Kalsium merupakan salah satu mineral penting yang berfungsi untuk menjaga kesehatan tubuh. Jika selama ini Anda tahu kekurangan kalsium hanya berpengaruh pada kesehatan tulang maupun gusi dan gigi, ternyata kalsium juga dapat memengaruhi tekanan darah. Kekurangan kalsium dalam tubuh bisa memicu penyempitan pembuluh darah hingga berujung pada masalah tekanan darah tinggi. Untuk lebih jelasnya, simak informasi di bawah ini, ya, Protecal Ladies.

 

Jumlah kalsium yang dibutuhkan oleh orang dewasa

Sebagai orang dewasa, kebutuhan asupan kalsium Anda tentu berbeda saat ketika masih kecil. Kebutuhan kalsium setiap orang dewasa juga mungkin saja berbeda antar satu dengan yang lainnya. Misalnya saja ibu hamil dan wanita yang tidak hamil. Tentu keduanya membutuhkan asupan kalsium yang berbeda. Jika Anda merupakan wanita dewasa yang kebetulan sedang tidak hamil, maka kebutuhan kalsium Anda adalah sekitar 1000 mg per hari. Sedangkan jika Anda adalah wanita dengan usia 50 tahun ke atas, maka kebutuhan kalsium meningkat hingga 1200 mg per hari.

 

Gejala kekurangan kalsium

Ketika Anda tidak mendapatkan asupan kalsium yang cukup, maka akan lebih berisiko terserang berbagai gangguan kesehatan. Mulanya mungkin Anda tidak sadar bahwa sedang kekurangan kalsium karena bisa jadi gejalanya sama dengan penyakit lain. Namun, jika dibiarkan, kekurangan asupan kalsium tubuh dapat memicu penyakit yang lebih kronis. Oleh sebab itu, waspadalah jika Anda merasakan gejala di bawah ini yang menjadi pertanda awal tubuh kekurangan kalsium:

  • Sering mengalami kesemutan
  • Nyeri otot dan kram
  • Kejang
  • Mudah lelah meski tidak banyak beraktivitas
  • Kuku mudah patah, rambut mudah rontok
  • Nafsu makan berkurang
  • Tulang rapuh atau mudah patah meski tidak dipicu oleh cedera parah
  • Gangguan psikologis seperti mudah lupa, sering kebingungan, dan depresi

 

Kekurangan kalsium memicu tekanan darah tinggi

Dalam jangka panjang, gejala kekurangan kalsium yang Anda abaikan akan mengarah ke masalah kesehatan yang lebih serius. Pasalnya, kalsium merupakan salah satu mineral penting dalam tubuh yang bermanfaat untuk menjaga fungsi kognitif otak, sistem kekebalan tubuh dan fungsi hormon. Ketika kalsium sebagai salah satu mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh tidak tercukupi, maka hal tersebut bisa menjadi faktor risiko utama masalah kesehatan kronis seperti osteoporosis, rakitis, patah tulang, penyakit jantung, preeklamsia pada ibu hamil, kanker, dan tekanan darah tinggi.

Bagaimana kalsium bisa berpengaruh pada tekanan darah hingga memicu darah tinggi? Bukankah kalsium hanya berpengaruh pada kesehatan tulang? Tentu saja tidak. Kalsium dapat memengaruhi penyempitan pembuluh darah, sekresi hormon, dan transmisi impuls sistem saraf. Saat tubuh kekurangan kalsium, maka pembuluh akan menyempit. Hal ini tidak sama dengan jika tubuh mendapat asupan kalsium yang cukup di mana pembuluh darah bisa melebar dengan sempurna.

Saat pembuluh darah mengalami penyempitan akibat tidak cukup kalsium untuk mendukungnya, aliran darah ke berbagai organ tubuh akan terganggu, termasuk juga tekanan darah. Pembuluh darah yang menyempit membuat tubuh harus melakukan usaha ekstra untuk mengedarkan darah ke seluruh tubuh. Tekanan darah bisa jadi meningkat saat tubuh melakukan usaha ini. Dengan begitu, jika Anda kekurangan kalsium, maka tekanan darah menjadi tidak stabil dan bisa memicu tekanan darah tinggi.

 

Lalu, bagaimana? Apakah Anda harus makan banyak makanan berkalsium tinggi untuk menjaga tekanan darah tinggi? Tentu saja iya, Anda bisa mendapatkan asupan kalsium dari berbagai makanan seperti ikan laut, kedelai, bayam, brokoli, jeruk, kiwi, kurma, dan lainnya. Jika tidak bisa mendapatkan asupan makanan berkalsium tinggi, tambahkan Protecal Solid dalam suplemen harian Anda.

fact
20/09/2019

Masih banyak wanita yang mengalami masalah kesehatan tulang akibat kekurangan asupan kalsium. Hal ini dikarenakan kebanyakan wanita tidak menyadari pentingnya asupan kalsium harian dalam tubuh. Padahal, kalsium sangat bermanfaat untuk membantu menjaga kesehatan tubuh, termasuk tulang dan jantung. Meski kalsium yang dibutuhkan tubuh setiap harinya dalam jumlah yang sedikit, banyak wanita yang belum mencukupi kebutuhan kalsium tersebut.

 

Kekurangan kalsium menyebabkan kesehatan tulang terganggu

Kalsium sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi, apalagi kalsium juga dibutuhkan oleh tubuh setiap harinya dalam proses metabolisme. Karena proses metabolisme terjadi setiap hari, maka kalsium harus Anda cukupi setiap harinya. Makanan yang setiap hari Anda konsumsi harus mengandung kalsium agar saat proses metabolisme terjadi, tubuh tidak kekurangan kalsium. Setelah proses metabolisme terjadi, kalsium yang dicerna akan diedarkan ke tulang-tulang di dalam tubuh untuk menjaga kekuatan serta kesehatannya.

Namun, bagaimana jika tubuh tidak mendapat cukup kalsium dalam proses metabolime? Apakah tulang tidak mendapat nutrisi untuk menjaga kekuatan dan kesehatannya? Tentu saja iya. Bahkan, yang lebih menakutkan, tidak hanya tulang tidak mendapat asupan kalsium dari proses metabolisme tubuh, tapi juga berisiko kehilangan simpanan kalsium di dalamnya. Bagaimana hal ini mungkin terjadi? Ini karena tubuh mengambil simpanan kalsium di dalam tulang untuk digunakan dalam proses metabolisme. Jadi, jika Anda tidak cukup makan makanan yang mengandung kalsium, maka tubuh akan mengambilnya dari simpanan di dalam tulang.

 

Tanda tulang yang kekurangan kalsium

Setelah Anda mengetahui pentingnya fungsi kalsium dalam proses metabolisme dan fungsinya untuk menjaga kesehatan tulang, sekarang saatnya mengidentifikasi apakah Anda sudah cukup mendapat kalsium dari asupan makanan harian. Jika beberapa tanda di bawah ini pernah dirasakan, bisa jadi Anda memang kekurangan kalsium.

 

  • Tulang mudah rapuh atau patah

    Saat Anda tidak melakukan aktivitas berat yang menimbulkan risiko cedera tapi mengalami kerapuhan atau bahkan patah tulang, itu menjadi bukti besar bahwa Anda tidak mendapat cukup kalsium. Kekuatan tulang memang sangat dipengaruhi oleh kalsium. Tanpa kalsium, tulang akan mudah keropos, rapuh, dan bahkan patah.

 

  • Kram otot

    Kekurangan kalsium di dalam tubuh juga bisa menyebabkan kram atau nyeri otot, Jika nyeri otot yang Anda rasakan hanya terjadi di waktu yang singkat dan tidak sering, itu mungkin kelelahan biasa. Tapi jika kram otot hampir setiap saat dirasakan, bisa jadi menjadi sinyal bahwa tubuh kekurangan kalsium.

 

  • Gigi berlubang

    Anak-anak memang kerap mengalami masalah gigi berlubang. Tapi, bagaimana jika yang mengalami itu adalah wanita dewasa dengan usia masih cukup muda seperti Anda? Apakah ini normal? Bisa jadi itu disebabkan kesalahan perawatan rongga mulut. Tapi bisa juga itu karena kesalahan pola makan di mana Anda tidak cukup mengonsumsi cukup kalsium untuk tubuh.

 

  • Kuku mudah patah

    Wanita memang sering dan senang memelihara kuku hingga panjang. Terlebih kuku yang panjang bisa dipercantik dengan berbagai macam perawatan. Namun, bagaimana jika saat kuku Anda mencoba memanjangkannya, kuku justru mudah retak atau bahkan patah? Bukankah ini sebuah tanda ada yang bermasalah di dalam tubuh Anda. Sekali dua kali mungkin akibat keteledoran, tapi jika kuku patah berkali-kali, itu sudah pasti tanda tubuh kekurangan kalsium.

 

Bagaimana? Apakah ada dari tanda-tanda di atas yang pernah Anda alami? Jika memang ada, itu berarti sudah saatnya Anda mengatur kembali pola makan harian agar seimbang, termasuk mencukup asupan kalsium. Kalsium bisa Anda dapatkan dari sayuran hijau, ikan laut, kedelai dan olahannya, kacang-kacangan, roti, dan sebagainya. Supaya Anda lebih yakin asupan kalsium tubuh sudah terpenuhi, tambahkan Protecal Solid dalam konsumsi harian Anda.

fact
28/08/2019

Entah karena sibuknya aktivitas atau mungkin beratnya bobot tas yang harus dipanggul setiap hari, lama kelamaan punggung terasa nyeri. Setelah melakukan berbagai cara namun hasilnya tidak maksimal, Protecal Ladies pun mempertimbangkan untuk melakukan terapi chiropractic. Apalagi memang beberapa waktu belakangan ini terapi tersebut cukup populer dibicarakan.

Terapi chiropractic bisa membantu mengembalikan kelenturan sendi Anda akibat cedera fisik. Misalnya akibat salah duduk, terjatuh, atau gerakan fisik yang berulang. Namun, sebelum mengambil keputusan, ada baiknya jika kita mengetahui fakta-fakta penting terkait terapi chiropractic. Berikut ini beberapa faktanya. Yuk, simak!

 

Penekanan pada sendi tulang belakang

Pada dasarnya, terapi chiropractic dilakukan untuk membantu mengatasi masalah medis yang terjadi atau berkaitan dengan sistem saraf tulang belakang, termasuk di antaranya nyeri punggung. Beberapa alasan kenapa terapi chiropractic bisa begitu populer adalah karena prosedurnya yang tidak membutuhkan operasi bedah maupun obat kimia sintetik. Bahkan kabarnya proses terapi berjalan dalam waktu cukup cepat.

Jadi, apa yang sebenarnya dilakukan dalam terapi chiropractic?

Orang atau pihak yang ahli dalam melakukan prosedur chiropractic disebut dengan chiropractor. Ia melakukan penekanan pada sendi tulang belakang Anda dengan menggunakan tangan secara langsung atau bantuan alat khusus. Beberapa orang juga menyebut prosedur ini dengan manipulasi tulang belakang. Tergantung dari kebutuhan pasien, chiropractor akan melakukan tekanan secara terkontrol, mulai dari seberapa keras hingga kecepatan tekanannya.

 

Tidak hanya untuk mengobati nyeri punggung

Selain nyeri punggung, terapi chiropractic sebetulnya juga bisa berguna untuk mengobati gangguan medis lain. Mulai dari nyeri sendi, sakit pinggang, sakit leher, hingga sakit kepala dan migrain. Mengingat kondisi penyakit yang berbeda, tentunya intensitas prosedur chiropractic kemungkinan akan berbeda-beda pula. Namun, sebelum melakukan terapi ini, sebaiknya berkonsultasilah dulu pada dokter untuk memastikan bahwa kondisi Anda memang siap untuk menerima prosedur chiropractic.

 

Memiliki sejumlah efek samping dan risiko komplikasi

Walaupun dianggap cukup ampuh dalam menyembuhkan nyeri punggung, terapi chiropractic tetap memiliki sejumlah efek samping ringan yang perlu Protecal Ladies waspadai. Beberapa di antaranya adalah sakit kepala, kelelahan, dan rasa nyeri pada bagian tubuh yang dirawat.

Selain itu, pada kondisi yang lebih serius, terkadang terapi chiropractic juga bisa menimbulkan risiko komplikasi. Selain cedera tulang belakang, komplikasi dapat timbul berupa saraf terjepit. Jadi, salah satu bantalan saraf yang ada di antara tulang belakang dapat keluar dari posisi seharusnya. Ada pula risiko stroke akibat gangguan pembuluh darah di bagian tulang belakang. Namun, risiko satu ini sangat jarang terjadi.

 

Tidak semua orang bisa menjalani chiropractic

Mengingat adanya risiko efek samping dan komplikasi yang menyertai prosedur terapi chiropractic, tidak semua orang bisa menjalani chiropractic walaupun mengalami nyeri punggung. Jika Anda memiliki beberapa kondisi di bawah ini, Anda tidak dianjurkan untuk melakukan terapi chiropractic:

  • Sering kesemutan / mati rasa / kehilangan kekuatan pada kaki atau lengan
  • Kanker pada tulang belakang
  • Osteoporosis parah
  • Risiko tinggi mengalami stroke

 Terapi chiropractic memang dapat menjadi alternatif penyembuhan atas gangguan nyeri punggung yang Anda rasakan. Namun, tentu saja akan lebih baik untuk mencegah daripada mengobati. Selain menerapkan gaya hidup yang sehat, imbangi juga dengan mengonsumsi Protecal Solid untuk memenuhi kebutuhan kalsium dalam tubuh.

 

Pasalnya, jika tubuh tidak menerima kalsium dalam jumlah cukup, maka tubuh akan mengambil cadangan kalsium dari tulang. Nah, rutin minum Protecal Solid bisa membantu menjaga tulang Anda tetap kuat sejak kini hingga tua nanti.

fact
07/08/2019

Riset yang dilakukan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa 1 dari 10 wanita di seluruh dunia punya kebiasaan memanggul tas berat setiap hari. Tidak tanggung-tanggung, banyaknya barang yang dimasukkan ke dalam tas membuat wanita harus membawa tas seberat 4 – 5 kilogram setiap hari. Padahal, kebiasaan ini sudah tentu berdampak pada kesehatan tubuh. Protecal Ladies, tanpa disadari setidaknya ada 6 dampak negatif yang ditimbulkan dari kebiasaan memanggul tas berat setiap hari. Apa saja?

 

Rentan mengalami sakit kepala

Saat memanggul tas berat pada bahu atau punggung, secara otomatis otot mengalami tekanan dalam jangka waktu yang cukup lama. Akibatnya, efek-efek berkelanjutan pun tidak dapat dihindari. Jika otot-otot di sekitar bahu mendapat tekanan yang cukup kuat dan lama, sehingga memicu kejang atau kaku leher, maka Anda pun lebih mudah merasakan sakit kepala atau pusing meski tidak banyak beraktivitas.

 

Memicu Stress

Siapa bilang stress hanya bisa dipicu oleh rasa lelah dan tekanan emosi? Kebiasaan Anda memanggul tas berat setiap hari juga dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya stress. Hal ini terjadi karena beban berat dalam tas akan menimbulkan tekanan pada otot bahu, hingga menjalar ke bagian otot-otot tulang belakang yang bertugas menjaga keseimbangan berat badan. Apabila kondisi ini berlangsung terus menerus, maka otot-otot tulang belakang terbentuk asimetris dan memicu stress karena saraf tulang belakang tidak berada pada posisi yang seharusnya.

 

Menimbulkan masalah nyeri sendi

Nyeri sendi atau dalam dunia medis disebut dengan istilah arthritis, bisa disebabkan oleh gaya hidup seseorang yang kurang tepat. Termasuk kebiasaan memanggul tas berat di area bahu dan punggung. Meski terlihat sepele, kebiasaan inilah yang menimbulkan peradangan pada sendi yang cukup serius jika tidak segera dihentikan. Rasa nyeri sendiri ini bisa semakin memburuk jika kebiasaan memanggul tas berat terus dilakukan.

 

Merusak struktur jaringan tulang

Protecal Ladies, jarang diketahui bahwa kerusakan struktur jaringan tulang bisa disebabkan oleh kebiasaan memanggul tas berat setiap hari. Padahal, ketika struktur jaringan tulang rusak, maka sistem motorik manusia akan terhambat. Gejala awal yang ditimbulkan sering kali ditandai dengan pertumbuhan tinggi tubuh yang terhambat serta tulang belakang yang membungkuk. Beberapa orang yang mengalami kerusakan struktur jaringan tulang juga rentan terserang stroke kapan saja.

 

Kepadatan tulang mudah terkikis

Tekanan beban berat dari tas yang Anda bawa ternyata tidak hanya menekan bagian persendian, tetapi juga tulang-tulang di sekitarnya. Karena terlalu lama dan sering tertekan, maka kepadatan tulang pun menjadi lebih mudah terkikis. Apabila tidak didukung dengan konsumsi kalsium dan mineral yang tercukupi, maka tulang dalam tubuh Anda rentan mengalami pengapuran yang jika dibiarkan tentu akan berakibat fatal.

 

Memperbesar risiko osteoporosis

Melanjutkan dari poin sebelumnya, kondisi tulang yang terkikis kepadatannya akibat sering memanggul tas berat juga rentan terhadap osteoporosis. Bahkan jika tidak segera dihentikan, kebiasaan tersebut justru akan membuat Anda lebih cepat mengalami osteoporosis daripada orang-orang lanjut usia yang produksi kalsium dalam tubuhnya sudah berkurang.

 

Protecal Ladies, dampak buruk dari kebiasaan memanggul tas berat setiap hari cukup mengerikan, bukan? Oleh karena itu, mulai sekarang pastikan Anda menghentikan kebiasaan tersebut. Kalau pun terpaksa harus memanggul tas, sebaiknya hanya bawa barang-barang yang penting dan selalu dibutuhkan. Sebagai langkah perlindungan lebih lanjut, pastikan Anda mencukupi kebutuhan asupan kalsium dan mineral sejak dini dengan suplemen tulang yaitu Protecal Solid.

fact
16/07/2019
The Latest Article

Kalsium merupakan salah satu mineral penting yang berfungsi untuk menjaga kesehatan tubuh. Jika selama ini Anda tahu kekurangan kalsium hanya berpengaruh pada kesehatan tulang maupun gusi dan gigi, ternyata kalsium juga dapat memengaruhi tekanan darah. Kekurangan kalsium dalam tubuh bisa memicu penyempitan pembuluh darah hingga berujung pada masalah tekanan darah tinggi. Untuk lebih jelasnya, simak informasi di bawah ini, ya, Protecal Ladies.

 

Jumlah kalsium yang dibutuhkan oleh orang dewasa

Sebagai orang dewasa, kebutuhan asupan kalsium Anda tentu berbeda saat ketika masih kecil. Kebutuhan kalsium setiap orang dewasa juga mungkin saja berbeda antar satu dengan yang lainnya. Misalnya saja ibu hamil dan wanita yang tidak hamil. Tentu keduanya membutuhkan asupan kalsium yang berbeda. Jika Anda merupakan wanita dewasa yang kebetulan sedang tidak hamil, maka kebutuhan kalsium Anda adalah sekitar 1000 mg per hari. Sedangkan jika Anda adalah wanita dengan usia 50 tahun ke atas, maka kebutuhan kalsium meningkat hingga 1200 mg per hari.

 

Gejala kekurangan kalsium

Ketika Anda tidak mendapatkan asupan kalsium yang cukup, maka akan lebih berisiko terserang berbagai gangguan kesehatan. Mulanya mungkin Anda tidak sadar bahwa sedang kekurangan kalsium karena bisa jadi gejalanya sama dengan penyakit lain. Namun, jika dibiarkan, kekurangan asupan kalsium tubuh dapat memicu penyakit yang lebih kronis. Oleh sebab itu, waspadalah jika Anda merasakan gejala di bawah ini yang menjadi pertanda awal tubuh kekurangan kalsium:

  • Sering mengalami kesemutan
  • Nyeri otot dan kram
  • Kejang
  • Mudah lelah meski tidak banyak beraktivitas
  • Kuku mudah patah, rambut mudah rontok
  • Nafsu makan berkurang
  • Tulang rapuh atau mudah patah meski tidak dipicu oleh cedera parah
  • Gangguan psikologis seperti mudah lupa, sering kebingungan, dan depresi

 

Kekurangan kalsium memicu tekanan darah tinggi

Dalam jangka panjang, gejala kekurangan kalsium yang Anda abaikan akan mengarah ke masalah kesehatan yang lebih serius. Pasalnya, kalsium merupakan salah satu mineral penting dalam tubuh yang bermanfaat untuk menjaga fungsi kognitif otak, sistem kekebalan tubuh dan fungsi hormon. Ketika kalsium sebagai salah satu mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh tidak tercukupi, maka hal tersebut bisa menjadi faktor risiko utama masalah kesehatan kronis seperti osteoporosis, rakitis, patah tulang, penyakit jantung, preeklamsia pada ibu hamil, kanker, dan tekanan darah tinggi.

Bagaimana kalsium bisa berpengaruh pada tekanan darah hingga memicu darah tinggi? Bukankah kalsium hanya berpengaruh pada kesehatan tulang? Tentu saja tidak. Kalsium dapat memengaruhi penyempitan pembuluh darah, sekresi hormon, dan transmisi impuls sistem saraf. Saat tubuh kekurangan kalsium, maka pembuluh akan menyempit. Hal ini tidak sama dengan jika tubuh mendapat asupan kalsium yang cukup di mana pembuluh darah bisa melebar dengan sempurna.

Saat pembuluh darah mengalami penyempitan akibat tidak cukup kalsium untuk mendukungnya, aliran darah ke berbagai organ tubuh akan terganggu, termasuk juga tekanan darah. Pembuluh darah yang menyempit membuat tubuh harus melakukan usaha ekstra untuk mengedarkan darah ke seluruh tubuh. Tekanan darah bisa jadi meningkat saat tubuh melakukan usaha ini. Dengan begitu, jika Anda kekurangan kalsium, maka tekanan darah menjadi tidak stabil dan bisa memicu tekanan darah tinggi.

 

Lalu, bagaimana? Apakah Anda harus makan banyak makanan berkalsium tinggi untuk menjaga tekanan darah tinggi? Tentu saja iya, Anda bisa mendapatkan asupan kalsium dari berbagai makanan seperti ikan laut, kedelai, bayam, brokoli, jeruk, kiwi, kurma, dan lainnya. Jika tidak bisa mendapatkan asupan makanan berkalsium tinggi, tambahkan Protecal Solid dalam suplemen harian Anda.

fact
2019-09-20

Masih banyak wanita yang mengalami masalah kesehatan tulang akibat kekurangan asupan kalsium. Hal ini dikarenakan kebanyakan wanita tidak menyadari pentingnya asupan kalsium harian dalam tubuh. Padahal, kalsium sangat bermanfaat untuk membantu menjaga kesehatan tubuh, termasuk tulang dan jantung. Meski kalsium yang dibutuhkan tubuh setiap harinya dalam jumlah yang sedikit, banyak wanita yang belum mencukupi kebutuhan kalsium tersebut.

 

Kekurangan kalsium menyebabkan kesehatan tulang terganggu

Kalsium sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi, apalagi kalsium juga dibutuhkan oleh tubuh setiap harinya dalam proses metabolisme. Karena proses metabolisme terjadi setiap hari, maka kalsium harus Anda cukupi setiap harinya. Makanan yang setiap hari Anda konsumsi harus mengandung kalsium agar saat proses metabolisme terjadi, tubuh tidak kekurangan kalsium. Setelah proses metabolisme terjadi, kalsium yang dicerna akan diedarkan ke tulang-tulang di dalam tubuh untuk menjaga kekuatan serta kesehatannya.

Namun, bagaimana jika tubuh tidak mendapat cukup kalsium dalam proses metabolime? Apakah tulang tidak mendapat nutrisi untuk menjaga kekuatan dan kesehatannya? Tentu saja iya. Bahkan, yang lebih menakutkan, tidak hanya tulang tidak mendapat asupan kalsium dari proses metabolisme tubuh, tapi juga berisiko kehilangan simpanan kalsium di dalamnya. Bagaimana hal ini mungkin terjadi? Ini karena tubuh mengambil simpanan kalsium di dalam tulang untuk digunakan dalam proses metabolisme. Jadi, jika Anda tidak cukup makan makanan yang mengandung kalsium, maka tubuh akan mengambilnya dari simpanan di dalam tulang.

 

Tanda tulang yang kekurangan kalsium

Setelah Anda mengetahui pentingnya fungsi kalsium dalam proses metabolisme dan fungsinya untuk menjaga kesehatan tulang, sekarang saatnya mengidentifikasi apakah Anda sudah cukup mendapat kalsium dari asupan makanan harian. Jika beberapa tanda di bawah ini pernah dirasakan, bisa jadi Anda memang kekurangan kalsium.

 

  • Tulang mudah rapuh atau patah

    Saat Anda tidak melakukan aktivitas berat yang menimbulkan risiko cedera tapi mengalami kerapuhan atau bahkan patah tulang, itu menjadi bukti besar bahwa Anda tidak mendapat cukup kalsium. Kekuatan tulang memang sangat dipengaruhi oleh kalsium. Tanpa kalsium, tulang akan mudah keropos, rapuh, dan bahkan patah.

 

  • Kram otot

    Kekurangan kalsium di dalam tubuh juga bisa menyebabkan kram atau nyeri otot, Jika nyeri otot yang Anda rasakan hanya terjadi di waktu yang singkat dan tidak sering, itu mungkin kelelahan biasa. Tapi jika kram otot hampir setiap saat dirasakan, bisa jadi menjadi sinyal bahwa tubuh kekurangan kalsium.

 

  • Gigi berlubang

    Anak-anak memang kerap mengalami masalah gigi berlubang. Tapi, bagaimana jika yang mengalami itu adalah wanita dewasa dengan usia masih cukup muda seperti Anda? Apakah ini normal? Bisa jadi itu disebabkan kesalahan perawatan rongga mulut. Tapi bisa juga itu karena kesalahan pola makan di mana Anda tidak cukup mengonsumsi cukup kalsium untuk tubuh.

 

  • Kuku mudah patah

    Wanita memang sering dan senang memelihara kuku hingga panjang. Terlebih kuku yang panjang bisa dipercantik dengan berbagai macam perawatan. Namun, bagaimana jika saat kuku Anda mencoba memanjangkannya, kuku justru mudah retak atau bahkan patah? Bukankah ini sebuah tanda ada yang bermasalah di dalam tubuh Anda. Sekali dua kali mungkin akibat keteledoran, tapi jika kuku patah berkali-kali, itu sudah pasti tanda tubuh kekurangan kalsium.

 

Bagaimana? Apakah ada dari tanda-tanda di atas yang pernah Anda alami? Jika memang ada, itu berarti sudah saatnya Anda mengatur kembali pola makan harian agar seimbang, termasuk mencukup asupan kalsium. Kalsium bisa Anda dapatkan dari sayuran hijau, ikan laut, kedelai dan olahannya, kacang-kacangan, roti, dan sebagainya. Supaya Anda lebih yakin asupan kalsium tubuh sudah terpenuhi, tambahkan Protecal Solid dalam konsumsi harian Anda.

fact
2019-08-28

Entah karena sibuknya aktivitas atau mungkin beratnya bobot tas yang harus dipanggul setiap hari, lama kelamaan punggung terasa nyeri. Setelah melakukan berbagai cara namun hasilnya tidak maksimal, Protecal Ladies pun mempertimbangkan untuk melakukan terapi chiropractic. Apalagi memang beberapa waktu belakangan ini terapi tersebut cukup populer dibicarakan.

Terapi chiropractic bisa membantu mengembalikan kelenturan sendi Anda akibat cedera fisik. Misalnya akibat salah duduk, terjatuh, atau gerakan fisik yang berulang. Namun, sebelum mengambil keputusan, ada baiknya jika kita mengetahui fakta-fakta penting terkait terapi chiropractic. Berikut ini beberapa faktanya. Yuk, simak!

 

Penekanan pada sendi tulang belakang

Pada dasarnya, terapi chiropractic dilakukan untuk membantu mengatasi masalah medis yang terjadi atau berkaitan dengan sistem saraf tulang belakang, termasuk di antaranya nyeri punggung. Beberapa alasan kenapa terapi chiropractic bisa begitu populer adalah karena prosedurnya yang tidak membutuhkan operasi bedah maupun obat kimia sintetik. Bahkan kabarnya proses terapi berjalan dalam waktu cukup cepat.

Jadi, apa yang sebenarnya dilakukan dalam terapi chiropractic?

Orang atau pihak yang ahli dalam melakukan prosedur chiropractic disebut dengan chiropractor. Ia melakukan penekanan pada sendi tulang belakang Anda dengan menggunakan tangan secara langsung atau bantuan alat khusus. Beberapa orang juga menyebut prosedur ini dengan manipulasi tulang belakang. Tergantung dari kebutuhan pasien, chiropractor akan melakukan tekanan secara terkontrol, mulai dari seberapa keras hingga kecepatan tekanannya.

 

Tidak hanya untuk mengobati nyeri punggung

Selain nyeri punggung, terapi chiropractic sebetulnya juga bisa berguna untuk mengobati gangguan medis lain. Mulai dari nyeri sendi, sakit pinggang, sakit leher, hingga sakit kepala dan migrain. Mengingat kondisi penyakit yang berbeda, tentunya intensitas prosedur chiropractic kemungkinan akan berbeda-beda pula. Namun, sebelum melakukan terapi ini, sebaiknya berkonsultasilah dulu pada dokter untuk memastikan bahwa kondisi Anda memang siap untuk menerima prosedur chiropractic.

 

Memiliki sejumlah efek samping dan risiko komplikasi

Walaupun dianggap cukup ampuh dalam menyembuhkan nyeri punggung, terapi chiropractic tetap memiliki sejumlah efek samping ringan yang perlu Protecal Ladies waspadai. Beberapa di antaranya adalah sakit kepala, kelelahan, dan rasa nyeri pada bagian tubuh yang dirawat.

Selain itu, pada kondisi yang lebih serius, terkadang terapi chiropractic juga bisa menimbulkan risiko komplikasi. Selain cedera tulang belakang, komplikasi dapat timbul berupa saraf terjepit. Jadi, salah satu bantalan saraf yang ada di antara tulang belakang dapat keluar dari posisi seharusnya. Ada pula risiko stroke akibat gangguan pembuluh darah di bagian tulang belakang. Namun, risiko satu ini sangat jarang terjadi.

 

Tidak semua orang bisa menjalani chiropractic

Mengingat adanya risiko efek samping dan komplikasi yang menyertai prosedur terapi chiropractic, tidak semua orang bisa menjalani chiropractic walaupun mengalami nyeri punggung. Jika Anda memiliki beberapa kondisi di bawah ini, Anda tidak dianjurkan untuk melakukan terapi chiropractic:

  • Sering kesemutan / mati rasa / kehilangan kekuatan pada kaki atau lengan
  • Kanker pada tulang belakang
  • Osteoporosis parah
  • Risiko tinggi mengalami stroke

 Terapi chiropractic memang dapat menjadi alternatif penyembuhan atas gangguan nyeri punggung yang Anda rasakan. Namun, tentu saja akan lebih baik untuk mencegah daripada mengobati. Selain menerapkan gaya hidup yang sehat, imbangi juga dengan mengonsumsi Protecal Solid untuk memenuhi kebutuhan kalsium dalam tubuh.

 

Pasalnya, jika tubuh tidak menerima kalsium dalam jumlah cukup, maka tubuh akan mengambil cadangan kalsium dari tulang. Nah, rutin minum Protecal Solid bisa membantu menjaga tulang Anda tetap kuat sejak kini hingga tua nanti.

fact
2019-08-07