Protecal Ladies, nyeri pada bagian punggung merupakan salah satu keluhan yang sering diderita oleh banyak orang. Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari usia hingga gangguan pada tulang punggung. Solusi yang sering diambil untuk mengatasi problem nyeri punggung ini adalah dengan melakukan pijat. Di Indonesia, pijat memang masih menjadi terapi untuk mengatasi beragam masalah nyeri pada tubuh. Namun, sebenarnya bolehkah memijat tulang punggung yang terasa nyeri atau sakit?

 

Sebaiknya jangan langsung dipijat

Saat merasakan nyeri pada punggung, tentu Anda ingin segera terbebas dari rasa sakit tersebut. Maka hal yang pertama dilakukan saat seseorang merasa nyeri pada bagian punggung adalah memijatnya. Padahal, tindakan seperti ini bisa membahayakan kesehatan Anda. Terutama jika terapi pijat tidak dilakukan pakar yang memahami tentang anatomi tubuh.

Sebagai pertolongan pertama, Anda bisa melakukan pengompresan pada bagian punggung yang terasa nyeri. Kompres punggung yang terasa sakit dengan kain handuk yang telah dicelupkan dalam air hangat. Panas dari kain kompres akan melancarkan aliran darah pada area yang nyeri. Mendiamkan rasa nyeri selama beberapa saat juga akan memberikan waktu bagi tubuh untuk mengembalikan aliran darah. Aliran darah yang lancar akan memberikan nutrisi kepada otot dan jaringan yang terasa sakit.

Langsung memijat punggung begitu terasa nyeri hanya akan memperparah keadaan. Ini karena terapi pijat yang dilakukan langsung bisa menyebabkan serabut otot menjadi semakin tidak beraturan. Kondisi otot yang kaku karena nyeri bisa bertambah parah karena mendapatkan tekanan dari pijat. Untuk itu hindari memijat secara langsung saat tulang punggung terasa nyeri.

 

Anda boleh melakukan olahraga

Untuk memulihkan diri dari nyeri tulang punggung, Anda bisa melakukan olahraga. Ya, Anda sebaiknya tidak mendiamkan bagian yang sakit terlalu lama. Mendiamkan atau mengistirahatkan bagian yang sakit hanya akan membuat tulang, persendian, dan otot di bagian punggung menjadi kaku. Saat tulang menjadi kaku, waktu pemulihannya justru akan semakin lama lagi.

Walau begitu, olahraga yang dilakukan sebaiknya tidak terlalu berat dan mengambil tumpuan pada bagian punggung. Anda bisa memilih yoga atau sekadar stretching ringan. Keduanya baik untuk memperbaiki postur yang kurang baik akibat nyeri pada tulang punggung. Olahraga seperti jogging dan plank juga baik karena bisa memperkuat otot batang tubuh.

 

Ketahui jenis pijatan yang sesuai dengan keluhan

Jika Anda kemudian memutuskan untuk melakukan pijat, jenis pijat yang dilakukan juga tidak boleh sembarangan. Jenis keluhan tertentu hanya bisa diatasi oleh jenis pijatan yang sesuai. Misalnya jika keluhan Anda adalah nyeri punggung karena cidera otot, maka jenis pijat yang sebaiknya dipilih adalah pijatan untuk menurunkan peradangan.

Lain halnya jika keluhan nyeri punggung Anda datang dari tulang belakang. Pijatan yang dilakukan harus mampu mengurangi tekanan pada otot di sekitar tulang belakang agar rasa nyeri bisa berkurang. Ingat, pijatan yang baik bukan sekadar memberi tekanan pada tubuh, tetapi juga mampu memberikan efek relaksasi. Untuk itu, pastikan terapi pijat yang Anda pilih dilakukan oleh ahli atau terapis khusus.

 

Dari sini Anda bisa menyimpulkan bahwa sebenarnya memijat tulang punggung yang terasa sakit itu sah-sah saja dilakukan. Namun, dengan beberapa pertimbangan khusus, seperti waktu dan juga tenaga dari terapis pijat. Pastikan untuk tidak langsung melakukan pijat begitu Anda merasakan nyeri pada tulang punggung dan seluruh terapi pijat memang dilakukan oleh ahli. Untuk perlindungan kesehatan tulang punggung secara maksimal, cobalah mengkonsumsi suplemen kalsium Protecal Solid secara rutin setiap hari.

fact
24/05/2019

Saat merasa pegal, apa gerakan refleks Anda? Kebanyakan mungkin akan menjawab melakukan gerakan peregangan ringan hingga terdengar bunyi ‘krek’. Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya dari manakah suara tersebut berasal dan apakah normal jika suara tersebut sering terdengar saat sedang merengangkan tubuh? Berikut penjelasannya.

 

Penyebab bunyi krek saat meregangkan sendi

Salah satu gerakan reflek yang kerap dilakukan saat seseorang merasa pegal adalah merengangkan persendiannya. Gerakan peregangan ini biasanya dilakukan hingga terdengar bunyi ‘krek’ dari persendian. Sebenarnya, berasal dari manakah bunyi krek tersebut? Apakah memang benar-benar dari tulang dan persendian yang digerakkan?

Ternyata, saat Anda meregangkan sendi dengan gerakan menghentak yang kuat, ruang yang ada dalam persendian akan membesar. Saat ruang dalam persendian membesar maka tekanan di dalam sendi akan menurun. Kondisi tersebut kemudian akan mendorong kandungan gas dari cairan di dalam sendi akan terlepas. Nah, pelepasan gas inilah yang kemudian menimbulkan bunyi ‘krek’.

 

Bahayakah merengangkan sendi hingga bunyi ‘krek’ ?

Lalu kini pertanyaannya, apakah meregangkan sendi hingga terdengar bunyi ‘krek’ bisa membahayakan? Jawabannya tergantung pada frekuensi Anda melakukannya. Jika Anda melakukan peregangan sendi satu / dua kali saja dan tidak menjadikannya sebagai sebuah kebiasaan maka tidak akan ada masalah yang timbul.

Namun lain halnya jika Anda menjadikan aktivitas tersebut sebagai sebuah rutinitas. Meregangkan persendian hingga berbunyi ‘krek’ terlalu sering akan mengubah koordinasi persendian. Apabila dilakukan secara terus-menerus bentuk sendi bahkan akan berubah menjadi semakin besar. Tentu saja hal ini akan membahayakan kesehatan tulang dan bagian tubuh lainnya. Perlu diketahui, persendian yang membesar ini jelas akan membawa dampak buruk karena bisa membuat kekuatan tulang menjadi lemah dan mudah rapuh.

Protecal Ladies, kebiasaan meregangkan persendian pada bagian leher bahkan dianggap mampu meningkatkan risiko stroke. Ini karena meregangkan persendian akan menyebabkan kerusakan pada bagian pembuluh nadi / arteri. Gerakan peregangan yang salah juga berpotensi menyebabkan syaraf terjepit. Padahal seperti yang Anda ketahui, syaraf yang ada di sekitar leher memiliki peranan penting bagi tubuh sehingga sedikit kerusakan saja bisa menyebabkan gangguan motorik hingga kelumpuhan. Sangat fatal, bukan?

 

Apa yang sebaiknya dilakukan untuk meregangkan sendi?

Jika meregangkan persendian hingga berbunyi krek harus dihindari, lalu apa yang sebaiknya dilakukan? Ada baiknya Anda mulai membuat jadwal harian untuk berolahraga secara rutin. Tidak perlu gerakan fisik yang terlalu berat, jogging ringan di pagi hari saja sudah cukup. Meningkatkan intensitas aktivitas tubuh akan membantu produksi pelumas pada persendian naik. Saat sendi terlumasi dengan baik maka Anda akan jarang merasa nyeri.

Apabila sudah menjadi kebiasaan, Anda sebaiknya melakukan peregangan secara lembut dan berhati-hati. Hindari gerakan yang terlalu menghentak atau terlalu kencang. Melakukan peregangan terlalu kencang hanya akan menambah beban ekstra pada persendian dan meningkatkan risiko radang sendi. Sebaliknya, lakukanlah secara perlahan sambil menarik nafas perlahan. Gerakan seperti ini tidak hanya membantu meregangkan sendi tetapi juga membantu melancarkan peredaran darah. 

 

Ternyata meregangkan persendian hingga menimbulkan bunyi ‘krek’ justru membahayakan untuk tubuh. Oleh karena itu, sebaiknya Anda mulai mengurangi kebiasaan tersebut dan menggantinya dengan aktivitas fisik lainnya yang lebih aman untuk persendian, seperti jogging atau yoga. Anda juga bisa melengkapinya dengan mengkonsumsi Protecal Solid yang tinggi kalsium sehingga baik untuk menjaga kesehatan tulang hingga masa tua nanti.

fact
10/05/2019

Protecal Ladies, terlalu lama bekerja di depan komputer terkadang membuat leher terasa kaku dan nyeri. Kondisi ini tentu membuat Anda tidak nyaman bekerja sehingga berpengaruh pada hasil pekerjaan yang diselesaikan. Anda bisa mencegah sakit leher dengan memakai bantal rendah selama tidur serta mengompres leher dengan air dingin secara rutin. Namun, cara ini hanya bisa dilakukan saat Anda sudah berada di rumah.

Untuk mengatasi sakit leher saat bekerja di kantor, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Cobalah untuk meluangkan waktu sejenak, regangkan otot dengan gerakan-gerakan sederhana. Berikut penjelasan selengkapnya.

 

Gerakan peregangan leher

Tidak perlu beranjak dari tempat duduk, Anda bisa melakukan gerakan peregangan untuk melemaskan otot-otot leher. Caranya, duduklah dalam posisi tegak dengan pandangan lurus ke depan. Miringkan kepala ke samping kanan, kemudian letakkan tangan di atas kepala hingga menyentuh daun telinga. Tahan selama 20 detik dan ulangi gerakan ini untuk sisi sebaliknya. Lakukan sebanyak tiga kali atau hingga Anda merasa lebih rileks.

 

Memutar kepala ke kedua sisi

Selain meregangkan leher, Anda juga bisa memutar kepala ke kedua sisi untuk mencegah nyeri dan kaku. Mirip dengan gerakan sebelumnya, Anda bisa duduk pada posisi tegak sambil memutar kepala dari sisi kanan ke sisi kiri atau sebaliknya. Kemudian tengok kepala ke kanan, tahan selama 20 detik dengan tangan. Lanjutkan dengan kembali memutar kepala dan tengok ke kiri. Ulangi hingga otot-otot leher terasa lebih ringan dibandingkan sebelumnya.

 

Mendorong telapak tangan

Untuk mengurangi dan mencegah leher kaku, Protecal Ladies perlu melakukan peregangan sederhana selama beberapa waktu. Jika memang sedang banyak pekerjaan, Anda bisa mencoba gerakan sederhana dengan mendorong telapak tangan lurus ke depan. Agar otot-otot leher meregang sempurna, cobalah untuk terlebih dulu mengangkat kedua lengan lurus sehingga telapak tangan menghadap langit-langit. Rekatkan kedua telapak, lalu dorong ke depan secara perlahan. Tahan posisi ini selama beberapa waktu dan ulang hingga lima kali.

 

Putar-putar bahu

Satu lagi gerakan yang bisa membantu Anda untuk menghindari risiko sakit leher akibat terlalu lama duduk menghadap laptop, yaitu dengan melakukan beberapa putaran pada bahu. Caranya, bangkit sejenak dari posisi duduk Anda, lalu buka kaki selebar bahu dan biarkan lengan berada di sisi tubuh. Lanjutkan dengan gerakan memutar bahu ke arah depan dan belakang secara bergantian. Ulangi dengan gerakan yang berlawanan. Ulangi hingga 10 kali atau sampai otot-otot di sekitar leher dan bahu menjadi lebih rileks.

 

Itulah beberapa gerakan peregangan sederhana yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi atau bahkan mencegah sakit leher. Meski terlihat sepele, kondisi leher yang tegang dan kaku tentu membuat Anda sulit bergerak dan tidak nyaman dalam beraktivitas. Oleh karena itu, pastikan untuk mencoba gerakan peregangan di atas agar tubuh kembali rileks.

Sebagai langkah preventif, Protecal Ladies juga bisa memanfaatkan jam istirahat secara maksimal untuk meregangkan tubuh. Berjalan-jalan ke pantry atau kantin bisa mengurangi risiko sakit leher maupun kram pada beberapa bagian otot tubuh lainnya. Selain itu, pastikan Anda rutin berolahraga agar otot tubuh tetap lentur dan tulang kuat. Bila perlu, tambahkan suplemen kalsium Protecal Solid yang memenuhi kebutuhan kalsium sehingga tulang kuat dan Anda terhindar dari osteoporosis.

tips
25/04/2019

Protecal Ladies, penyakit osteoporosis yang mengakibatkan berkurangnya kepadatan massa tulang ternyata tidak hanya menyerang wanita dewasa, tetapi juga bisa menyerang Anda yang masih berusia muda. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh International Osteoporosis Fondation, diperkirakan sekitar 200 juta wanita di seluruh dunia berisiko osteoporosis. Kasus osteoporosis di Indonesia sendiri sebagian besar diakibatkan karena kekurangan kalsium, terutama bagi wanita yang memasuki usia menopause.

 

Penyebab berkurangnya kepadatan tulang

Meski sering dianggap remeh, ternyata osteoporosis merupakan penyakit tulang yang mematikan dan wajib diantisipasi. Oleh karena itu, Anda wajib mengetahui penyebab berkurangnya kepadatan tulang yang bisa memicu osteoporosis, antara lain faktor genetik, aktivitas fisik yang terlampau berat, kekurangan kalsium, jarang berolahraga, hingga penyakit degeneratif yang mengakibatkan terjadinya osteoporosis. Dengan begitu, Anda yang masih muda juga memiliki risiko osteoporosis yang cukup tinggi jika tidak menjalankan pola hidup sehat.

 

Mendeteksi gejala osteoporosis

Pada dasarnya, tidak mudah mendeteksi gejala osteoporosis sejak dini. Namun, Protecal Ladies bisa mewaspadai, jika sering mengalami sakit punggung, postur tubuh membungkuk, penurunan tinggi badan, hingga sering cedera tulang merupakan gejalan osteoporosis. Jika sudah semakin parah, penyakit osteoporosis membuat tulang lebih rapuh dan mudah retak. Bagian-bagian yang rawan keretakan umumnya di sekitar lengan, pangkal paha, pergelangan tangan, maupun tulang belakang.

 

Langkah pencegahan osteoporosis

Seperti kata pepatah, lebih baik mencegah daripada mengobati. Demikian pula dengan penyakit osteoporosis. Anda yang masih muda wajib melakukan upaya-upaya pencegahan agar terhindar dari penyakit tulang yang satu ini. Artinya, pencegahan osteoporosis wajib dilakukan sedini mungkin, sejak anak-anak dan remaja, agar menjelang usia lanjut nanti massa tulang yang Anda miliki dapat terakumulasi dengan baik.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan rutin berolahraga setiap hari. Anda bisa melakukan olahraga ringan seperti stretching maupun jogging di sekitar kompleks perumahan. Meski terlihat sederhana, gerakan stretching dan jogging dapat meregangkan otot-otot tubuh sehingga kepadatan tulang bisa terjaga secara maksimal meskipun aktivitas yang Anda lakukan cukup padat setiap harinya.

 

Konsumsi bahan makanan kaya kalsium dan vitamin D

Tidak cukup hanya dengan rutin berolah raga, Anda juga wajib mengkonsumsi bahan makanan yang kaya akan kalsium dan vitamin D untuk mencegah serangan osteoporosis di usia muda. Anda bisa mendapatkan asupan kalsium yang tinggi dengan rutin minum susu sehingga tulang tetap kuat dan sehat. Setidaknya dalam satu cangkir susu, Anda sudah bisa memenuhi 1/3 kebutuhan kalsium dalam tubuh. Nah, jika tidak ingin mengalami kegemukan, sebaiknya pilih susu sapi rendah lemak. Menambahkan bayam dalam menu makanan sehat juga bisa menjadi langkah terbaik mencegah osteoporosis. Perlu diketahui, sayuran hijau ini memiliki kandungan kalsium dan vitamin A, C, D, dan K yang tinggi dan dibutuhkan tulang. Kandungan kalsium juga bisa Anda temukan dalam kale, ikan salmon, dan buah kiwi.

 

Protecal Ladies, menyadari bahwa osteoporosis bisa menyerang usia muda, tentu sudah saatnya Anda semakin peduli terhadap asupan kalsium dalam tubuh. Pasalnya, ketika tubuh kekurangan kalsium maka cadangan dalam tulang yang akan diambil. Jika dibiarkan terus menerus, maka kepadatan tulang bisa berkurang, rapuh, dan berisiko terkena penyakit osteoporosis. Untuk itu, Anda perlu menerapkan pola hidup sehat dengan rajin berolah raga dan mengkonsumsi makanan bergizi.

Untuk perlindungan kepadatan tulang lebih maksimal dapat dilakukan dengan minum Protecal Solid agar tulang Anda kuat kini dan nanti. Suplemen kalsium ini praktis dan aman dikonsumsi sehari-hari karena tidak menimbulkan efek samping. Cegah osteoporosis dengan Protecal Solid!

tips
12/04/2019
The Latest Article

Protecal Ladies, nyeri pada bagian punggung merupakan salah satu keluhan yang sering diderita oleh banyak orang. Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari usia hingga gangguan pada tulang punggung. Solusi yang sering diambil untuk mengatasi problem nyeri punggung ini adalah dengan melakukan pijat. Di Indonesia, pijat memang masih menjadi terapi untuk mengatasi beragam masalah nyeri pada tubuh. Namun, sebenarnya bolehkah memijat tulang punggung yang terasa nyeri atau sakit?

 

Sebaiknya jangan langsung dipijat

Saat merasakan nyeri pada punggung, tentu Anda ingin segera terbebas dari rasa sakit tersebut. Maka hal yang pertama dilakukan saat seseorang merasa nyeri pada bagian punggung adalah memijatnya. Padahal, tindakan seperti ini bisa membahayakan kesehatan Anda. Terutama jika terapi pijat tidak dilakukan pakar yang memahami tentang anatomi tubuh.

Sebagai pertolongan pertama, Anda bisa melakukan pengompresan pada bagian punggung yang terasa nyeri. Kompres punggung yang terasa sakit dengan kain handuk yang telah dicelupkan dalam air hangat. Panas dari kain kompres akan melancarkan aliran darah pada area yang nyeri. Mendiamkan rasa nyeri selama beberapa saat juga akan memberikan waktu bagi tubuh untuk mengembalikan aliran darah. Aliran darah yang lancar akan memberikan nutrisi kepada otot dan jaringan yang terasa sakit.

Langsung memijat punggung begitu terasa nyeri hanya akan memperparah keadaan. Ini karena terapi pijat yang dilakukan langsung bisa menyebabkan serabut otot menjadi semakin tidak beraturan. Kondisi otot yang kaku karena nyeri bisa bertambah parah karena mendapatkan tekanan dari pijat. Untuk itu hindari memijat secara langsung saat tulang punggung terasa nyeri.

 

Anda boleh melakukan olahraga

Untuk memulihkan diri dari nyeri tulang punggung, Anda bisa melakukan olahraga. Ya, Anda sebaiknya tidak mendiamkan bagian yang sakit terlalu lama. Mendiamkan atau mengistirahatkan bagian yang sakit hanya akan membuat tulang, persendian, dan otot di bagian punggung menjadi kaku. Saat tulang menjadi kaku, waktu pemulihannya justru akan semakin lama lagi.

Walau begitu, olahraga yang dilakukan sebaiknya tidak terlalu berat dan mengambil tumpuan pada bagian punggung. Anda bisa memilih yoga atau sekadar stretching ringan. Keduanya baik untuk memperbaiki postur yang kurang baik akibat nyeri pada tulang punggung. Olahraga seperti jogging dan plank juga baik karena bisa memperkuat otot batang tubuh.

 

Ketahui jenis pijatan yang sesuai dengan keluhan

Jika Anda kemudian memutuskan untuk melakukan pijat, jenis pijat yang dilakukan juga tidak boleh sembarangan. Jenis keluhan tertentu hanya bisa diatasi oleh jenis pijatan yang sesuai. Misalnya jika keluhan Anda adalah nyeri punggung karena cidera otot, maka jenis pijat yang sebaiknya dipilih adalah pijatan untuk menurunkan peradangan.

Lain halnya jika keluhan nyeri punggung Anda datang dari tulang belakang. Pijatan yang dilakukan harus mampu mengurangi tekanan pada otot di sekitar tulang belakang agar rasa nyeri bisa berkurang. Ingat, pijatan yang baik bukan sekadar memberi tekanan pada tubuh, tetapi juga mampu memberikan efek relaksasi. Untuk itu, pastikan terapi pijat yang Anda pilih dilakukan oleh ahli atau terapis khusus.

 

Dari sini Anda bisa menyimpulkan bahwa sebenarnya memijat tulang punggung yang terasa sakit itu sah-sah saja dilakukan. Namun, dengan beberapa pertimbangan khusus, seperti waktu dan juga tenaga dari terapis pijat. Pastikan untuk tidak langsung melakukan pijat begitu Anda merasakan nyeri pada tulang punggung dan seluruh terapi pijat memang dilakukan oleh ahli. Untuk perlindungan kesehatan tulang punggung secara maksimal, cobalah mengkonsumsi suplemen kalsium Protecal Solid secara rutin setiap hari.

fact
2019-05-24

Saat merasa pegal, apa gerakan refleks Anda? Kebanyakan mungkin akan menjawab melakukan gerakan peregangan ringan hingga terdengar bunyi ‘krek’. Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya dari manakah suara tersebut berasal dan apakah normal jika suara tersebut sering terdengar saat sedang merengangkan tubuh? Berikut penjelasannya.

 

Penyebab bunyi krek saat meregangkan sendi

Salah satu gerakan reflek yang kerap dilakukan saat seseorang merasa pegal adalah merengangkan persendiannya. Gerakan peregangan ini biasanya dilakukan hingga terdengar bunyi ‘krek’ dari persendian. Sebenarnya, berasal dari manakah bunyi krek tersebut? Apakah memang benar-benar dari tulang dan persendian yang digerakkan?

Ternyata, saat Anda meregangkan sendi dengan gerakan menghentak yang kuat, ruang yang ada dalam persendian akan membesar. Saat ruang dalam persendian membesar maka tekanan di dalam sendi akan menurun. Kondisi tersebut kemudian akan mendorong kandungan gas dari cairan di dalam sendi akan terlepas. Nah, pelepasan gas inilah yang kemudian menimbulkan bunyi ‘krek’.

 

Bahayakah merengangkan sendi hingga bunyi ‘krek’ ?

Lalu kini pertanyaannya, apakah meregangkan sendi hingga terdengar bunyi ‘krek’ bisa membahayakan? Jawabannya tergantung pada frekuensi Anda melakukannya. Jika Anda melakukan peregangan sendi satu / dua kali saja dan tidak menjadikannya sebagai sebuah kebiasaan maka tidak akan ada masalah yang timbul.

Namun lain halnya jika Anda menjadikan aktivitas tersebut sebagai sebuah rutinitas. Meregangkan persendian hingga berbunyi ‘krek’ terlalu sering akan mengubah koordinasi persendian. Apabila dilakukan secara terus-menerus bentuk sendi bahkan akan berubah menjadi semakin besar. Tentu saja hal ini akan membahayakan kesehatan tulang dan bagian tubuh lainnya. Perlu diketahui, persendian yang membesar ini jelas akan membawa dampak buruk karena bisa membuat kekuatan tulang menjadi lemah dan mudah rapuh.

Protecal Ladies, kebiasaan meregangkan persendian pada bagian leher bahkan dianggap mampu meningkatkan risiko stroke. Ini karena meregangkan persendian akan menyebabkan kerusakan pada bagian pembuluh nadi / arteri. Gerakan peregangan yang salah juga berpotensi menyebabkan syaraf terjepit. Padahal seperti yang Anda ketahui, syaraf yang ada di sekitar leher memiliki peranan penting bagi tubuh sehingga sedikit kerusakan saja bisa menyebabkan gangguan motorik hingga kelumpuhan. Sangat fatal, bukan?

 

Apa yang sebaiknya dilakukan untuk meregangkan sendi?

Jika meregangkan persendian hingga berbunyi krek harus dihindari, lalu apa yang sebaiknya dilakukan? Ada baiknya Anda mulai membuat jadwal harian untuk berolahraga secara rutin. Tidak perlu gerakan fisik yang terlalu berat, jogging ringan di pagi hari saja sudah cukup. Meningkatkan intensitas aktivitas tubuh akan membantu produksi pelumas pada persendian naik. Saat sendi terlumasi dengan baik maka Anda akan jarang merasa nyeri.

Apabila sudah menjadi kebiasaan, Anda sebaiknya melakukan peregangan secara lembut dan berhati-hati. Hindari gerakan yang terlalu menghentak atau terlalu kencang. Melakukan peregangan terlalu kencang hanya akan menambah beban ekstra pada persendian dan meningkatkan risiko radang sendi. Sebaliknya, lakukanlah secara perlahan sambil menarik nafas perlahan. Gerakan seperti ini tidak hanya membantu meregangkan sendi tetapi juga membantu melancarkan peredaran darah. 

 

Ternyata meregangkan persendian hingga menimbulkan bunyi ‘krek’ justru membahayakan untuk tubuh. Oleh karena itu, sebaiknya Anda mulai mengurangi kebiasaan tersebut dan menggantinya dengan aktivitas fisik lainnya yang lebih aman untuk persendian, seperti jogging atau yoga. Anda juga bisa melengkapinya dengan mengkonsumsi Protecal Solid yang tinggi kalsium sehingga baik untuk menjaga kesehatan tulang hingga masa tua nanti.

fact
2019-05-10

Protecal Ladies, terlalu lama bekerja di depan komputer terkadang membuat leher terasa kaku dan nyeri. Kondisi ini tentu membuat Anda tidak nyaman bekerja sehingga berpengaruh pada hasil pekerjaan yang diselesaikan. Anda bisa mencegah sakit leher dengan memakai bantal rendah selama tidur serta mengompres leher dengan air dingin secara rutin. Namun, cara ini hanya bisa dilakukan saat Anda sudah berada di rumah.

Untuk mengatasi sakit leher saat bekerja di kantor, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Cobalah untuk meluangkan waktu sejenak, regangkan otot dengan gerakan-gerakan sederhana. Berikut penjelasan selengkapnya.

 

Gerakan peregangan leher

Tidak perlu beranjak dari tempat duduk, Anda bisa melakukan gerakan peregangan untuk melemaskan otot-otot leher. Caranya, duduklah dalam posisi tegak dengan pandangan lurus ke depan. Miringkan kepala ke samping kanan, kemudian letakkan tangan di atas kepala hingga menyentuh daun telinga. Tahan selama 20 detik dan ulangi gerakan ini untuk sisi sebaliknya. Lakukan sebanyak tiga kali atau hingga Anda merasa lebih rileks.

 

Memutar kepala ke kedua sisi

Selain meregangkan leher, Anda juga bisa memutar kepala ke kedua sisi untuk mencegah nyeri dan kaku. Mirip dengan gerakan sebelumnya, Anda bisa duduk pada posisi tegak sambil memutar kepala dari sisi kanan ke sisi kiri atau sebaliknya. Kemudian tengok kepala ke kanan, tahan selama 20 detik dengan tangan. Lanjutkan dengan kembali memutar kepala dan tengok ke kiri. Ulangi hingga otot-otot leher terasa lebih ringan dibandingkan sebelumnya.

 

Mendorong telapak tangan

Untuk mengurangi dan mencegah leher kaku, Protecal Ladies perlu melakukan peregangan sederhana selama beberapa waktu. Jika memang sedang banyak pekerjaan, Anda bisa mencoba gerakan sederhana dengan mendorong telapak tangan lurus ke depan. Agar otot-otot leher meregang sempurna, cobalah untuk terlebih dulu mengangkat kedua lengan lurus sehingga telapak tangan menghadap langit-langit. Rekatkan kedua telapak, lalu dorong ke depan secara perlahan. Tahan posisi ini selama beberapa waktu dan ulang hingga lima kali.

 

Putar-putar bahu

Satu lagi gerakan yang bisa membantu Anda untuk menghindari risiko sakit leher akibat terlalu lama duduk menghadap laptop, yaitu dengan melakukan beberapa putaran pada bahu. Caranya, bangkit sejenak dari posisi duduk Anda, lalu buka kaki selebar bahu dan biarkan lengan berada di sisi tubuh. Lanjutkan dengan gerakan memutar bahu ke arah depan dan belakang secara bergantian. Ulangi dengan gerakan yang berlawanan. Ulangi hingga 10 kali atau sampai otot-otot di sekitar leher dan bahu menjadi lebih rileks.

 

Itulah beberapa gerakan peregangan sederhana yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi atau bahkan mencegah sakit leher. Meski terlihat sepele, kondisi leher yang tegang dan kaku tentu membuat Anda sulit bergerak dan tidak nyaman dalam beraktivitas. Oleh karena itu, pastikan untuk mencoba gerakan peregangan di atas agar tubuh kembali rileks.

Sebagai langkah preventif, Protecal Ladies juga bisa memanfaatkan jam istirahat secara maksimal untuk meregangkan tubuh. Berjalan-jalan ke pantry atau kantin bisa mengurangi risiko sakit leher maupun kram pada beberapa bagian otot tubuh lainnya. Selain itu, pastikan Anda rutin berolahraga agar otot tubuh tetap lentur dan tulang kuat. Bila perlu, tambahkan suplemen kalsium Protecal Solid yang memenuhi kebutuhan kalsium sehingga tulang kuat dan Anda terhindar dari osteoporosis.

tips
2019-04-25