Apakah Anda baru saja mengalami patah tulang? Cedera yang menyebabkan perubahan bentuk pada tulang ini tentu akan membuat Anda merasakan nyeri. Baik sebelum mendapatkan penanganan, hingga saat-saat pemulihan. Supaya kondisi Anda bisa cepat pulih, berikut cara menjaga kesehatan tulang pasca patah tulang.

 

Mencukupi kebutuhan energi tubuh

Pemulihan tulang setelah patah tulang ternyata membutuhkan energi dalam jumlah besar. Terlebih jika patah tulang yang Anda alami terjadi pada tulang yang terbilang panjang dan pokok. Tubuh akan membutuhkan lebih banyak energi untuk mengembalikan fungsi tulang seperti semula.

Untuk itu, perlu mengkonsumsi makanan yang bisa ditransfer menjadi energi untuk tubuh. Makanan yang dapat menjadi sumber energi biasanya mengandung banyak kalori. Namun, pastikan kalori tersebut tidak berbentuk gula karena justru akan memperlambat perbaikan tulang.

 

Perbanyak konsumsi protein

Salah satu kunci menjaga kesehatan tulang adalah dengan mengkonsumsi protein. Ini karena tulang sejatinya terbentuk dari susunan protein “hidup” yang diikat oleh mineral. Separuh volume tulang manusia bahkan terdiri atas protein. Saat patah tulang, susunan protein ini akan terurai sehingga tubuh pun mencoba mengumpulkan susunan protein baru.

Untuk itu, Anda butuh banyak asupan protein pasca patah tulang. Protein akan membantu pemulihan tulang lebih cepat dan efisien. Beberapa makanan yang tinggi protein adalah ikan tuna dan dada ayam tanpa kulit. Protecal Ladies bisa menjadikan keduanya sebagai menu harian pasca patah tulang.

 

Jangan menumpukan beban pada tulang yang patah

Terkadang tanpa sadar Anda menumpu tulang yang patah dengan beban tubuh. Lebih-lebih jika tulang yang patah merupakan bagian dari tubuh yang dominan seperti tangan kanan atau kaki kanan. Anda mungkin tanpa sadar akan berjalan dengan menumpu pada tulang yang patah karena telah menjadi kebiasaan.

Padahal tulang yang patah seharusnya tidak dikenai beban dahulu. Adanya beban yang menumpu pada tulang hanya akan memperlambat laju pemulihan tulang. Sebaiknya Anda berlatih untuk tidak menumpukan beban tubuh pada tulang yang patah dan beralih pada bagian yang sehat agar kesehatan tulang tetap terjaga.

 

Rutin melakukan terapi

Pasca operasi patah tulang, biasanya dokter akan menyarankan terapi fisik. Tujuannya adalah untuk menstimulus tubuh dalam pemulihan tulang. Jika patah tulang tergolong ringan, dokter akan merekomendasikan beberapa jenis latihan yang bisa dilakukan secara mandiri di rumah. Namun, jika patah tulang tergolong berat, ada terapi yang harus didampingi oleh ahli.

Latihan ini jelas akan terasa menyakitkan hingga membuat Anda berpikir untuk melewatkannya saja. Padahal latihan ini juga akan membantu pemulihan tulang Anda yang patah. Rutinlah melakukan terapi pasca operasi patah tulang, baik itu yang dilakukan secara mandiri maupun dengan ahli/terapis.

 

Setelah patah tulang, Anda diharuskan untuk menjaga kesehatan tulang dengan baik. Jika tidak, tulang Anda yang patah akan berisiko terkena penyakit lain seperti pengeroposan tulang. Anda tentu tidak ingin hal tersebut terjadi bukan? Lakukan tips di atas dan rutinlah mengkonsumsi Protecal yang mengandung Kalsium serta vitamin D yang mampu membantu pemulihan tulang.

tips
15/03/2019

Belakangan, terlihat beberapa orang tua mengunggah foto anaknya menggunakan helm di kepalanya. Akhir December lalu, salah satu artis Hollywood melakukan hal yang sama. Bayinya yang masih berusia 5 bulan menggunakan helm ini pula. Namun yang dikenakan bukan helm skateboard maupun helm sepeda. Lalu helm apakah yang digunakan bayi-bayi ini?

Diketahui, ini adalah sebuah helm terapi untuk bayi berusia sangat muda agar kepala mereka mempunyai bentuk yang normal. Kepala orang dewasa sudah terbentuk dan keras, sedangkan kepala bayi masih lunak dan bisa terus berkembang. Kepala yang lunak ternyata membantu bayi keluar dari kandungan ibu ketika dilahirkan, dan seiring berjalannya waktu tempurung kepala akan lebih kuat dan keras. Beberapa akan terbentuk bulat sempurna, sayangnya ada juga yang tidak.

Kondisi apakah ini?

 

Plagiocephaly

Plagiocephaly atau sering disebut dengan ‘kepala peyang’ yang disebabkan karena bayi sering tidur di posisi yang sama, yang membuat kepala bayi terbentuk datar di bagian tertentu, tergantung dari posisi tidur si bayi. Plagiocephaly tidak menyakitkan buat bayi, namun ketika bayi tumbuh dewasa, bentuk kepala akan susah untuk dibuat sempurna kembali. Dalam kehidupan sehari-hari, dokter menyarankan kepada orangtua untuk rajin mengganti posisi tidur bayi. Dan kalaupun harus menggunakan helm terapi, usia yang paling tepat adalah dimulai dari 6-8 bulan.

 

Craniosynostosis

Craniosynostosis adalah kondisi dimana kepala bayi mengeras dan terbentuk di umur yang masih muda. Hal ini disebabkan oleh faktor genetik. Gejala dari craniosynostosis adalah sebagai berikut:

  • Bentuk kepala yang tidak seimbang
  • Fontanel (perekat tempurung bayi) yang tidak seimbang
  • Bentuk ukuran kepala yang tidak normal
  • Sakit kepala
  • Mata menjadi lebar
  • Kesulitan dalam proses belajar hal baru
  • Kehilangan penglihatan

 

Terapi helm ini mengharuskan bayi menggunakan helm selama 23 jam per hari. Dan dianjurkan untuk memulai terapi ini ketika tempurung kepala belum terbentuk dan mengeras. Jangka waktu penggunaan helm bisa memakan waktu 3 bulan atau lebih, tergantung dari permasalahan yang ada. Selama terapi ini, bayi juga disarankan untuk rajin dibawa kontrol ke dokter agar helm bisa diatur sesuai dengan perkembangan bayi. 

Banyak yang menganggap terapi ini akan menyusahkan bayi untuk beraktivitas. Ataupun bisa menyebabkan ketidaknyamaan terhadap kulit kepala. Tapi perlu diingat lagi, helm ini adalah bukan helm olahraga pada umumnya. Mereka menggunakan bahan yang berbeda dari helm pada umumnya.

Pada kesimpulannya, kita bisa mencegah bentuk kepala bayi menjadi ‘peyang’ dengan secara rajin mengubah posisi tidur bayi. Namun, jika usaha tersebut sudah dilakukan namun tidak berhasil, ada baiknya kita segera menemui dokter untuk diagnosis lebih lanjut. Terkadang kondisi genetik bisa saja terjadi tanpa kita sadari lebih awal.

fact
28/02/2019

Banyak hal yang harus dihindari oleh wanita saat hamil, tak terkecuali high heels. Sebelum mengandung buah hati, kamu mungkin hobi menggunakan jenis sepatu yang satu ini, Protecal Ladies. Namun saat tengah mengandung, menghindari penggunaan high heels bisa jadi pilihan terbaik. Meskipun tidak ada larangan bagi ibu hamil untuk memakai high heels, ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui dan perhatikan. Apa saja? Berikut informasinya!

 

  1. Kemungkinan terjatuh saat memakai high heels
    Meskipun sudah terbiasa menggunakan heels, kamu harus sadar akan kemungkinan terjatuh bila memakai high heels saat hamil. Kemungkinan ini bisa terjadi karena perubahan postur saat hamil akan mengubah titik tumpu. Perubahan ini biasanya terjadi pada tulang belakang dan dipengaruhi kondisi ibu hamil yang akan membawa beban di depan. Karena tumpuan berdirinya tidak sama, ibu hamil dapat hilang keseimbangan dan terjatuh.
  1. High heels membuat betis bumil mengencang dan mengakibatkan kram
    Berdasarkan informasi dari The Pregnancy Centre, high heels dapat membuat betis ibu hamil mengencang dalam waktu lama dan bisa mengakibatkan kram. Jika mengalami sakit punggung, itu adalah pertanda ibu hamil perlu mengganti alas kaki menggunakan sepatu flat atau tanpa tumit tinggi. Namun bila bumil memang sangat suka memakai high heels, sebaiknya tidak terus menerus mengenakan sepatu bertumit tinggi tersebut untuk menghindari kram.
  1. Munculnya rasa sakit di bagian bawah punggung
    Saat hamil, tubuh bumil sedang dalam masa memproduksi lebih banyak hormon yang bermanfaat agar bayi dapat lebih mudah turun ke pintu atas panggul. Kondisi ini berakibat pada mengendurnya ligamen dalam tubuh. Pengenduran ligamen dapat berakibat pada pinggul, panggul, dan sendi-sendi punggung yang menjadi lemah dan lebih mudah bergeser. Saat memakai high heels, postur tubuh bumil dapat berubah sehingga menjadi bertumpu pada area-area yang rentan tersebut.
  1. Anjuran high heels yang digunakan saat hamil
    Saat sedang mengandung buah hati, bumil bukannya dilarang memakai high heels. Sebenarnya, bumil justru dianjurkan memakai heels atau sepatu bertumit, namun dengan batasan tertentu. Selama hamil, bumil dianjurkan menggunakan sepatu dengan tinggi heels maksimal 3 cm. Tinggi tersebut diketahui bermanfaat untuk menggeser berat badan bumil sedikit lebih maju dari kaki sehingga dapat meringankan ketidaknyamanan beban kehamilan.

 

Protecal Ladies, itulah beberapa hal yang perlu bumil ketahui mengenai penggunaan high heels saat hamil. Semoga bermanfaat dan semoga bumil dan janin selalu sehat!

fact
28/12/2018

Selama masa kehamilan, ibu hamil membutuhkan asupan gizi yang mencukupi. Pola makan dan konsumsi berbagai suplemen hamil menjadi salah satu kunci bagi asupan gizi yang terpenuhi. Salah satu zat gizi yang memiliki peran penting bagi kesehatan ibu hamil dan janin adalah Kalsium.  Kalsium sangat perlu diperhatikan oleh ibu hamil sejak awal kehamilan. Kenapa ibu hamil perlu Kalsium? Berikut jawbannya!

 

  1. Bahan baku utama pembentukan tulang dan gigi janin
    Selama berada dalam kandungan, janin membutuhkan Kalsium sebagai bahan baku utama pembentukan tulang dan gigi. Oleh karena itu, Protecal Ladies diwajibkan untuk memenuhi kebutuhan Kalsium selama masa kehamilan. Tingkat kebutuhan harian Kalsium yang meningkat selama masa kehamilan bermanfaat bagi kesempurnaan tumbuh kembang janin. Selain itu, Kalsium juga bermanfaat mendukung pembentukan kekuatan saraf dan otot dalam tubuh janin.
  1. Bila asupan Kalsium kurang, Kalsium dalam tubuh ibu hamil akan diserap janin
    Mengingat Kalsium berperan penting dalam pembentukan organ tubuh janin, tubuh janin secara otomatis memiliki sistem yang akan menyerap Kalsium dalam tubuh ibu hamil jika asupan Kalsium yang didapatkannya kurang. Apabila hal ini berlangsung terus-menerus, maka ibu hamil berisiko mengalami keropos pada tulang dan gigi. Hal ini tentunya akan membuat ibu hamil kurang sehat dan mengancam keselamatan janin.
  1. Wanita memiliki kebutuhan Kalsium yang sudah cukup tinggi
    Bila dilihat berdasarkan angka kecukupan gizi 2013, kebutuhan Kalsium harian wanita Indonesia secara umum lebih tinggi dibanding pria. Kebutuhan ini akan semakin meningkat saat masa kehamilan. Kondisi inilah yang membuat kebutuhan Kalsium harian ibu hamil menjadi sangat tinggi, Protecal Ladies. Terutama bagi masa kehamilan trimester awal hingga akhir, ibu hamil membutuhkan tambahan 200 mg Kalsium setiap harinya.
  1. Membuat tulang ibu hamil menjadi lebih kuat
    Saat hamil, wanita memiliki kemampuan menyerap lebih banyak Kalsium dan memproduksi lebih banyak estrogen yang bermanfaat dalam menguatkan tulang. Kondisi ini pada akhirnya akan membuat tulang ibu hamil menjadi jauh lebih kuat. Kalsium sendiri mempunyai fungsi penting bagi otot ibu hamil terutama saat nantinya terjadi kontraksi. Asupan Kalsium yang mencukupi dapat membantu ibu hamil untuk bisa lebih relaks saat mengalami kontraksi.
  1. Mencegah kenaikan berat badan berlebih
    Ibu hamil memerlukan Kalsium sekitar 1.200 mg per hari atau setara dengan 3 gelas susu berukuran 200 ml. Selain itu, ibu hamil juga harus berkonsultasi dengan dokter mengenai sumber asupan Kalsium. Sebuah studi dari University of Tennessee menunjukkan bahwa mengkonsumsi Kalsium dari susu tanpa gula bermanfaat mencegah kenaikan berat badan berlebih saat hamil. Asupan Kalsium juga bisa ditambah dengan mengkonsumsi suplemen Kalsium.

 

Itulah beberapa alasan kenapa Kalsium sangat penting bagi ibu hamil, Protecal Ladies. Semoga bermanfaat!

fact
21/12/2018
The Latest Article

Saat merasa pegal, apa gerakan refleks Anda? Kebanyakan mungkin akan menjawab melakukan gerakan peregangan ringan hingga terdengar bunyi ‘krek’. Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya dari manakah suara tersebut berasal dan apakah normal jika suara tersebut sering terdengar saat sedang merengangkan tubuh? Berikut penjelasannya.

 

Penyebab bunyi krek saat meregangkan sendi

Salah satu gerakan reflek yang kerap dilakukan saat seseorang merasa pegal adalah merengangkan persendiannya. Gerakan peregangan ini biasanya dilakukan hingga terdengar bunyi ‘krek’ dari persendian. Sebenarnya, berasal dari manakah bunyi krek tersebut? Apakah memang benar-benar dari tulang dan persendian yang digerakkan?

Ternyata, saat Anda meregangkan sendi dengan gerakan menghentak yang kuat, ruang yang ada dalam persendian akan membesar. Saat ruang dalam persendian membesar maka tekanan di dalam sendi akan menurun. Kondisi tersebut kemudian akan mendorong kandungan gas dari cairan di dalam sendi akan terlepas. Nah, pelepasan gas inilah yang kemudian menimbulkan bunyi ‘krek’.

 

Bahayakah merengangkan sendi hingga bunyi ‘krek’ ?

Lalu kini pertanyaannya, apakah meregangkan sendi hingga terdengar bunyi ‘krek’ bisa membahayakan? Jawabannya tergantung pada frekuensi Anda melakukannya. Jika Anda melakukan peregangan sendi satu / dua kali saja dan tidak menjadikannya sebagai sebuah kebiasaan maka tidak akan ada masalah yang timbul.

Namun lain halnya jika Anda menjadikan aktivitas tersebut sebagai sebuah rutinitas. Meregangkan persendian hingga berbunyi ‘krek’ terlalu sering akan mengubah koordinasi persendian. Apabila dilakukan secara terus-menerus bentuk sendi bahkan akan berubah menjadi semakin besar. Tentu saja hal ini akan membahayakan kesehatan tulang dan bagian tubuh lainnya. Perlu diketahui, persendian yang membesar ini jelas akan membawa dampak buruk karena bisa membuat kekuatan tulang menjadi lemah dan mudah rapuh.

Protecal Ladies, kebiasaan meregangkan persendian pada bagian leher bahkan dianggap mampu meningkatkan risiko stroke. Ini karena meregangkan persendian akan menyebabkan kerusakan pada bagian pembuluh nadi / arteri. Gerakan peregangan yang salah juga berpotensi menyebabkan syaraf terjepit. Padahal seperti yang Anda ketahui, syaraf yang ada di sekitar leher memiliki peranan penting bagi tubuh sehingga sedikit kerusakan saja bisa menyebabkan gangguan motorik hingga kelumpuhan. Sangat fatal, bukan?

 

Apa yang sebaiknya dilakukan untuk meregangkan sendi?

Jika meregangkan persendian hingga berbunyi krek harus dihindari, lalu apa yang sebaiknya dilakukan? Ada baiknya Anda mulai membuat jadwal harian untuk berolahraga secara rutin. Tidak perlu gerakan fisik yang terlalu berat, jogging ringan di pagi hari saja sudah cukup. Meningkatkan intensitas aktivitas tubuh akan membantu produksi pelumas pada persendian naik. Saat sendi terlumasi dengan baik maka Anda akan jarang merasa nyeri.

Apabila sudah menjadi kebiasaan, Anda sebaiknya melakukan peregangan secara lembut dan berhati-hati. Hindari gerakan yang terlalu menghentak atau terlalu kencang. Melakukan peregangan terlalu kencang hanya akan menambah beban ekstra pada persendian dan meningkatkan risiko radang sendi. Sebaliknya, lakukanlah secara perlahan sambil menarik nafas perlahan. Gerakan seperti ini tidak hanya membantu meregangkan sendi tetapi juga membantu melancarkan peredaran darah. 

 

Ternyata meregangkan persendian hingga menimbulkan bunyi ‘krek’ justru membahayakan untuk tubuh. Oleh karena itu, sebaiknya Anda mulai mengurangi kebiasaan tersebut dan menggantinya dengan aktivitas fisik lainnya yang lebih aman untuk persendian, seperti jogging atau yoga. Anda juga bisa melengkapinya dengan mengkonsumsi Protecal Solid yang tinggi kalsium sehingga baik untuk menjaga kesehatan tulang hingga masa tua nanti.

fact
2019-05-10

Protecal Ladies, terlalu lama bekerja di depan komputer terkadang membuat leher terasa kaku dan nyeri. Kondisi ini tentu membuat Anda tidak nyaman bekerja sehingga berpengaruh pada hasil pekerjaan yang diselesaikan. Anda bisa mencegah sakit leher dengan memakai bantal rendah selama tidur serta mengompres leher dengan air dingin secara rutin. Namun, cara ini hanya bisa dilakukan saat Anda sudah berada di rumah.

Untuk mengatasi sakit leher saat bekerja di kantor, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Cobalah untuk meluangkan waktu sejenak, regangkan otot dengan gerakan-gerakan sederhana. Berikut penjelasan selengkapnya.

 

Gerakan peregangan leher

Tidak perlu beranjak dari tempat duduk, Anda bisa melakukan gerakan peregangan untuk melemaskan otot-otot leher. Caranya, duduklah dalam posisi tegak dengan pandangan lurus ke depan. Miringkan kepala ke samping kanan, kemudian letakkan tangan di atas kepala hingga menyentuh daun telinga. Tahan selama 20 detik dan ulangi gerakan ini untuk sisi sebaliknya. Lakukan sebanyak tiga kali atau hingga Anda merasa lebih rileks.

 

Memutar kepala ke kedua sisi

Selain meregangkan leher, Anda juga bisa memutar kepala ke kedua sisi untuk mencegah nyeri dan kaku. Mirip dengan gerakan sebelumnya, Anda bisa duduk pada posisi tegak sambil memutar kepala dari sisi kanan ke sisi kiri atau sebaliknya. Kemudian tengok kepala ke kanan, tahan selama 20 detik dengan tangan. Lanjutkan dengan kembali memutar kepala dan tengok ke kiri. Ulangi hingga otot-otot leher terasa lebih ringan dibandingkan sebelumnya.

 

Mendorong telapak tangan

Untuk mengurangi dan mencegah leher kaku, Protecal Ladies perlu melakukan peregangan sederhana selama beberapa waktu. Jika memang sedang banyak pekerjaan, Anda bisa mencoba gerakan sederhana dengan mendorong telapak tangan lurus ke depan. Agar otot-otot leher meregang sempurna, cobalah untuk terlebih dulu mengangkat kedua lengan lurus sehingga telapak tangan menghadap langit-langit. Rekatkan kedua telapak, lalu dorong ke depan secara perlahan. Tahan posisi ini selama beberapa waktu dan ulang hingga lima kali.

 

Putar-putar bahu

Satu lagi gerakan yang bisa membantu Anda untuk menghindari risiko sakit leher akibat terlalu lama duduk menghadap laptop, yaitu dengan melakukan beberapa putaran pada bahu. Caranya, bangkit sejenak dari posisi duduk Anda, lalu buka kaki selebar bahu dan biarkan lengan berada di sisi tubuh. Lanjutkan dengan gerakan memutar bahu ke arah depan dan belakang secara bergantian. Ulangi dengan gerakan yang berlawanan. Ulangi hingga 10 kali atau sampai otot-otot di sekitar leher dan bahu menjadi lebih rileks.

 

Itulah beberapa gerakan peregangan sederhana yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi atau bahkan mencegah sakit leher. Meski terlihat sepele, kondisi leher yang tegang dan kaku tentu membuat Anda sulit bergerak dan tidak nyaman dalam beraktivitas. Oleh karena itu, pastikan untuk mencoba gerakan peregangan di atas agar tubuh kembali rileks.

Sebagai langkah preventif, Protecal Ladies juga bisa memanfaatkan jam istirahat secara maksimal untuk meregangkan tubuh. Berjalan-jalan ke pantry atau kantin bisa mengurangi risiko sakit leher maupun kram pada beberapa bagian otot tubuh lainnya. Selain itu, pastikan Anda rutin berolahraga agar otot tubuh tetap lentur dan tulang kuat. Bila perlu, tambahkan suplemen kalsium Protecal Solid yang memenuhi kebutuhan kalsium sehingga tulang kuat dan Anda terhindar dari osteoporosis.

tips
2019-04-25

Protecal Ladies, penyakit osteoporosis yang mengakibatkan berkurangnya kepadatan massa tulang ternyata tidak hanya menyerang wanita dewasa, tetapi juga bisa menyerang Anda yang masih berusia muda. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh International Osteoporosis Fondation, diperkirakan sekitar 200 juta wanita di seluruh dunia berisiko osteoporosis. Kasus osteoporosis di Indonesia sendiri sebagian besar diakibatkan karena kekurangan kalsium, terutama bagi wanita yang memasuki usia menopause.

 

Penyebab berkurangnya kepadatan tulang

Meski sering dianggap remeh, ternyata osteoporosis merupakan penyakit tulang yang mematikan dan wajib diantisipasi. Oleh karena itu, Anda wajib mengetahui penyebab berkurangnya kepadatan tulang yang bisa memicu osteoporosis, antara lain faktor genetik, aktivitas fisik yang terlampau berat, kekurangan kalsium, jarang berolahraga, hingga penyakit degeneratif yang mengakibatkan terjadinya osteoporosis. Dengan begitu, Anda yang masih muda juga memiliki risiko osteoporosis yang cukup tinggi jika tidak menjalankan pola hidup sehat.

 

Mendeteksi gejala osteoporosis

Pada dasarnya, tidak mudah mendeteksi gejala osteoporosis sejak dini. Namun, Protecal Ladies bisa mewaspadai, jika sering mengalami sakit punggung, postur tubuh membungkuk, penurunan tinggi badan, hingga sering cedera tulang merupakan gejalan osteoporosis. Jika sudah semakin parah, penyakit osteoporosis membuat tulang lebih rapuh dan mudah retak. Bagian-bagian yang rawan keretakan umumnya di sekitar lengan, pangkal paha, pergelangan tangan, maupun tulang belakang.

 

Langkah pencegahan osteoporosis

Seperti kata pepatah, lebih baik mencegah daripada mengobati. Demikian pula dengan penyakit osteoporosis. Anda yang masih muda wajib melakukan upaya-upaya pencegahan agar terhindar dari penyakit tulang yang satu ini. Artinya, pencegahan osteoporosis wajib dilakukan sedini mungkin, sejak anak-anak dan remaja, agar menjelang usia lanjut nanti massa tulang yang Anda miliki dapat terakumulasi dengan baik.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan rutin berolahraga setiap hari. Anda bisa melakukan olahraga ringan seperti stretching maupun jogging di sekitar kompleks perumahan. Meski terlihat sederhana, gerakan stretching dan jogging dapat meregangkan otot-otot tubuh sehingga kepadatan tulang bisa terjaga secara maksimal meskipun aktivitas yang Anda lakukan cukup padat setiap harinya.

 

Konsumsi bahan makanan kaya kalsium dan vitamin D

Tidak cukup hanya dengan rutin berolah raga, Anda juga wajib mengkonsumsi bahan makanan yang kaya akan kalsium dan vitamin D untuk mencegah serangan osteoporosis di usia muda. Anda bisa mendapatkan asupan kalsium yang tinggi dengan rutin minum susu sehingga tulang tetap kuat dan sehat. Setidaknya dalam satu cangkir susu, Anda sudah bisa memenuhi 1/3 kebutuhan kalsium dalam tubuh. Nah, jika tidak ingin mengalami kegemukan, sebaiknya pilih susu sapi rendah lemak. Menambahkan bayam dalam menu makanan sehat juga bisa menjadi langkah terbaik mencegah osteoporosis. Perlu diketahui, sayuran hijau ini memiliki kandungan kalsium dan vitamin A, C, D, dan K yang tinggi dan dibutuhkan tulang. Kandungan kalsium juga bisa Anda temukan dalam kale, ikan salmon, dan buah kiwi.

 

Protecal Ladies, menyadari bahwa osteoporosis bisa menyerang usia muda, tentu sudah saatnya Anda semakin peduli terhadap asupan kalsium dalam tubuh. Pasalnya, ketika tubuh kekurangan kalsium maka cadangan dalam tulang yang akan diambil. Jika dibiarkan terus menerus, maka kepadatan tulang bisa berkurang, rapuh, dan berisiko terkena penyakit osteoporosis. Untuk itu, Anda perlu menerapkan pola hidup sehat dengan rajin berolah raga dan mengkonsumsi makanan bergizi.

Untuk perlindungan kepadatan tulang lebih maksimal dapat dilakukan dengan minum Protecal Solid agar tulang Anda kuat kini dan nanti. Suplemen kalsium ini praktis dan aman dikonsumsi sehari-hari karena tidak menimbulkan efek samping. Cegah osteoporosis dengan Protecal Solid!

tips
2019-04-12