Di masa pertumbuhannya, anak-anak membutuhkan asupan kalsium dalam jumlah banyak untuk mendukung kesehatan tulang dan giginya. Dengan memenuhi kebutuhan kalsium bagi anak, maka mereka dapat tumbuh tinggi dengan gigi yang lengkap dan kuat. Lebih lanjut, mineral kalsium berperan secara aktif dalam menjaga fungsi otot dan saraf sehingga sebagai orang tua wajib memenuhi kebutuhan asupan kalsium untuk anak.

  1. Meningkatkan kecerdasan anak
    Selain mengoptimalkan tinggi badan anak, dengan memenuhi asupan kalsium yang dibutuhkan anak setiap harinya, maka Anda juga berperan aktif dalam meningkatkan kecerdasan anak. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa kalsium juga turut membantu dalam menjaga fungsi otot dan sistem saraf anak. Dalam hal ini kalsium terlibat dalam mengantarkan sinyal-sinyal dari tulang belakang ke pusat sistem saraf di otak. Dengan kebutuhan asupan kalsium yang terpenuhi maka anak lebih cepat menangkap dan mencerna informasi yang didapatkan.

  2. Memperkuat daya tahan tubuh
    Protecal Ladies, pentingnya asupan kalsium untuk anak juga berpengaruh terhadap daya tahan tubuhnya. Tanpa disadari kalsium juga berperan dalam mengaktifkan enzim-enzim penghasil energi dalam tubuh. Dengan memenuhi asupan kalsium yang dibutuhkan, maka sistem daya tahan tubuh anak bekerja lebih baik sehingga dapat menangkal berbagai penyakit menular berbahaya.

  3. Menjaga sistem metabolisme
    Pembentukan hormon dan enzim yang dibutuhkan oleh sistem metabolisme tubuh juga dipengaruhi oleh kadar mineral kalsium. Jika jumlahnya tercukupi dengan baik, maka metabolisme di tubuh anak-anak juga bekerja secara optimal. Namun demikian, pastikan Anda juga memenuhi asupan nutrisi lainnya, sebab terlalu banyak menyimpan kalsium di dalam sistem metabolisme juga bisa mengakibatkan anak susah BAB.

 

Lalu Bagaimana Jika Kebutuhan Kalsium Tidak Terpenuhi?

Anak-anak yang kekurangan asupan kalsium cenderung lebih mudah terlihat lesu, lemah dan mudah berkeringat. Dalam kondisi yang parah anak-anak juga akan mengalami kram otot dan sulit tidur. Jika dibiarkan dalam jangka panjang maka anak-anak lebih berisiko terkena gangguan osteoporosis yang mengakibatkan tulang rapuh dan mudah patah. Bahkan, anak-anak yang tidak tercukupi kalsiumnya bisa terkena Rakitis, yaitu kelainan bentuk pada tulang akibat pelunakan sehingga anak menjadi bungkuk dan tidak mampu berjalan karena tulangnya rapuh.

 

Kira-kira Berapa Jumlah Ideal Kalsium Untuk Anak?

Setelah mempelajari pentingnya asupan kalsium untuk anak, Protecal Ladies juga wajib memahami jumlah ideal yang dibutuhkan anak-anak setiap harinya. Berdasarkan AKG Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2013, anak-anak di usia 0 – 6 bulan membutuhkan kalsium 200 mg, sementara usia 7 – 11 bulan sebesar 250 mg, 1 – 3 tahun 650 mg, dan 1.000 mg per hari untuk anak-anak di usia 4 tahun ke atas.

Sumber makanan terbaik yang bisa dikonsumsi anak-anak untuk memenuhi kebutuhan kalsium dalam tubuhnya bisa didapatkan dari susu, telur, kacang almond, serta sayuran hijau seperti bayam, brokoli, ataupun selada. Namun, Anda juga bisa menambahkan suplemen kalsium untuk memenuhi kebutuhan kalsium harian anak-anak. Salah satunya adalah Protecal yang sudah terbukti aman dikonsumsi harian untuk penuhi asupan kalsium untuk tulang.

 

Itulah tadi pentingnya asupan kalsium untuk anak yang perlu Anda pahami dengan baik. Untuk menjaga tulang tetap sehat kini dan nanti, pastikan Anda sudah memenuhi kebutuhan kalsium dalam tubuh dengan baik. Bila perlu minum Protecal Osteo yang tinggi Kalsium dan vitamin D yang mampu menjaga kepadatan tulang sehingga mencegah penyakit osteoporosis.

fact
14/12/2018

Protecal Ladies, penyakit tulang osteoporosis memang bisa dialami oleh siapa saja. Namun, beberapa orang di usia lanjut memiliki risiko lebih tinggi dan lebih cepat mengalami gangguan kepadatan tulang ini dibandingkan dengan mereka yang masih muda. Umumnya, osteoporosis ditandai dengan penurunan kualitas jaringan tulang yang menyebabkan berkurangnya massa tulang sehingga memicu tulang rapuh.

Selain diakibatkan karena kurang asupan kalsium, osteoporosis juga bisa muncul akibat 6 kebiasaan buruk yang tidak Anda sadari berikut ini.

 

Makan makanan asin secara berlebihan

Siapa sangka jika asupan garam berpengaruh besar terhadap risiko penurunan kepadatan tulang? Menurut dr. Frederick Singer, spesialis tulang dari Providence Saint John’s Health Center, Amerika Serikat, saat mengkonsumsi makanan asin secara berlebihan, maka natrium dalam darah meningkat sehingga tubuh melepaskan lebih banyak kalsium melalui urine. Dengan begitu, kebutuhan kalsium tulang tidak dapat dipenuhi secara optimal dan memicu risiko osteoporosis.

 

Kurang beraktivitas di luar ruangan

Setiap harinya selama 8 – 9 jam Anda banyak menghabiskan waktu untuk bekerja di dalam ruangan. Demikian pula ketika akhir pekan, Anda lebih memilih untuk beristirahat di rumah dibanding beraktivitas di luar ruangan. Padahal kebiasaan ini jika dibiarkan akan membuat tubuh kekurangan asupan vitamin D yang didapat dari sinar matahari. Perlu diketahui, vitamin D inilah yang membantu penyerapan kalsium dalam tulang sehingga wajib diperhatikan kadar pemenuhannya.

 

Diet protein

Belakangan tren diet protein kian populer terlebih bagi pria dan wanita yang ingin meningkatkan pembentukan massa otot. Sayangnya, diet protein justru akan membuat ginjal mengeluarkan lebih banyak kalsium melalui urine. Padahal kekurangan kalsium dalam tulang dapat mengakibatkan osteoporosis yang membuat tulang rapuh dan kehilangan kepadatannya.

 

Minum minuman bersoda dan beralkohol

Protecal ladies, minuman bersoda dan beralkohol jika dikonsumsi secara berlebihan akan menghambat penyerapan kalsium dalam tulang. Hal ini dikarenakan kandungan soda dan alkohol dapat mengurangi fungsi pankreas dan hati. Jika kondisi memburuk, maka minuman bersoda dan beralkohol juga mampu meningkatkan hormon kortisol dan menurunkan estrogen dan testosteron yang membuat tulang semakin rapuh.

 

Terlalu lama duduk di lantai

Orang yang menghabiskan waktu terlalu lama duduk di lantai ternyata berisiko tinggi terserang osteoporosis. Pasalnya, saat duduk di lantai sendi kaki sering kali tertekan dan menyebabkan beban tumpuan beralih pada tulang. Jika dilakukan dalam jangka panjang, maka tulang kaki menjadi lebih mudah kehilangan kepadatannya. Untuk itu, cobalah untuk duduk dengan posisi yang baik dan benar di atas kursi.

 

Merokok

Selain berbahaya untuk jantung dan paru-paru, rokok juga berdampak buruk bagi kesehatan tulang Anda. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh National Institute of Health Osteoporosis and Related Bone Diseases National Resource Center, perokok aktif memiliki kepadatan tulang jauh lebih rendah sehingga berisiko mengidap osteoporosis. Hal ini dipicu oleh radikal bebas yang dihasilkan oleh asap rokok yang meningkatkan produksi hormon kortisol di mana hormon ini justru melemahkan kepadatan tulang.

 

Untuk memenuhi asupan kalsium dalam tubuh, Anda bisa berinvestasi kalsium sejak dini dengan rutin mengkonsumsi Protecal Solid agar tulang lebih kuat kini dan nanti. Dikemas dalam wadah tube ataupun strip membuat Protecal Solid praktis dibawa bepergian ke mana saja dan kapan saja. Dengan begitu tak perlu lagi khawatir kekurangan asupan kalsium karena Protecal Solid aman dikonsumsi secara rutin.

tips
07/12/2018

Tumbuh kembang anak tidak hanya bisa diukur dari kecerdasan motoriknya, tetapi juga kesehatan dan kebugaran tubuhnya. Salah satu faktor yang mempengaruhi hal tersebut adalah kondisi tulang. Sayangnya, hal ini cenderung diabaikan karena sifat penyakitnya yang bisa saja “tidak terlihat” jika dibandingkan dengan jenis penyakit lain seperti flu atau demam. Padahal ada sejumlah risiko penyakit tulang pada anak yang perlu Anda waspadai. Berikut penjelasannya.

 

Lordosis dan skoliosis

Risiko penyakit tulang lordosis dan skoliosis lebih rentan terjadi pada anak yang sering memanggul tas dengan beban terlalu berat. Lordosis adalah kondisi di mana tulang melengkung ke belakang, sedangkan scoliosis terjadi ketika tulang melengkung ke samping.

Di lansir dari era.id, penelitian yang dilakukan American Academy of Orthopedic menunjukkan bahwa anak-anak usia 11-13 tahun paling rentan mengalami gangguan tulang punggung. Idealnya, beban yang boleh dipikul seorang anak adalah 10%-15% dari total bobot tubuhnya. Misalnya, jika anak Anda memiliki bobot 35 kg, maka ia hanya boleh memikul beban sebesar 3,5-5,25 kg.

Saat anak memanggul tas punggung dengan beban terlalu berat, tubuh anak akan tertarik ke belakang. Demi menyeimbangkan hal tersebut, biasanya anak akan melengkungkan punggung atau membungkukkan badannya. Kondisi inilah yang bisa berpotensi mengganggu pertumbuhan tulang belakang hingga menimbulkan nyeri punggung, leher, atau bahu.

 

Kaki Bengkok

Kondisi kaki bengkok berbentuk O atau X sebetulnya merupakan hal yang wajar terjadi. Untuk kondisi kaki O, biasanya terjadi pada anak usia di bawah dua tahun. Hal ini normal karena merupakan salah satu proses dari perkembangan tulangnya. Memasuki usia delapan belas bulan, sudut lutut biasanya memuncak dan akan kembali ke bentuk normal secara bertahap seiring dengan pertumbuhan anak.

Sama seperti kaki O, kaki X juga merupakan kondisi yang biasanya dialami beberapa anak sebagai salah satu proses pertumbuhan. Seiring anak yang semakin besar, kondisi kakinya akan kembali normal dengan sendirinya. Anda perlu waspada apabila kondisi kaki O atau kaki X ini tidak berubah saat anak sudah mencapai usia lebih dari dua tahun. Segera konsultasikan ke dokter untuk mendapat penanganan tepat.

 

Fraktur

Protecal Ladies, anak Anda termasuk anak yang sangat aktif? Anda wajib mengawasinya agar risiko cedera bisa diminimalisir. Pasalnya, cedera saat bermain juga bisa memicu terjadinya fraktur atau kondisi tulang yang retak. Bisa saja terjadi saat anak terjatuh atau terbentur benda keras.

Meski memang risiko penyakitnya tidak terlihat, Anda tetap perlu waspada agar tahu penanganan yang tepat. Beberapa orang tua biasanya memutuskan untuk memijat anak saat anak terjatuh atau cedera. Padahal, sebaiknya Anda memastikan terlebih dulu apakah memang benar tidak ada tulang yang patah. Caranya dengan rontgen di rumah sakit.

Masalahnya, jika tetap bersikukuh dipijat atau diurut, tulang anak yang awalnya mungkin baru retak, bisa-bisa malah patah. Akan lebih bahaya lagi jika ternyata anak mengalami patah tulang dan Anda tidak mengetahuinya. Umumnya, gejala patah tulang adalah terjadinya pembengkakan, nyeri ketika bagian tertentu ditekan atau digerakkan, hingga kulit di atas tulang patah yang terlihat kemerahan.

 

Tumbuh kembang anak bisa berjalan optimal apabila ia memiliki tulang yang kuat dan sehat. Mengetahui berbagai risiko penyakit tulang memungkinkan Anda untuk lebih waspada dalam menjaga anak. Sebagai langkah pencegahan, Anda juga bisa mengajak anak untuk mengkonsumsi Protecal Solid dengan kandungan vitamin C dan kalsium yang tentunya bagus untuk tumbuh kembang anak Anda.

fact
03/12/2018

Protecal Ladies pasti sudah tahu bahwa duduk terlalu lama tidak baik untuk kesehatan tubuh. Dilansir dari Kompas.com, organisasi kesehatan dunia (WHO) bahkan menyebutkan bahwa terlalu lama duduk menjadi penyebab kematian keempat setelah tekanan darah tinggi, merokok, dan gula darah tinggi. Pasalnya, saat duduk, aktivitas pembakaran kalori akan menurun. Hal inilah yang bisa berdampak kurang baik pada kesehatan Anda.

Lantas, apakah ini artinya Anda harus lebih sering berdiri? Nyatanya tidak juga, terlalu lama berdiri pun juga bisa berisiko pada kesehatan. Bagi yang profesi atau aktivitas sehari-harinya mengharuskan untuk berdiri dalam waktu lama, misalnya koki atau teller bank, Anda perlu waspada akan berbagai risiko.

 

Varises pada kaki

Saat berdiri, secara otomatis kaki akan menjadi tumpuan utama tubuh Anda. Jika dilakukan dalam waktu lama, darah akan berkumpul pada pembuluh darah di area kaki. Bayangkan apabila hal ini terjadi setiap hari. Pembuluh darah pada kaki kemungkinan akan melebar sehingga terjadilah varises kaki. Salah satu tanda utamanya adalah pembuluh darah yang terlihat menonjol dan bentuknya keriting. Biasanya, munculnya varises kaki ini kebanyakan terjadi di area paha bagian belakang.

 

Terjadi penguncian sendi

Tidak hanya pembuluh darah yang akan terkena risiko jika Protecal Ladies berdiri dalam waktu terlalu lama. Sendi juga akan merasakan dampaknya. Saat tubuh terus berdiri dalam waktu lama, akan terjadi tekanan yang kuat secara terus menerus di bagian sendi, terutama pada sendi panggul dan lutut.

Apabila terus dibiarkan, hal ini bisa menurunkan produksi pelumas sendi yang bertugas mempermudah gerakan sendi. Alhasil, terjadilah penguncian sendi sehingga Anda susah bergerak. Gejala penguncian sendi yang paling umum adalah terasa nyeri sendi dan nyeri panggul.

 

Risiko penyakit jantung

Seperti yang disebutkan sebelumnya, berdiri terlalu lama menyebabkan darah terkumpul pada pembuluh darah di area kaki. Di samping itu, saat darah akan mengalir lagi dari kaki ke jantung, alirannya akan mengalami gangguan akibat gravitasi. Risiko arteriosklerosis pun tak dapat dihindari, atau disebut pula dengan plak pada pembuluh darah jantung. Apabila plak ini lepas, aliran darah ke jantung pun akan mengalami gangguan sehingga rentan terjadi penyakit atau serangan jantung.

 

Kelelahan otot jangka panjang

Otot yang terasa lelah saat bekerja memang wajar terjadi. Namun, jika kondisi ini terjadi terus-menerus dan aktivitas Anda menuntut untuk berdiri lama, sebaiknya Anda waspada. Dilansir dari Beritagar.id, sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Human Factors menunjukkan bahwa berdiri terlalu lama memang bisa menyebabkan kelelahan otot jangka panjang.

Maria Gabriela Garcia, sang penulis, mengukur kelelahan otot dengan sistem rangsangan listrik yang menyebabkan otot berkedut. Garcia pun mengukur kekuatan kedutan otot. Hasilnya menunjukkan bahwa ketika melakukan jeda reguler, responden merasa lelah dalam jangka panjang setelah melakukan simulasi lima jam kerja dengan berdiri.

 

Mulai sekarang, jangan sepelekan aktivitas berdiri dalam waktu lama, ya. Bukan berarti Anda harus berhenti bekerja atau beraktivitas. Cobalah kombinasikan aktivitas berdiri dengan duduk dan berjalan kaki agar sirkulasi darah tetap lancar dan kesehatan tubuh terjaga.

Selain itu, imbangi pula dengan nutrisi melalui konsumsi Protecal Solid yang kandungan vitamin C dan kalsiumnya mampu menjaga kesehatan tulang Anda. Protecal Solid aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan anak-anak!

fact
27/11/2018
The Latest Article

Saat merasa pegal, apa gerakan refleks Anda? Kebanyakan mungkin akan menjawab melakukan gerakan peregangan ringan hingga terdengar bunyi ‘krek’. Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya dari manakah suara tersebut berasal dan apakah normal jika suara tersebut sering terdengar saat sedang merengangkan tubuh? Berikut penjelasannya.

 

Penyebab bunyi krek saat meregangkan sendi

Salah satu gerakan reflek yang kerap dilakukan saat seseorang merasa pegal adalah merengangkan persendiannya. Gerakan peregangan ini biasanya dilakukan hingga terdengar bunyi ‘krek’ dari persendian. Sebenarnya, berasal dari manakah bunyi krek tersebut? Apakah memang benar-benar dari tulang dan persendian yang digerakkan?

Ternyata, saat Anda meregangkan sendi dengan gerakan menghentak yang kuat, ruang yang ada dalam persendian akan membesar. Saat ruang dalam persendian membesar maka tekanan di dalam sendi akan menurun. Kondisi tersebut kemudian akan mendorong kandungan gas dari cairan di dalam sendi akan terlepas. Nah, pelepasan gas inilah yang kemudian menimbulkan bunyi ‘krek’.

 

Bahayakah merengangkan sendi hingga bunyi ‘krek’ ?

Lalu kini pertanyaannya, apakah meregangkan sendi hingga terdengar bunyi ‘krek’ bisa membahayakan? Jawabannya tergantung pada frekuensi Anda melakukannya. Jika Anda melakukan peregangan sendi satu / dua kali saja dan tidak menjadikannya sebagai sebuah kebiasaan maka tidak akan ada masalah yang timbul.

Namun lain halnya jika Anda menjadikan aktivitas tersebut sebagai sebuah rutinitas. Meregangkan persendian hingga berbunyi ‘krek’ terlalu sering akan mengubah koordinasi persendian. Apabila dilakukan secara terus-menerus bentuk sendi bahkan akan berubah menjadi semakin besar. Tentu saja hal ini akan membahayakan kesehatan tulang dan bagian tubuh lainnya. Perlu diketahui, persendian yang membesar ini jelas akan membawa dampak buruk karena bisa membuat kekuatan tulang menjadi lemah dan mudah rapuh.

Protecal Ladies, kebiasaan meregangkan persendian pada bagian leher bahkan dianggap mampu meningkatkan risiko stroke. Ini karena meregangkan persendian akan menyebabkan kerusakan pada bagian pembuluh nadi / arteri. Gerakan peregangan yang salah juga berpotensi menyebabkan syaraf terjepit. Padahal seperti yang Anda ketahui, syaraf yang ada di sekitar leher memiliki peranan penting bagi tubuh sehingga sedikit kerusakan saja bisa menyebabkan gangguan motorik hingga kelumpuhan. Sangat fatal, bukan?

 

Apa yang sebaiknya dilakukan untuk meregangkan sendi?

Jika meregangkan persendian hingga berbunyi krek harus dihindari, lalu apa yang sebaiknya dilakukan? Ada baiknya Anda mulai membuat jadwal harian untuk berolahraga secara rutin. Tidak perlu gerakan fisik yang terlalu berat, jogging ringan di pagi hari saja sudah cukup. Meningkatkan intensitas aktivitas tubuh akan membantu produksi pelumas pada persendian naik. Saat sendi terlumasi dengan baik maka Anda akan jarang merasa nyeri.

Apabila sudah menjadi kebiasaan, Anda sebaiknya melakukan peregangan secara lembut dan berhati-hati. Hindari gerakan yang terlalu menghentak atau terlalu kencang. Melakukan peregangan terlalu kencang hanya akan menambah beban ekstra pada persendian dan meningkatkan risiko radang sendi. Sebaliknya, lakukanlah secara perlahan sambil menarik nafas perlahan. Gerakan seperti ini tidak hanya membantu meregangkan sendi tetapi juga membantu melancarkan peredaran darah. 

 

Ternyata meregangkan persendian hingga menimbulkan bunyi ‘krek’ justru membahayakan untuk tubuh. Oleh karena itu, sebaiknya Anda mulai mengurangi kebiasaan tersebut dan menggantinya dengan aktivitas fisik lainnya yang lebih aman untuk persendian, seperti jogging atau yoga. Anda juga bisa melengkapinya dengan mengkonsumsi Protecal Solid yang tinggi kalsium sehingga baik untuk menjaga kesehatan tulang hingga masa tua nanti.

fact
2019-05-10

Protecal Ladies, terlalu lama bekerja di depan komputer terkadang membuat leher terasa kaku dan nyeri. Kondisi ini tentu membuat Anda tidak nyaman bekerja sehingga berpengaruh pada hasil pekerjaan yang diselesaikan. Anda bisa mencegah sakit leher dengan memakai bantal rendah selama tidur serta mengompres leher dengan air dingin secara rutin. Namun, cara ini hanya bisa dilakukan saat Anda sudah berada di rumah.

Untuk mengatasi sakit leher saat bekerja di kantor, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Cobalah untuk meluangkan waktu sejenak, regangkan otot dengan gerakan-gerakan sederhana. Berikut penjelasan selengkapnya.

 

Gerakan peregangan leher

Tidak perlu beranjak dari tempat duduk, Anda bisa melakukan gerakan peregangan untuk melemaskan otot-otot leher. Caranya, duduklah dalam posisi tegak dengan pandangan lurus ke depan. Miringkan kepala ke samping kanan, kemudian letakkan tangan di atas kepala hingga menyentuh daun telinga. Tahan selama 20 detik dan ulangi gerakan ini untuk sisi sebaliknya. Lakukan sebanyak tiga kali atau hingga Anda merasa lebih rileks.

 

Memutar kepala ke kedua sisi

Selain meregangkan leher, Anda juga bisa memutar kepala ke kedua sisi untuk mencegah nyeri dan kaku. Mirip dengan gerakan sebelumnya, Anda bisa duduk pada posisi tegak sambil memutar kepala dari sisi kanan ke sisi kiri atau sebaliknya. Kemudian tengok kepala ke kanan, tahan selama 20 detik dengan tangan. Lanjutkan dengan kembali memutar kepala dan tengok ke kiri. Ulangi hingga otot-otot leher terasa lebih ringan dibandingkan sebelumnya.

 

Mendorong telapak tangan

Untuk mengurangi dan mencegah leher kaku, Protecal Ladies perlu melakukan peregangan sederhana selama beberapa waktu. Jika memang sedang banyak pekerjaan, Anda bisa mencoba gerakan sederhana dengan mendorong telapak tangan lurus ke depan. Agar otot-otot leher meregang sempurna, cobalah untuk terlebih dulu mengangkat kedua lengan lurus sehingga telapak tangan menghadap langit-langit. Rekatkan kedua telapak, lalu dorong ke depan secara perlahan. Tahan posisi ini selama beberapa waktu dan ulang hingga lima kali.

 

Putar-putar bahu

Satu lagi gerakan yang bisa membantu Anda untuk menghindari risiko sakit leher akibat terlalu lama duduk menghadap laptop, yaitu dengan melakukan beberapa putaran pada bahu. Caranya, bangkit sejenak dari posisi duduk Anda, lalu buka kaki selebar bahu dan biarkan lengan berada di sisi tubuh. Lanjutkan dengan gerakan memutar bahu ke arah depan dan belakang secara bergantian. Ulangi dengan gerakan yang berlawanan. Ulangi hingga 10 kali atau sampai otot-otot di sekitar leher dan bahu menjadi lebih rileks.

 

Itulah beberapa gerakan peregangan sederhana yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi atau bahkan mencegah sakit leher. Meski terlihat sepele, kondisi leher yang tegang dan kaku tentu membuat Anda sulit bergerak dan tidak nyaman dalam beraktivitas. Oleh karena itu, pastikan untuk mencoba gerakan peregangan di atas agar tubuh kembali rileks.

Sebagai langkah preventif, Protecal Ladies juga bisa memanfaatkan jam istirahat secara maksimal untuk meregangkan tubuh. Berjalan-jalan ke pantry atau kantin bisa mengurangi risiko sakit leher maupun kram pada beberapa bagian otot tubuh lainnya. Selain itu, pastikan Anda rutin berolahraga agar otot tubuh tetap lentur dan tulang kuat. Bila perlu, tambahkan suplemen kalsium Protecal Solid yang memenuhi kebutuhan kalsium sehingga tulang kuat dan Anda terhindar dari osteoporosis.

tips
2019-04-25

Protecal Ladies, penyakit osteoporosis yang mengakibatkan berkurangnya kepadatan massa tulang ternyata tidak hanya menyerang wanita dewasa, tetapi juga bisa menyerang Anda yang masih berusia muda. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh International Osteoporosis Fondation, diperkirakan sekitar 200 juta wanita di seluruh dunia berisiko osteoporosis. Kasus osteoporosis di Indonesia sendiri sebagian besar diakibatkan karena kekurangan kalsium, terutama bagi wanita yang memasuki usia menopause.

 

Penyebab berkurangnya kepadatan tulang

Meski sering dianggap remeh, ternyata osteoporosis merupakan penyakit tulang yang mematikan dan wajib diantisipasi. Oleh karena itu, Anda wajib mengetahui penyebab berkurangnya kepadatan tulang yang bisa memicu osteoporosis, antara lain faktor genetik, aktivitas fisik yang terlampau berat, kekurangan kalsium, jarang berolahraga, hingga penyakit degeneratif yang mengakibatkan terjadinya osteoporosis. Dengan begitu, Anda yang masih muda juga memiliki risiko osteoporosis yang cukup tinggi jika tidak menjalankan pola hidup sehat.

 

Mendeteksi gejala osteoporosis

Pada dasarnya, tidak mudah mendeteksi gejala osteoporosis sejak dini. Namun, Protecal Ladies bisa mewaspadai, jika sering mengalami sakit punggung, postur tubuh membungkuk, penurunan tinggi badan, hingga sering cedera tulang merupakan gejalan osteoporosis. Jika sudah semakin parah, penyakit osteoporosis membuat tulang lebih rapuh dan mudah retak. Bagian-bagian yang rawan keretakan umumnya di sekitar lengan, pangkal paha, pergelangan tangan, maupun tulang belakang.

 

Langkah pencegahan osteoporosis

Seperti kata pepatah, lebih baik mencegah daripada mengobati. Demikian pula dengan penyakit osteoporosis. Anda yang masih muda wajib melakukan upaya-upaya pencegahan agar terhindar dari penyakit tulang yang satu ini. Artinya, pencegahan osteoporosis wajib dilakukan sedini mungkin, sejak anak-anak dan remaja, agar menjelang usia lanjut nanti massa tulang yang Anda miliki dapat terakumulasi dengan baik.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan rutin berolahraga setiap hari. Anda bisa melakukan olahraga ringan seperti stretching maupun jogging di sekitar kompleks perumahan. Meski terlihat sederhana, gerakan stretching dan jogging dapat meregangkan otot-otot tubuh sehingga kepadatan tulang bisa terjaga secara maksimal meskipun aktivitas yang Anda lakukan cukup padat setiap harinya.

 

Konsumsi bahan makanan kaya kalsium dan vitamin D

Tidak cukup hanya dengan rutin berolah raga, Anda juga wajib mengkonsumsi bahan makanan yang kaya akan kalsium dan vitamin D untuk mencegah serangan osteoporosis di usia muda. Anda bisa mendapatkan asupan kalsium yang tinggi dengan rutin minum susu sehingga tulang tetap kuat dan sehat. Setidaknya dalam satu cangkir susu, Anda sudah bisa memenuhi 1/3 kebutuhan kalsium dalam tubuh. Nah, jika tidak ingin mengalami kegemukan, sebaiknya pilih susu sapi rendah lemak. Menambahkan bayam dalam menu makanan sehat juga bisa menjadi langkah terbaik mencegah osteoporosis. Perlu diketahui, sayuran hijau ini memiliki kandungan kalsium dan vitamin A, C, D, dan K yang tinggi dan dibutuhkan tulang. Kandungan kalsium juga bisa Anda temukan dalam kale, ikan salmon, dan buah kiwi.

 

Protecal Ladies, menyadari bahwa osteoporosis bisa menyerang usia muda, tentu sudah saatnya Anda semakin peduli terhadap asupan kalsium dalam tubuh. Pasalnya, ketika tubuh kekurangan kalsium maka cadangan dalam tulang yang akan diambil. Jika dibiarkan terus menerus, maka kepadatan tulang bisa berkurang, rapuh, dan berisiko terkena penyakit osteoporosis. Untuk itu, Anda perlu menerapkan pola hidup sehat dengan rajin berolah raga dan mengkonsumsi makanan bergizi.

Untuk perlindungan kepadatan tulang lebih maksimal dapat dilakukan dengan minum Protecal Solid agar tulang Anda kuat kini dan nanti. Suplemen kalsium ini praktis dan aman dikonsumsi sehari-hari karena tidak menimbulkan efek samping. Cegah osteoporosis dengan Protecal Solid!

tips
2019-04-12