Di masa pertumbuhannya, anak-anak membutuhkan asupan kalsium dalam jumlah banyak untuk mendukung kesehatan tulang dan giginya. Dengan memenuhi kebutuhan kalsium bagi anak, maka mereka dapat tumbuh tinggi dengan gigi yang lengkap dan kuat. Lebih lanjut, mineral kalsium berperan secara aktif dalam menjaga fungsi otot dan saraf sehingga sebagai orang tua wajib memenuhi kebutuhan asupan kalsium untuk anak.

  1. Meningkatkan kecerdasan anak
    Selain mengoptimalkan tinggi badan anak, dengan memenuhi asupan kalsium yang dibutuhkan anak setiap harinya, maka Anda juga berperan aktif dalam meningkatkan kecerdasan anak. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa kalsium juga turut membantu dalam menjaga fungsi otot dan sistem saraf anak. Dalam hal ini kalsium terlibat dalam mengantarkan sinyal-sinyal dari tulang belakang ke pusat sistem saraf di otak. Dengan kebutuhan asupan kalsium yang terpenuhi maka anak lebih cepat menangkap dan mencerna informasi yang didapatkan.

  2. Memperkuat daya tahan tubuh
    Protecal Ladies, pentingnya asupan kalsium untuk anak juga berpengaruh terhadap daya tahan tubuhnya. Tanpa disadari kalsium juga berperan dalam mengaktifkan enzim-enzim penghasil energi dalam tubuh. Dengan memenuhi asupan kalsium yang dibutuhkan, maka sistem daya tahan tubuh anak bekerja lebih baik sehingga dapat menangkal berbagai penyakit menular berbahaya.

  3. Menjaga sistem metabolisme
    Pembentukan hormon dan enzim yang dibutuhkan oleh sistem metabolisme tubuh juga dipengaruhi oleh kadar mineral kalsium. Jika jumlahnya tercukupi dengan baik, maka metabolisme di tubuh anak-anak juga bekerja secara optimal. Namun demikian, pastikan Anda juga memenuhi asupan nutrisi lainnya, sebab terlalu banyak menyimpan kalsium di dalam sistem metabolisme juga bisa mengakibatkan anak susah BAB.

 

Lalu Bagaimana Jika Kebutuhan Kalsium Tidak Terpenuhi?

Anak-anak yang kekurangan asupan kalsium cenderung lebih mudah terlihat lesu, lemah dan mudah berkeringat. Dalam kondisi yang parah anak-anak juga akan mengalami kram otot dan sulit tidur. Jika dibiarkan dalam jangka panjang maka anak-anak lebih berisiko terkena gangguan osteoporosis yang mengakibatkan tulang rapuh dan mudah patah. Bahkan, anak-anak yang tidak tercukupi kalsiumnya bisa terkena Rakitis, yaitu kelainan bentuk pada tulang akibat pelunakan sehingga anak menjadi bungkuk dan tidak mampu berjalan karena tulangnya rapuh.

 

Kira-kira Berapa Jumlah Ideal Kalsium Untuk Anak?

Setelah mempelajari pentingnya asupan kalsium untuk anak, Protecal Ladies juga wajib memahami jumlah ideal yang dibutuhkan anak-anak setiap harinya. Berdasarkan AKG Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2013, anak-anak di usia 0 – 6 bulan membutuhkan kalsium 200 mg, sementara usia 7 – 11 bulan sebesar 250 mg, 1 – 3 tahun 650 mg, dan 1.000 mg per hari untuk anak-anak di usia 4 tahun ke atas.

Sumber makanan terbaik yang bisa dikonsumsi anak-anak untuk memenuhi kebutuhan kalsium dalam tubuhnya bisa didapatkan dari susu, telur, kacang almond, serta sayuran hijau seperti bayam, brokoli, ataupun selada. Namun, Anda juga bisa menambahkan suplemen kalsium untuk memenuhi kebutuhan kalsium harian anak-anak. Salah satunya adalah Protecal yang sudah terbukti aman dikonsumsi harian untuk penuhi asupan kalsium untuk tulang.

 

Itulah tadi pentingnya asupan kalsium untuk anak yang perlu Anda pahami dengan baik. Untuk menjaga tulang tetap sehat kini dan nanti, pastikan Anda sudah memenuhi kebutuhan kalsium dalam tubuh dengan baik. Bila perlu minum Protecal Osteo yang tinggi Kalsium dan vitamin D yang mampu menjaga kepadatan tulang sehingga mencegah penyakit osteoporosis.

fact
14/12/2018

Protecal Ladies, penyakit tulang osteoporosis memang bisa dialami oleh siapa saja. Namun, beberapa orang di usia lanjut memiliki risiko lebih tinggi dan lebih cepat mengalami gangguan kepadatan tulang ini dibandingkan dengan mereka yang masih muda. Umumnya, osteoporosis ditandai dengan penurunan kualitas jaringan tulang yang menyebabkan berkurangnya massa tulang sehingga memicu tulang rapuh.

Selain diakibatkan karena kurang asupan kalsium, osteoporosis juga bisa muncul akibat 6 kebiasaan buruk yang tidak Anda sadari berikut ini.

 

Makan makanan asin secara berlebihan

Siapa sangka jika asupan garam berpengaruh besar terhadap risiko penurunan kepadatan tulang? Menurut dr. Frederick Singer, spesialis tulang dari Providence Saint John’s Health Center, Amerika Serikat, saat mengkonsumsi makanan asin secara berlebihan, maka natrium dalam darah meningkat sehingga tubuh melepaskan lebih banyak kalsium melalui urine. Dengan begitu, kebutuhan kalsium tulang tidak dapat dipenuhi secara optimal dan memicu risiko osteoporosis.

 

Kurang beraktivitas di luar ruangan

Setiap harinya selama 8 – 9 jam Anda banyak menghabiskan waktu untuk bekerja di dalam ruangan. Demikian pula ketika akhir pekan, Anda lebih memilih untuk beristirahat di rumah dibanding beraktivitas di luar ruangan. Padahal kebiasaan ini jika dibiarkan akan membuat tubuh kekurangan asupan vitamin D yang didapat dari sinar matahari. Perlu diketahui, vitamin D inilah yang membantu penyerapan kalsium dalam tulang sehingga wajib diperhatikan kadar pemenuhannya.

 

Diet protein

Belakangan tren diet protein kian populer terlebih bagi pria dan wanita yang ingin meningkatkan pembentukan massa otot. Sayangnya, diet protein justru akan membuat ginjal mengeluarkan lebih banyak kalsium melalui urine. Padahal kekurangan kalsium dalam tulang dapat mengakibatkan osteoporosis yang membuat tulang rapuh dan kehilangan kepadatannya.

 

Minum minuman bersoda dan beralkohol

Protecal ladies, minuman bersoda dan beralkohol jika dikonsumsi secara berlebihan akan menghambat penyerapan kalsium dalam tulang. Hal ini dikarenakan kandungan soda dan alkohol dapat mengurangi fungsi pankreas dan hati. Jika kondisi memburuk, maka minuman bersoda dan beralkohol juga mampu meningkatkan hormon kortisol dan menurunkan estrogen dan testosteron yang membuat tulang semakin rapuh.

 

Terlalu lama duduk di lantai

Orang yang menghabiskan waktu terlalu lama duduk di lantai ternyata berisiko tinggi terserang osteoporosis. Pasalnya, saat duduk di lantai sendi kaki sering kali tertekan dan menyebabkan beban tumpuan beralih pada tulang. Jika dilakukan dalam jangka panjang, maka tulang kaki menjadi lebih mudah kehilangan kepadatannya. Untuk itu, cobalah untuk duduk dengan posisi yang baik dan benar di atas kursi.

 

Merokok

Selain berbahaya untuk jantung dan paru-paru, rokok juga berdampak buruk bagi kesehatan tulang Anda. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh National Institute of Health Osteoporosis and Related Bone Diseases National Resource Center, perokok aktif memiliki kepadatan tulang jauh lebih rendah sehingga berisiko mengidap osteoporosis. Hal ini dipicu oleh radikal bebas yang dihasilkan oleh asap rokok yang meningkatkan produksi hormon kortisol di mana hormon ini justru melemahkan kepadatan tulang.

 

Untuk memenuhi asupan kalsium dalam tubuh, Anda bisa berinvestasi kalsium sejak dini dengan rutin mengkonsumsi Protecal Solid agar tulang lebih kuat kini dan nanti. Dikemas dalam wadah tube ataupun strip membuat Protecal Solid praktis dibawa bepergian ke mana saja dan kapan saja. Dengan begitu tak perlu lagi khawatir kekurangan asupan kalsium karena Protecal Solid aman dikonsumsi secara rutin.

tips
07/12/2018

Tumbuh kembang anak tidak hanya bisa diukur dari kecerdasan motoriknya, tetapi juga kesehatan dan kebugaran tubuhnya. Salah satu faktor yang mempengaruhi hal tersebut adalah kondisi tulang. Sayangnya, hal ini cenderung diabaikan karena sifat penyakitnya yang bisa saja “tidak terlihat” jika dibandingkan dengan jenis penyakit lain seperti flu atau demam. Padahal ada sejumlah risiko penyakit tulang pada anak yang perlu Anda waspadai. Berikut penjelasannya.

 

Lordosis dan skoliosis

Risiko penyakit tulang lordosis dan skoliosis lebih rentan terjadi pada anak yang sering memanggul tas dengan beban terlalu berat. Lordosis adalah kondisi di mana tulang melengkung ke belakang, sedangkan scoliosis terjadi ketika tulang melengkung ke samping.

Di lansir dari era.id, penelitian yang dilakukan American Academy of Orthopedic menunjukkan bahwa anak-anak usia 11-13 tahun paling rentan mengalami gangguan tulang punggung. Idealnya, beban yang boleh dipikul seorang anak adalah 10%-15% dari total bobot tubuhnya. Misalnya, jika anak Anda memiliki bobot 35 kg, maka ia hanya boleh memikul beban sebesar 3,5-5,25 kg.

Saat anak memanggul tas punggung dengan beban terlalu berat, tubuh anak akan tertarik ke belakang. Demi menyeimbangkan hal tersebut, biasanya anak akan melengkungkan punggung atau membungkukkan badannya. Kondisi inilah yang bisa berpotensi mengganggu pertumbuhan tulang belakang hingga menimbulkan nyeri punggung, leher, atau bahu.

 

Kaki Bengkok

Kondisi kaki bengkok berbentuk O atau X sebetulnya merupakan hal yang wajar terjadi. Untuk kondisi kaki O, biasanya terjadi pada anak usia di bawah dua tahun. Hal ini normal karena merupakan salah satu proses dari perkembangan tulangnya. Memasuki usia delapan belas bulan, sudut lutut biasanya memuncak dan akan kembali ke bentuk normal secara bertahap seiring dengan pertumbuhan anak.

Sama seperti kaki O, kaki X juga merupakan kondisi yang biasanya dialami beberapa anak sebagai salah satu proses pertumbuhan. Seiring anak yang semakin besar, kondisi kakinya akan kembali normal dengan sendirinya. Anda perlu waspada apabila kondisi kaki O atau kaki X ini tidak berubah saat anak sudah mencapai usia lebih dari dua tahun. Segera konsultasikan ke dokter untuk mendapat penanganan tepat.

 

Fraktur

Protecal Ladies, anak Anda termasuk anak yang sangat aktif? Anda wajib mengawasinya agar risiko cedera bisa diminimalisir. Pasalnya, cedera saat bermain juga bisa memicu terjadinya fraktur atau kondisi tulang yang retak. Bisa saja terjadi saat anak terjatuh atau terbentur benda keras.

Meski memang risiko penyakitnya tidak terlihat, Anda tetap perlu waspada agar tahu penanganan yang tepat. Beberapa orang tua biasanya memutuskan untuk memijat anak saat anak terjatuh atau cedera. Padahal, sebaiknya Anda memastikan terlebih dulu apakah memang benar tidak ada tulang yang patah. Caranya dengan rontgen di rumah sakit.

Masalahnya, jika tetap bersikukuh dipijat atau diurut, tulang anak yang awalnya mungkin baru retak, bisa-bisa malah patah. Akan lebih bahaya lagi jika ternyata anak mengalami patah tulang dan Anda tidak mengetahuinya. Umumnya, gejala patah tulang adalah terjadinya pembengkakan, nyeri ketika bagian tertentu ditekan atau digerakkan, hingga kulit di atas tulang patah yang terlihat kemerahan.

 

Tumbuh kembang anak bisa berjalan optimal apabila ia memiliki tulang yang kuat dan sehat. Mengetahui berbagai risiko penyakit tulang memungkinkan Anda untuk lebih waspada dalam menjaga anak. Sebagai langkah pencegahan, Anda juga bisa mengajak anak untuk mengkonsumsi Protecal Solid dengan kandungan vitamin C dan kalsium yang tentunya bagus untuk tumbuh kembang anak Anda.

fact
03/12/2018

Protecal Ladies pasti sudah tahu bahwa duduk terlalu lama tidak baik untuk kesehatan tubuh. Dilansir dari Kompas.com, organisasi kesehatan dunia (WHO) bahkan menyebutkan bahwa terlalu lama duduk menjadi penyebab kematian keempat setelah tekanan darah tinggi, merokok, dan gula darah tinggi. Pasalnya, saat duduk, aktivitas pembakaran kalori akan menurun. Hal inilah yang bisa berdampak kurang baik pada kesehatan Anda.

Lantas, apakah ini artinya Anda harus lebih sering berdiri? Nyatanya tidak juga, terlalu lama berdiri pun juga bisa berisiko pada kesehatan. Bagi yang profesi atau aktivitas sehari-harinya mengharuskan untuk berdiri dalam waktu lama, misalnya koki atau teller bank, Anda perlu waspada akan berbagai risiko.

 

Varises pada kaki

Saat berdiri, secara otomatis kaki akan menjadi tumpuan utama tubuh Anda. Jika dilakukan dalam waktu lama, darah akan berkumpul pada pembuluh darah di area kaki. Bayangkan apabila hal ini terjadi setiap hari. Pembuluh darah pada kaki kemungkinan akan melebar sehingga terjadilah varises kaki. Salah satu tanda utamanya adalah pembuluh darah yang terlihat menonjol dan bentuknya keriting. Biasanya, munculnya varises kaki ini kebanyakan terjadi di area paha bagian belakang.

 

Terjadi penguncian sendi

Tidak hanya pembuluh darah yang akan terkena risiko jika Protecal Ladies berdiri dalam waktu terlalu lama. Sendi juga akan merasakan dampaknya. Saat tubuh terus berdiri dalam waktu lama, akan terjadi tekanan yang kuat secara terus menerus di bagian sendi, terutama pada sendi panggul dan lutut.

Apabila terus dibiarkan, hal ini bisa menurunkan produksi pelumas sendi yang bertugas mempermudah gerakan sendi. Alhasil, terjadilah penguncian sendi sehingga Anda susah bergerak. Gejala penguncian sendi yang paling umum adalah terasa nyeri sendi dan nyeri panggul.

 

Risiko penyakit jantung

Seperti yang disebutkan sebelumnya, berdiri terlalu lama menyebabkan darah terkumpul pada pembuluh darah di area kaki. Di samping itu, saat darah akan mengalir lagi dari kaki ke jantung, alirannya akan mengalami gangguan akibat gravitasi. Risiko arteriosklerosis pun tak dapat dihindari, atau disebut pula dengan plak pada pembuluh darah jantung. Apabila plak ini lepas, aliran darah ke jantung pun akan mengalami gangguan sehingga rentan terjadi penyakit atau serangan jantung.

 

Kelelahan otot jangka panjang

Otot yang terasa lelah saat bekerja memang wajar terjadi. Namun, jika kondisi ini terjadi terus-menerus dan aktivitas Anda menuntut untuk berdiri lama, sebaiknya Anda waspada. Dilansir dari Beritagar.id, sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Human Factors menunjukkan bahwa berdiri terlalu lama memang bisa menyebabkan kelelahan otot jangka panjang.

Maria Gabriela Garcia, sang penulis, mengukur kelelahan otot dengan sistem rangsangan listrik yang menyebabkan otot berkedut. Garcia pun mengukur kekuatan kedutan otot. Hasilnya menunjukkan bahwa ketika melakukan jeda reguler, responden merasa lelah dalam jangka panjang setelah melakukan simulasi lima jam kerja dengan berdiri.

 

Mulai sekarang, jangan sepelekan aktivitas berdiri dalam waktu lama, ya. Bukan berarti Anda harus berhenti bekerja atau beraktivitas. Cobalah kombinasikan aktivitas berdiri dengan duduk dan berjalan kaki agar sirkulasi darah tetap lancar dan kesehatan tubuh terjaga.

Selain itu, imbangi pula dengan nutrisi melalui konsumsi Protecal Solid yang kandungan vitamin C dan kalsiumnya mampu menjaga kesehatan tulang Anda. Protecal Solid aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan anak-anak!

fact
27/11/2018
The Latest Article

Apakah Anda baru saja mengalami patah tulang? Cedera yang menyebabkan perubahan bentuk pada tulang ini tentu akan membuat Anda merasakan nyeri. Baik sebelum mendapatkan penanganan, hingga saat-saat pemulihan. Supaya kondisi Anda bisa cepat pulih, berikut cara menjaga kesehatan tulang pasca patah tulang.

 

Mencukupi kebutuhan energi tubuh

Pemulihan tulang setelah patah tulang ternyata membutuhkan energi dalam jumlah besar. Terlebih jika patah tulang yang Anda alami terjadi pada tulang yang terbilang panjang dan pokok. Tubuh akan membutuhkan lebih banyak energi untuk mengembalikan fungsi tulang seperti semula.

Untuk itu, perlu mengkonsumsi makanan yang bisa ditransfer menjadi energi untuk tubuh. Makanan yang dapat menjadi sumber energi biasanya mengandung banyak kalori. Namun, pastikan kalori tersebut tidak berbentuk gula karena justru akan memperlambat perbaikan tulang.

 

Perbanyak konsumsi protein

Salah satu kunci menjaga kesehatan tulang adalah dengan mengkonsumsi protein. Ini karena tulang sejatinya terbentuk dari susunan protein “hidup” yang diikat oleh mineral. Separuh volume tulang manusia bahkan terdiri atas protein. Saat patah tulang, susunan protein ini akan terurai sehingga tubuh pun mencoba mengumpulkan susunan protein baru.

Untuk itu, Anda butuh banyak asupan protein pasca patah tulang. Protein akan membantu pemulihan tulang lebih cepat dan efisien. Beberapa makanan yang tinggi protein adalah ikan tuna dan dada ayam tanpa kulit. Protecal Ladies bisa menjadikan keduanya sebagai menu harian pasca patah tulang.

 

Jangan menumpukan beban pada tulang yang patah

Terkadang tanpa sadar Anda menumpu tulang yang patah dengan beban tubuh. Lebih-lebih jika tulang yang patah merupakan bagian dari tubuh yang dominan seperti tangan kanan atau kaki kanan. Anda mungkin tanpa sadar akan berjalan dengan menumpu pada tulang yang patah karena telah menjadi kebiasaan.

Padahal tulang yang patah seharusnya tidak dikenai beban dahulu. Adanya beban yang menumpu pada tulang hanya akan memperlambat laju pemulihan tulang. Sebaiknya Anda berlatih untuk tidak menumpukan beban tubuh pada tulang yang patah dan beralih pada bagian yang sehat agar kesehatan tulang tetap terjaga.

 

Rutin melakukan terapi

Pasca operasi patah tulang, biasanya dokter akan menyarankan terapi fisik. Tujuannya adalah untuk menstimulus tubuh dalam pemulihan tulang. Jika patah tulang tergolong ringan, dokter akan merekomendasikan beberapa jenis latihan yang bisa dilakukan secara mandiri di rumah. Namun, jika patah tulang tergolong berat, ada terapi yang harus didampingi oleh ahli.

Latihan ini jelas akan terasa menyakitkan hingga membuat Anda berpikir untuk melewatkannya saja. Padahal latihan ini juga akan membantu pemulihan tulang Anda yang patah. Rutinlah melakukan terapi pasca operasi patah tulang, baik itu yang dilakukan secara mandiri maupun dengan ahli/terapis.

 

Setelah patah tulang, Anda diharuskan untuk menjaga kesehatan tulang dengan baik. Jika tidak, tulang Anda yang patah akan berisiko terkena penyakit lain seperti pengeroposan tulang. Anda tentu tidak ingin hal tersebut terjadi bukan? Lakukan tips di atas dan rutinlah mengkonsumsi Protecal yang mengandung Kalsium serta vitamin D yang mampu membantu pemulihan tulang.

tips
2019-03-15

Belakangan, terlihat beberapa orang tua mengunggah foto anaknya menggunakan helm di kepalanya. Akhir December lalu, salah satu artis Hollywood melakukan hal yang sama. Bayinya yang masih berusia 5 bulan menggunakan helm ini pula. Namun yang dikenakan bukan helm skateboard maupun helm sepeda. Lalu helm apakah yang digunakan bayi-bayi ini?

Diketahui, ini adalah sebuah helm terapi untuk bayi berusia sangat muda agar kepala mereka mempunyai bentuk yang normal. Kepala orang dewasa sudah terbentuk dan keras, sedangkan kepala bayi masih lunak dan bisa terus berkembang. Kepala yang lunak ternyata membantu bayi keluar dari kandungan ibu ketika dilahirkan, dan seiring berjalannya waktu tempurung kepala akan lebih kuat dan keras. Beberapa akan terbentuk bulat sempurna, sayangnya ada juga yang tidak.

Kondisi apakah ini?

 

Plagiocephaly

Plagiocephaly atau sering disebut dengan ‘kepala peyang’ yang disebabkan karena bayi sering tidur di posisi yang sama, yang membuat kepala bayi terbentuk datar di bagian tertentu, tergantung dari posisi tidur si bayi. Plagiocephaly tidak menyakitkan buat bayi, namun ketika bayi tumbuh dewasa, bentuk kepala akan susah untuk dibuat sempurna kembali. Dalam kehidupan sehari-hari, dokter menyarankan kepada orangtua untuk rajin mengganti posisi tidur bayi. Dan kalaupun harus menggunakan helm terapi, usia yang paling tepat adalah dimulai dari 6-8 bulan.

 

Craniosynostosis

Craniosynostosis adalah kondisi dimana kepala bayi mengeras dan terbentuk di umur yang masih muda. Hal ini disebabkan oleh faktor genetik. Gejala dari craniosynostosis adalah sebagai berikut:

  • Bentuk kepala yang tidak seimbang
  • Fontanel (perekat tempurung bayi) yang tidak seimbang
  • Bentuk ukuran kepala yang tidak normal
  • Sakit kepala
  • Mata menjadi lebar
  • Kesulitan dalam proses belajar hal baru
  • Kehilangan penglihatan

 

Terapi helm ini mengharuskan bayi menggunakan helm selama 23 jam per hari. Dan dianjurkan untuk memulai terapi ini ketika tempurung kepala belum terbentuk dan mengeras. Jangka waktu penggunaan helm bisa memakan waktu 3 bulan atau lebih, tergantung dari permasalahan yang ada. Selama terapi ini, bayi juga disarankan untuk rajin dibawa kontrol ke dokter agar helm bisa diatur sesuai dengan perkembangan bayi. 

Banyak yang menganggap terapi ini akan menyusahkan bayi untuk beraktivitas. Ataupun bisa menyebabkan ketidaknyamaan terhadap kulit kepala. Tapi perlu diingat lagi, helm ini adalah bukan helm olahraga pada umumnya. Mereka menggunakan bahan yang berbeda dari helm pada umumnya.

Pada kesimpulannya, kita bisa mencegah bentuk kepala bayi menjadi ‘peyang’ dengan secara rajin mengubah posisi tidur bayi. Namun, jika usaha tersebut sudah dilakukan namun tidak berhasil, ada baiknya kita segera menemui dokter untuk diagnosis lebih lanjut. Terkadang kondisi genetik bisa saja terjadi tanpa kita sadari lebih awal.

fact
2019-02-28

Banyak hal yang harus dihindari oleh wanita saat hamil, tak terkecuali high heels. Sebelum mengandung buah hati, kamu mungkin hobi menggunakan jenis sepatu yang satu ini, Protecal Ladies. Namun saat tengah mengandung, menghindari penggunaan high heels bisa jadi pilihan terbaik. Meskipun tidak ada larangan bagi ibu hamil untuk memakai high heels, ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui dan perhatikan. Apa saja? Berikut informasinya!

 

  1. Kemungkinan terjatuh saat memakai high heels
    Meskipun sudah terbiasa menggunakan heels, kamu harus sadar akan kemungkinan terjatuh bila memakai high heels saat hamil. Kemungkinan ini bisa terjadi karena perubahan postur saat hamil akan mengubah titik tumpu. Perubahan ini biasanya terjadi pada tulang belakang dan dipengaruhi kondisi ibu hamil yang akan membawa beban di depan. Karena tumpuan berdirinya tidak sama, ibu hamil dapat hilang keseimbangan dan terjatuh.
  1. High heels membuat betis bumil mengencang dan mengakibatkan kram
    Berdasarkan informasi dari The Pregnancy Centre, high heels dapat membuat betis ibu hamil mengencang dalam waktu lama dan bisa mengakibatkan kram. Jika mengalami sakit punggung, itu adalah pertanda ibu hamil perlu mengganti alas kaki menggunakan sepatu flat atau tanpa tumit tinggi. Namun bila bumil memang sangat suka memakai high heels, sebaiknya tidak terus menerus mengenakan sepatu bertumit tinggi tersebut untuk menghindari kram.
  1. Munculnya rasa sakit di bagian bawah punggung
    Saat hamil, tubuh bumil sedang dalam masa memproduksi lebih banyak hormon yang bermanfaat agar bayi dapat lebih mudah turun ke pintu atas panggul. Kondisi ini berakibat pada mengendurnya ligamen dalam tubuh. Pengenduran ligamen dapat berakibat pada pinggul, panggul, dan sendi-sendi punggung yang menjadi lemah dan lebih mudah bergeser. Saat memakai high heels, postur tubuh bumil dapat berubah sehingga menjadi bertumpu pada area-area yang rentan tersebut.
  1. Anjuran high heels yang digunakan saat hamil
    Saat sedang mengandung buah hati, bumil bukannya dilarang memakai high heels. Sebenarnya, bumil justru dianjurkan memakai heels atau sepatu bertumit, namun dengan batasan tertentu. Selama hamil, bumil dianjurkan menggunakan sepatu dengan tinggi heels maksimal 3 cm. Tinggi tersebut diketahui bermanfaat untuk menggeser berat badan bumil sedikit lebih maju dari kaki sehingga dapat meringankan ketidaknyamanan beban kehamilan.

 

Protecal Ladies, itulah beberapa hal yang perlu bumil ketahui mengenai penggunaan high heels saat hamil. Semoga bermanfaat dan semoga bumil dan janin selalu sehat!

fact
2018-12-28