Secara ilmiah, 80% tubuh manusia terdiri dari cairan. Hal inilah yang menyebabkan konsumsi air harus selalu diperhatikan dengan baik. Setidaknya Anda wajib mengonsumsi air minum sebanyak delapan gelas per hari. Jumlah ini adalah saran minimal untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Di Indonesia, air minum sendiri memiliki beragam jenis. Namun demikian, yang paling sering dikonsumsi adalah jenis air mineral dan air suling. Kira-kira manakah yang lebih baik untuk kesehatan?

 

Mengenal sumber air berasal

Untuk menentukan mana air minum yang lebih baik bagi kesehatan, Anda dapat melakukan pengamatan terkait dari mana air tesebut berasal. Dalam hal ini, air mineral umumnya diambil dari sumber mata air pegunungan yang diperkaya dengan kandungan mineral. Sebaliknya, air suling didapat dari proses perebusan air untuk menghasilkan uap untuk kemudian diambil embunnya dan disimpan dalam wadah bersih.

 

Memahami kandungan yang terdapat dalam air minum

Masing-masing jenis air minum memiliki kelebihan yang baik untuk tubuh. Diketahui air mineral mengandung magnesium dan kalsium empat kali lebih banyak jika dibandingkan dengan air suling. Kandungan zat magnesium berperan untuk mencegah penyakit jantung dan gangguan saraf, sementara kalsium dapat membentuk dan menjaga kesehatan tulang. Sebaliknya, pada air suling, kandungan mineral dan elektrolit ikut terbuang bersama kuman selama proses perebusan.

Air suling atau yang juga disebut sebagai air murni ini tidak disarankan untuk dikonsumsi jangka panjang. Merujuk pada hasil penelitian WHO, mengonsumsi air yang tidak mengandung mineral justru meningkatkan risiko osteoporosis, hipertensi, dan serangan jantung. Hilangnya elektrolit dalam air juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh.

 

Penggunaan air mineral dan air suling

Sejauh ini, air mineral lebih banyak dikonsumsi sebagai air minum harian. Sementara air suling justru lebih difungsikan untuk air aki dan air dalam setrika uap, sebab tidak mengandung mineral yang dapat merusak mesin. Karena dianggap begitu murni, air suling kerap digunakan pada berbagai fasilitas medis atau laboratorium. Meskipun demikian, pada beberapa kasus orang lebih memilih untuk mengonsumsi air suling karena bebas kontaminan.

 

Jawaban tentang mana yang lebih baik untuk kesehatan sebenarnya bergantung pada kebutuhan tubuh Anda. Namun, sekali lagi disarankan untuk tidak mengonsumsi air suling dalam jangka panjang karena memiliki efek samping untuk kesehatan tubuh. Tanpa mineral, air suling justru meningkatkan risiko osteoporosis dan gangguan kesehatan lainnya.

Sebagai langkah pencegahan, Anda dapat menambahkan PROTECAL SOLID ke dalam air minum. Kandungan kalsium yang cukup tinggi dari PROTECAL membantu memperkuat tulang dalam kurun waktu yang panjang. Tenang saja, suplemen ini bebas gula sehingga aman untuk dikonsumsi secara rutin karena tidak memicu diabetes dan kenaikan berat badan.

fact
16/08/2018

Osteoporosis merupakan gangguan kesehatan tulang yang disebabkan oleh berkurangnya massa tulang sehingga terjadi penurunan kualitas jaringan tulang. Akibatnya, osteoporosis menjadikan tulang lebih rapuh dan tidak kuat menopang berat tubuh. Sebagian besar masyarakat Indonesia memandang osteoporosis sebagai hal yang lumrah terjadi pada orang tua. Padahal pola hidup dan diet yang tidak sehat juga bisa memicu terjadinya osteoporosis pada Anda di usia muda.

Lantas, benarkah hanya wanita yang dapat menderita osteoporosis?

 

Wanita dan pria sama-sama berisiko osteoporosis

Jika Anda mendengar bahwa osteoporosis hanya terjadi pada wanita, maka hal tersebut tidak benar. Osteoporosis dapat menyerang tulang siapa saja yang kekurangan kalsium dan vitamin D. Artinya, baik wanita ataupun pria, keduanya sama-sama memiliki peluang terkena osteoporosis apabila tidak menjaga kesehatan tulang sejak dini. Walaupun memang pada wanita menopause lebih besar risikonya untuk terserang pengeroposan tulang.

 

Osteoporosis bukan bagian dari tanda-tanda penuaan

Protecal Ladies, perlu diketahui bahwa osteoporosis bukan merupakan bagian dari tanda-tanda penuaan. Faktanya, penuaan yang dialami oleh wanita dan pria akan mengurangi atau bahkan menghilangkan kepadatan tulang. Namun, hal ini dapat diminimalisir dengan pola diet seimbang. Pastikan Anda selalu mengonsumsi makanan yang diperkaya kalsium dan vitamin D, olahraga teratur, serta menerapkan gaya hidup sehat dan rutin memeriksakan kesehatan tulang.

 

Tidak semua osteoporosis disebabkan faktor keturunan

Menurut hasil riset yang dilakukan oleh Wooridul Spine Hospital di Korea Selatan, wanita dengan riwayat keluarga osteoporosis berisiko lebih tinggi terjangkit penyakit tulang ini. Akan tetapi, Anda yang keluarganya tidak memiliki riwayat osteoporosis bukan berarti kebal terhadap pengeroposan tulang. Pasalnya, pada beberapa kasus, osteoporosis juga akan menyerang mereka yang tidak menjalankan pola hidup sehat dan jarang memeriksakan kesehatan tulang.

 

Jangan pernah meremehkan osteoporosis

Tentu saja, osteoporosis adalah penyakit tulang yang cukup serius dan harus ditangani dengan segera. Tercatat setidaknya ada 20% penderita osteoporosis mengalami fraktur (patah) di bagian tulang pinggul, sementara beberapa lainnya mengalami komplikasi seperti pnenomia atau gumpalan darah di paru-paru yang berujung pada kematian.

Apabila Anda sudah positif mengidap osteoporosis, bukan berarti tidak ada cara untuk mengembalikan kondisi kepadatan tulang Anda. Untuk melindungi kesehatan tulang, cobalah untuk rutin mengonsumsi bahan makanan sumber vitamin D serta kalsium. Namun, untuk pencegahan lebih lanjut, Anda dapat mengonsumsi suplemen untuk perlindungan tulang.

 

Pastikan pilihan suplemen Anda jatuh pada PROTECAL BONE KAPLET. Suplemen yang kaya akan kalsium dan vitamin D ini sangat baik untuk mengembalikan kepadatan tulang. Tersedia dalam kemasan praktis berisi dua belas kaplet, PROTECAL BONE KAPLET aman dikonsumsi secara rutin termasuk bagi Anda yang memiliki penyakit maag.

fact
15/08/2018

Jogging atau berlari merupakan alternatif olahraga termurah dan cukup mudah untuk dilakukan. Anda dapat memilih berlari di pagi hari sebelum beraktivitas maupun sore hari setelah pulang kerja. Meski terlihat sederhana, lari ternyata dapat memberikan dampak yang cukup signifikan untuk kesehatan tubuh Anda, mulai dari meningkatkan kesehatan jantung dan pernapasan hingga memperkuat otot dan tulang. Protecal Ladies, masih malas untuk mulai berlari?

Lima motivasi ini bisa memicu semangat Anda untuk rutin berolahraga, terutama dengan berlari secara rutin. Yuk, cari tahu!

 

Cocok untuk segala usia

Olahraga lari cocok untuk segala usia, mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga mereka yang sudah berada di usia senja. Tentu saja, hal ini yang menjadi motivasi terbesar seseorang mau berlari secara rutin. Olahraga ini juga bisa dilakukan secara gratis tanpa dipungut biaya sehingga benar-benar ‘ramah’ untuk segala rentang usia.

 

Fleksibel dalam hal waktu

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, berlari atau jogging dapat dilakukan baik pada pagi maupun sore hari. Tawaran fleksibilitas ini tentu sulit Anda temukan pada jenis olahraga lainnya. Selain itu, tidak ada peraturan khusus yang menetapkan berapa lama durasi Anda berlari. Mau lima menit, sepuluh menit, atau satu jam, sah-sah saja dilakukan dan tetap memberi dampak positif untuk tubuh. Asalkan Anda berlari secara rutin, setidaknya sekali dalam satu hari.

 

Menghilangkan stres

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh London Institute of Mental Health, latihan fisik seperti berlari dapat menstimulus hormon endorfin dalam tubuh manusia. Hormon inilah yang secara aktif mengurangi atau bahkan menghilangkan stres. Dengan begitu, Anda akan merasa lebih bahagia dan rileks usai berlari. Tak heran beberapa orang memilih untuk berlari setelah pulang kerja agar perasaan, suasana hati, dan pikirannya kembali segar.

 

Terlihat awet muda

Motivasi lain yang bisa membangkitkan Anda semangat berlari adalah agar terlihat awet muda. Bagaimana tidak? Berlari mampu memberi rasa bahagia akibat produksi hormon endorfin. Selain itu, saat berlari di pagi hari, Anda juga berkesempatan untuk mendapat udara bersih yang kaya akan oksigen. Di samping bagus untuk pernapasan, udara segar di pagi hari juga baik untuk proses regenerasi kulit. Anda pun terhindar dari kulit kusam serta bebas kerutan.

 

Bermanfaat untuk keadaan darurat

Dalam hidup, sering kali Anda dihadapkan pada situasi yang tidak terduga. Beberapa bahkan mengancam keselamatan diri sendiri. Dengan rutin berlari, maka Anda dapat mengantisipasi kemungkinan kejahatan. Pasalnya, otot kaki sudah terlatih kekuatannya sebagai modal perlindungan diri untuk berlari mencari pertolongan ataupun melakukan perlawanan. Motivasi berlari yang satu ini tentu sangat pas bagi wanita aktif seperti Anda.

 

Jadi, apakah kini Anda sudah lebih termotivasi untuk semangat berlari? Pastikan saat berolahraga Anda tetap memenuhi kebutuhan air minum agar tubuh tidak dehidrasi. Tambahkan satu butir PROTECAL SOLID yang mampu memberi asupan kalsium untuk kesehatan tulang di masa mendatang. Selamat mencoba!

tips
10/08/2018

Sepatu hak tinggi saat ini memang menjadi primadona para perempuan. Perempuan kerap memakainya di berbagai aktivitas seperti ke kantor, pesta, jalan-jalan, dan lainnya. Tapi tahukah Protecal Ladies bahwa dalam jangka panjang, sepatu berhak tinggi dapat menimbulkan banyak risiko? Yuk, kenali risiko apa saja yang bisa terjadi jika Anda terlalu sering memakai sepatu hak tinggi.

 

Perubahan jari kaki

Sepatu hak tinggi dapat menyebabkan tekanan secara terus menerus pada telapak kaki bagian depan. Terutama bila ujung sepatu lancip dan ukuran terlalu kecil sehingga dapat menyebabkan kelainan bentuk kaki, di antaranya hammer toes atau kondisi tiga jari kaki paling tengah jadi bengkok. Kondisi ini terjadi ketika ujung jari kaki dipaksa turun oleh sepatu hak dan mengakibatkan deformitas.

Risiko lainnya adalah bunion atau benjolan tulang pada sendi di pangkal jempol kaki. Pertumbuhan tulang yang disebabkan oleh bunion dapat menimbulkan rasa nyeri dan jempol kaki bengkok.

 

Perubahan postur tubuh

Menggunakan sepatu hak tinggi akan mengharuskan Protecal Ladies untuk menyesuaikan postur tubuh demi menjaga keseimbangan. Kaki akan menumpu tambahan beban tubuh sebesar 20% sehingga otot-otot pinggul dan lutut harus bekerja lebih keras. Lutut akan mendapat tekanan lebih besar dan dalam jangka panjang akan menimbulkan perubahan postur tubuh yang berujung pada munculnya berbagai gangguan tubuh.

 

Fraktur halus

Sepatu dengan hak tinggi bisa menekan tulang telapak, jari-jari kaki, dan saraf-saraf di area sekelilingnya. Hal ini dapat menyebabkan fraktur halus atau keretakan. Tekanan berlebihan pada telapak kaki bagian depan dapat menyebabkan rasa sakit akut dan keretakan pada tulang kaki (metatarsalgia). Selain itu, stiletto atau hak tinggi dengan ujung lancip juga berisiko tinggi membuat Protecal Ladies keseleo dan jatuh.

 

Peradangan sendi dan tendon

Tekanan pada lutut karena sepatu hak tinggi dapat memicu osteoarthritis. Hal ini lantaran gesekan ujung tulang penyusun sendi mengakibatkan peradangan dan rasa nyeri.  Selain osteoarthritis, pemakaian sepatu hak juga dapat menimbulkan peradangan pada tendon. Kondisi ini bisa terjadi akibat peradangan pada tendon Achilles atau jaringan ikat yang menghubungkan otot betis di kaki bawah bagian belakang ke tulang tumit.

Penyakit ini disebut Achilles tendinitis yang menyebabkan nyeri dan bengkak pada tumit ketika berjalan. Jika hal ini terjadi terus menerus, maka tendon Achilles akan robek dan dapat membuat Anda tidak bisa berjalan.

 

Melihat banyaknya risiko yang ditimbulkan oleh sepatu hak tinggi, ada baiknya bila kebiasaan tersebut dikurangi. Bukan berarti Protecal Ladies harus berhenti memakai sepatu hak tinggi secara total. Namun, bisa dengan memilih sepatu yang haknya sekitar 2-4 cm saja, selingi penggunaan sepatu hak dengan flat shoes, dan juga hindari memilih ujung sepatu hak yang terlalu lancip.

fact
27/07/2018
The Latest Article

Saat hamil, tubuh akan mengalami perubahan dan memberikan reaksi-reaksi tertentu untuk menyesuaikan diri. Salah satunya adalah rasa sakit di area punggung. Kondisi ini terjadi di daerah sendi sakroiliaka, yaitu area tulang panggul yang bertemu dengan tulang belakang. Biasanya rasa nyeri ini kerap muncul ketika Protecal Ladies membungkukkan badan ketika hamil.

Meski wajar terjadi, kondisi tersebut sebaiknya tak dibiarkan begitu saja, apalagi jika sampai mengganggu aktivitas sehari-hari. Kabar baiknya, ada beberapa cara yang bisa Protecal Ladies lakukan untuk menghindari sakit pada tulang belakang saat hamil.

 

Massage

Karena merasa sakit di bagian tulang belakang, biasanya Protecal Ladies akan kesulitan berjalan hingga bangun dari duduk. Jangan memaksakan diri, ya. Jika hal tersebut sampai terjadi, Protecal Ladies bisa meminta pasangan untuk segera melakukan massage atau pijatan ringan pada bagian punggung bawah.

Selain itu, usahakan untuk tidak mengenakan high heels selama hamil agar risiko nyeri tulang belakang bisa diminimalisir. Lalu, ketika ingin mengambil sesuatu di bawah, jangan langsung membungkukkan tubuh. Tekuklah lutut terlebih dulu.

 

Kompres punggung

Anda bisa menghindari sakit pada tulang belakang saat hamil dengan mengompres punggung selama 20 menit setiap hari. Kompres punggung Anda dengan handuk yang telah diisi es batu. Kompres hangat juga bisa Anda lakukan dengan menempelkan botol yang berisi air hangat ke punggung. Hal ini dapat membantu meringankan rasa sakit. Pastikan waktu istirahat Anda cukup.

 

Perbaiki postur tubuh

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk memperbaiki postur tubuh demi menghindari sakit pada tulang belakang saat hamil. Salah satunya adalah menghindari posisi membungkuk saat Anda duduk. Lalu, usahakan untuk tidak berlama-lama bertahan pada satu posisi saja. Ketika berdiri dari duduk, Protecal Ladies bisa menegakkan punggung senyaman mungkin.

Selain itu, memperbaiki postur tubuh juga bisa dilakukan ketika tidur. Saat tidur, cobalah untuk melakukannya dalam posisi menyamping. Hal ini dapat membantu meringankan nyeri punggung ketika hamil.

 

Rutin berolahraga

Sudah menjadi rahasia umum bahwa olahraga dapat membuat tubuh jadi lebih sehat. Namun, lebih dari itu, olahraga juga bisa membantu melenturkan otot sehingga membantu mengurangi tekanan yang ada pada tulang belakang.

Protecal Ladies tidak harus melakukan olahraga yang berat, kok. Beberapa jenis olahraga yang ringan dan cukup aman dilakukan saat hamil adalah berjalan kaki dan sepeda statis. Sebagai bonus, rutin berolahraga juga dapat membantu memperkuat otot perut, lho.

 

Gunakan bantal untuk menyangga perut dan punggung

Untuk menghindari sakit tulang belakang dan bisa tidur dengan nyenyak, Anda dapat menggunakan bantal untuk penyangga. Misalnya, saat berbaring, coba lakukan dengan posisi tubuh menyamping dan sisipkan bantal di bagian perut dan punggung untuk menyangga. Lalu, tekuk lutut dan selipkan bantal di antara paha agar pinggul dapat seimbang.

 

Berenang

Protecal Ladies, berenang ternyata sangat baik dilakukan selama kehamilan, lho. Gerakan mengayuh maupun sekadar berjalan dalam kolam akan membantu mengurangi tekanan yang ada pada tulang belakang. Alhasil, rasa sakit pada tulang belakang pun bisa berkurang. Berenang juga dapat memperkuat punggung, otot lengan dan kaki, serta membuat rasa nyaman di seluruh tubuh.

 

Sakit pada tulang belakang saat hamil memang wajar terjadi, tetapi Protecal Ladies bisa mencegahnya dengan melakukan beberapa hal di atas. Agar kekuatan tulang terus terjaga, Anda juga bisa rutin mengkonsumsi Protecal yang aman untuk ibu hamil. Namun, bila rasa sakit pada tulang belakang terus berlanjut, sebaiknya segera berkonsultasilah pada dokter.

tips
2018-09-17

Bayi yang lahir sehat dan normal merupakan dambaan setiap orang tua. Namun, ada kalanya bayi dapat mengalami kelainan pada tulang bawaan sejak dia lahir. Hal ini salah satunya disebabkan oleh gangguan metabolisme ketika proses pembentukan tulang sejak dalam kandungan. Apa saja kelainan tulang pada bayi baru lahir? Simak ulasannya di bawah ini!

 

Osteomalacia

Pada bayi yang mengalami osteomalacia, struktur tulang berubah menjadi lunak. Kelainan ini akan menyebabkan tulang bayi menjadi sangat rapuh sehingga lebih mudah terjadi patah tulang. Karena tulang yang terlalu rapuh, patah tulang bahkan bisa terjadi akibat benturan ringan.

 

Spina Bifida

Spina bifida membuat bayi memiliki tulang punggung yang tidak terbentuk dengan normal. Kelainan tulang belakang pada bayi baru lahir ini dapat menimbulkan berbagai komplikasi. Beberapa di antaranya seperti hydrocephalus, saraf lemah dan terjadi kelumpuhan. Spina bifida akan membuat saraf tulang belakang keluar sehingga harus dioperasi.

 

Kaki bengkok

Kelainan tulang bawaan pada bayi baru lahir ini dapat mempengaruhi bentuk pada telapak kaki menjadi tidak normal. Bayi yang mengalami kelainan kaki bengkok, telapak kakinya akan membengkok ke dalam, lebih pendek, dan melebar. Hal ini juga dapat terjadi ketika bayi mengalami polio.

 

Osteogenesis imperfecta

Penyakit kelainan tulang bawaan ini juga disebut dengan rapuh tulang. Bayi yang baru lahir dengan kondisi osteogenesis imperfecta (OI) akan mengalami risiko patah tulang. Biasanya, bayi juga akan mengalami masalah gigi dan kelemahan otot. Namun, penyakit ini terbilang jarang terjadi karena perbandingannya hanya satu dari 20.000 kelahiran. 

 

Craniosynostosis

Pada kondisi craniosynostosis, tengkorak kepala bayi tidak terbentuk secara sempurna. Kelainan tulang ini bisa terjadi ketika jaringan sutura (jaringan yang menghubungkan lempeng tulang tengkorak) menutup lebih cepat dari semestinya. Inilah yang membuat otak bayi tidak mampu berkembang sempurna.

 

Skoliosis

Kemungkinan besar Anda pasti sudah tidak asing dengan kelainan tulang satu ini. Skoliosis menyebabkan tulang belakang berbentuk huruf “S” sehingga posisi tubuh antara kanan dan kiri jadi tidak seimbang. Pada banyak kasus, penyakit skoliosis ini disebabkan oleh faktor keturunan.

 

Spondilitis

Sama seperti skoliosis, spondilitas juga kebanyakan disebabkan oleh faktor keturunan. Bedanya, spondilitis merupakan kelainan dalam bentuk infeksi tulang belakang yang menyebabkan pertumbuhannya terganggu. Alhasil, bentuk tulang belakang pun jadi tidak sempurna. Selain faktor keturunan, kurangnya konsumsi kalsium pada ibu hamil juga dapat mengganggu perkembangan tulang pada janin.

 

Agar bayi bisa terhindar dari berbagai kelainan tulang di atas, Protecal Ladies bisa mengkonsumsi Protecal secara rutin. Suplemen kalsium ini aman dikonsumsi selama kehamilan dan dapat membantu mencegah ibu hamil kekurangan kalsium. Yuk, penuhi kecukupan kalsium untuk pembentukan tulang pada janin dengan mengkonsumsi Protecal!

fact
2018-09-14

Protecal Ladies, perlu diketahui bahwa tidak semua penyakit disebabkan oleh faktor keturunan, termasuk penyakit tulang. Pada beberapa kasus seperti kecelakaan, trauma, infeksi, virus, atau bahkan pengeroposan akibat kurangnya kalsium juga dapat memicu penyakit tulang. Untuk menghindari kesalahpahaman tentang beberapa penyakit tulang ini, Protecal sudah merangkum penjelasan ringkasnya untuk Anda.

 

Gout

Gejala awal penyakit tulang yang satu ini masih sering dianggap sebagai rematik. Padahal, gout merupakan penyakit tulang yang disebabkan oleh peningkatan konsentrasi asam dalam pertumbuhan tulang. Umumnya, penyakit tulang ini menyerang orang-orang yang kelebihan berat badan. Gout ditandai dengan kondisi sulit bergerak, bengkak, dan kemerahan. Pengobatannya berupa suntikan zat urikosorik guna menurunkan kadar asam urat dalam darah.

 

Kifosis, Lordosis, dan Skoliosis

Anda mungkin pernah mendengar tiga istilah kelainan tulang ini saat duduk di bangku sekolah. Kifosis yaitu kelainan tulang belakang yang melengkung ke depan sehingga penderita akan mengalami bungkuk. Umumnya, penyakit tulang ini disebabkan oleh kelemahan otot di punggung atas. Sebaliknya, lordosis adalah kelainan tulang belakang yang membuat punggung penderita melengkung masuk menuju area pinggang. Penyebabnya cukup beragam, mulai dari postur tubuh yang keliru saat duduk hingga sering mengangkat benda berat.

Sedangkan, skoliosis merupakan kondisi tulang belakang yang bengkok ke kanan atau kiri akibat kebiasaan postur duduk yang keliru atau terjadinya kegagalan fungsi sistem saraf dan otot. Dengan demikian, baik kifosis, lordosis, dan skoliosis bukanlah penyakit tulang yang dipicu oleh faktor keturunan.

 

Osteogenesis Imperfecta

Berbeda dari penyakit tulang sebelumnya, osteogenesis imperfecta merupakan gangguan tulang yang disebabkan oleh faktor keturunan. Umumnya, penyakit ini ditandai dengan keretakan tulang pada sebagian besar patologis dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda. Tentu saja, penyakit ini sulit dideteksi sejak dini. Pemeriksaannya bahkan cukup panjang, baik secara medis hingga riwayat kesehatan keluarga penderita. Osteogenesis imperfecta tidak dapat disembuhkan, tetapi bisa dicegah melalui terapi farmokologi serta penggunaan kursi roda.

 

Fibrous Dysplasia

Tidak jauh berbeda dari osteogenesis imperfecta, fibrous dysplasia juga merupakan penyakit tulang yang dipicu oleh kelainan genetik. Kondisi penderita fibrous dysplasia umumnya mengalami gangguan pertumbuhan pada jaringan fibrosa sehingga tulang menjadi rusak dan mudah patah. Umumnya, bagian tubuh yang diserang adalah tulang pinggul, tulang lengan atas, dan tulang wajah. Ditandai dengan kelainan bentuk pada tulang, penderita harus mengonsumsi obat-obatan seperti pamidronate atau dianjurkan untuk melakukan operasi.

 

Kanker tulang

Protecal Ladies, kanker tulang sering menyerang bagian kaki dan lengan. Hal inilah yang membuat pembengkakan pada bagian tulang dan persendian sehingga penderita akan sulit bergerak. Belum diketahui penyebab pasti kanker tulang, namun beberapa dokter tulang menduga bahwa penyakit ini disebabkan oleh mutasi struktur DNA sehingga sel-sel kanker terus bertumbuh. Penanganannya melalui operasi pengangkatan tulang atau amputasi jika sel kanker sudah menyebar ke luar tulang.

 

Setelah memahami dengan baik beberapa macam penyakit tulang tadi, semoga Anda tidak lagi salah kaprah tentang penyebab gangguan tulang tersebut. Penyakit tulang akibat faktor keturunan atau kebiasaan pola hidup yang salah dapat dicegah dengan menjaga asupan kalsium untuk tubuh. Dengan rutin mengonsumsi Protecal Solid, kesehatan tulang Anda bisa lebih terlindungi. Semoga bermanfaat!

fact
2018-08-23