yang dibutuhkan anak setiap harinya, maka Anda juga berperan aktif dalam meningkatkan kecerdasan anak. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa kalsium juga turut membantu dalam menjaga fungsi otot dan sistem saraf anak. Dalam hal ini kalsium terlibat dalam mengantarkan sinyal-sinyal dari tulang belakang ke pusat sistem saraf di otak. Dengan kebutuhan asupan kalsium yang terpenuhi maka anak lebih cepat menangkap dan mencerna informasi yang didapatkan.

  2. Memperkuat daya tahan tubuh
    Protecal Ladies, pentingnya asupan kalsium untuk anak juga berpengaruh terhadap daya tahan tubuhnya. Tanpa disadari kalsium juga berperan dalam mengaktifkan enzim-enzim penghasil energi dalam tubuh. Dengan memenuhi asupan kalsium yang dibutuhkan, maka sistem daya tahan tubuh anak bekerja lebih baik sehingga dapat menangkal berbagai penyakit menular berbahaya.

  3. Menjaga sistem metabolisme
    Pembentukan hormon dan enzim yang dibutuhkan oleh sistem metabolisme tubuh juga dipengaruhi oleh kadar mineral kalsium. Jika jumlahnya tercukupi dengan baik, maka metabolisme di tubuh anak-anak juga bekerja secara optimal. Namun demikian, pastikan Anda juga memenuhi asupan nutrisi lainnya, sebab terlalu banyak menyimpan kalsium di dalam sistem metabolisme juga bisa mengakibatkan anak susah BAB.

 

Lalu Bagaimana Jika Kebutuhan Kalsium Tidak Terpenuhi?

Anak-anak yang kekurangan asupan kalsium cenderung lebih mudah terlihat lesu, lemah dan mudah berkeringat. Dalam kondisi yang parah anak-anak juga akan mengalami kram otot dan sulit tidur. Jika dibiarkan dalam jangka panjang maka anak-anak lebih berisiko terkena gangguan osteoporosis yang mengakibatkan tulang rapuh dan mudah patah. Bahkan, anak-anak yang tidak tercukupi kalsiumnya bisa terkena Rakitis, yaitu kelainan bentuk pada tulang akibat pelunakan sehingga anak menjadi bungkuk dan tidak mampu berjalan karena tulangnya rapuh.

 

Kira-kira Berapa Jumlah Ideal Kalsium Untuk Anak?

Setelah mempelajari pentingnya asupan kalsium untuk anak, Protecal Ladies juga wajib memahami jumlah ideal yang dibutuhkan anak-anak setiap harinya. Berdasarkan AKG Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2013, anak-anak di usia 0 – 6 bulan membutuhkan kalsium 200 mg, sementara usia 7 – 11 bulan sebesar 250 mg, 1 – 3 tahun 650 mg, dan 1.000 mg per hari untuk anak-anak di usia 4 tahun ke atas.

Sumber makanan terbaik yang bisa dikonsumsi anak-anak untuk memenuhi kebutuhan kalsium dalam tubuhnya bisa didapatkan dari susu, telur, kacang almond, serta sayuran hijau seperti bayam, brokoli, ataupun selada. Namun, Anda juga bisa menambahkan suplemen kalsium untuk memenuhi kebutuhan kalsium harian anak-anak. Salah satunya adalah Protecal yang sudah terbukti aman dikonsumsi harian untuk penuhi asupan kalsium untuk tulang.

 

Itulah tadi pentingnya asupan kalsium untuk anak yang perlu Anda pahami dengan baik. Untuk menjaga tulang tetap sehat kini dan nanti, pastikan Anda sudah memenuhi kebutuhan kalsium dalam tubuh dengan baik. Bila perlu minum Protecal Osteo yang tinggi Kalsium dan vitamin D yang mampu menjaga kepadatan tulang sehingga mencegah penyakit osteoporosis.

fact
2018-12-14