Bunyi 'Krek' Saat Meregangkan Sendi, Inilah Penyebabnya!

Saat merasa pegal, apa gerakan refleks Anda? Kebanyakan mungkin akan menjawab melakukan gerakan peregangan ringan hingga terdengar bunyi ‘krek’. Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya dari manakah suara tersebut berasal dan apakah normal jika suara tersebut sering terdengar saat sedang merengangkan tubuh? Berikut penjelasannya.

 

Penyebab bunyi krek saat meregangkan sendi

Salah satu gerakan reflek yang kerap dilakukan saat seseorang merasa pegal adalah merengangkan persendiannya. Gerakan peregangan ini biasanya dilakukan hingga terdengar bunyi ‘krek’ dari persendian. Sebenarnya, berasal dari manakah bunyi krek tersebut? Apakah memang benar-benar dari tulang dan persendian yang digerakkan?

Ternyata, saat Anda meregangkan sendi dengan gerakan menghentak yang kuat, ruang yang ada dalam persendian akan membesar. Saat ruang dalam persendian membesar maka tekanan di dalam sendi akan menurun. Kondisi tersebut kemudian akan mendorong kandungan gas dari cairan di dalam sendi akan terlepas. Nah, pelepasan gas inilah yang kemudian menimbulkan bunyi ‘krek’.

 

Bahayakah merengangkan sendi hingga bunyi ‘krek’ ?

Lalu kini pertanyaannya, apakah meregangkan sendi hingga terdengar bunyi ‘krek’ bisa membahayakan? Jawabannya tergantung pada frekuensi Anda melakukannya. Jika Anda melakukan peregangan sendi satu / dua kali saja dan tidak menjadikannya sebagai sebuah kebiasaan maka tidak akan ada masalah yang timbul.

Namun lain halnya jika Anda menjadikan aktivitas tersebut sebagai sebuah rutinitas. Meregangkan persendian hingga berbunyi ‘krek’ terlalu sering akan mengubah koordinasi persendian. Apabila dilakukan secara terus-menerus bentuk sendi bahkan akan berubah menjadi semakin besar. Tentu saja hal ini akan membahayakan kesehatan tulang dan bagian tubuh lainnya. Perlu diketahui, persendian yang membesar ini jelas akan membawa dampak buruk karena bisa membuat kekuatan tulang menjadi lemah dan mudah rapuh.

Protecal Ladies, kebiasaan meregangkan persendian pada bagian leher bahkan dianggap mampu meningkatkan risiko stroke. Ini karena meregangkan persendian akan menyebabkan kerusakan pada bagian pembuluh nadi / arteri. Gerakan peregangan yang salah juga berpotensi menyebabkan syaraf terjepit. Padahal seperti yang Anda ketahui, syaraf yang ada di sekitar leher memiliki peranan penting bagi tubuh sehingga sedikit kerusakan saja bisa menyebabkan gangguan motorik hingga kelumpuhan. Sangat fatal, bukan?

 

Apa yang sebaiknya dilakukan untuk meregangkan sendi?

Jika meregangkan persendian hingga berbunyi krek harus dihindari, lalu apa yang sebaiknya dilakukan? Ada baiknya Anda mulai membuat jadwal harian untuk berolahraga secara rutin. Tidak perlu gerakan fisik yang terlalu berat, jogging ringan di pagi hari saja sudah cukup. Meningkatkan intensitas aktivitas tubuh akan membantu produksi pelumas pada persendian naik. Saat sendi terlumasi dengan baik maka Anda akan jarang merasa nyeri.

Apabila sudah menjadi kebiasaan, Anda sebaiknya melakukan peregangan secara lembut dan berhati-hati. Hindari gerakan yang terlalu menghentak atau terlalu kencang. Melakukan peregangan terlalu kencang hanya akan menambah beban ekstra pada persendian dan meningkatkan risiko radang sendi. Sebaliknya, lakukanlah secara perlahan sambil menarik nafas perlahan. Gerakan seperti ini tidak hanya membantu meregangkan sendi tetapi juga membantu melancarkan peredaran darah. 

 

Ternyata meregangkan persendian hingga menimbulkan bunyi ‘krek’ justru membahayakan untuk tubuh. Oleh karena itu, sebaiknya Anda mulai mengurangi kebiasaan tersebut dan menggantinya dengan aktivitas fisik lainnya yang lebih aman untuk persendian, seperti jogging atau yoga. Anda juga bisa melengkapinya dengan mengkonsumsi Protecal Solid yang tinggi kalsium sehingga baik untuk menjaga kesehatan tulang hingga masa tua nanti.