Nyeri Sendi VS Nyeri Tulang: Apa Bedanya?

Protecal Ladies, rasa nyeri yang tiba-tiba muncul di sekitar lutut atau punggung sering kali dianggap sebagai nyeri sendi. Padahal faktanya, kondisi ini juga bisa dipicu akibat nyeri tulang di tubuhmu. Masih belum bisa membedakan keduanya? Berikut penjelasan selengkapnya yang bisa membantu Anda memahami beda nyeri sendi dan nyeri tulang. Yuk, simak!

 

Berasal dari penyebab yang berbeda

Pada dasarnya, jika dilihat dari anatomi tubuh manusia, maka sendi dibentuk dari beberapa tulang terhubung satu sama lain. Dalam hal ini, yang dimaksud dengan sendi ialah celah di antara  dua tulang yang terhubung. Karena merupakan dua bagian tubuh yang berbeda, maka rasa nyeri sendi dan nyeri tulang pun disebabkan oleh faktor yang berbeda pula.

Penyebab nyeri sendiri cukup beragam, antara lain cedera yang terjadi pada area tendon, ligamen, bursa, serta tulang rawan. Kondisi inilah yang kemudian menimbulkan rasa sakit saat tulang mengalami pergerakan. Di sisi lain, nyeri tulang justru disebabkan akibat adanya gangguan atau peradangan di beberapa tulang. Penyebabnya bisa karena kecelakaan, cedera saat berolahraga, infeksi tulang, hingga tubuh yang kekurangan kalsium.

 

Nyeri sendi tidak lebih sakit dibandingkan nyeri tulang

Nah, untuk membedakan antara nyeri sendi dan nyeri tulang, Anda bisa memperhatikan tingkat keparahan atau rasa sakit yang muncul. Hal ini dikarenakan nyeri sendi relatif lebih ringan dibandingkan dengan nyeri tulang. Nyeri sendi hanya akan terasa di sekitar area sendi yang meradang saja. Sebaliknya, nyeri tulang akan lebih terasa tajam di sekujur tubuh, seperti sedang ditusuk-tusuk sehingga Anda akan sulit melakukan pergerakan. Dalam kondisi yang lebih parah, nyeri tulang akibat fraktur atau patah tulang misalnya, justru semakin tidak tertahankan.

 

Memerhatikan frekuensi kambuhnya

Frekuensi rasa nyeri yang kambuh dari nyeri sendi maupun nyeri tulang ternyata berbeda, lho! Pasalnya, rasa nyeri pada persendian hanya akan muncul ketika Anda melakukan pergerakan di area persendian yang meradang. Saat tidak digerakkan atau diistirahatkan, maka rasa nyeri sendi itu pun akan berangsur membaik.

Kondisi tersebut tentu tidak bisa Anda jumpai pada saat mengalami nyeri tulang. Saat sedang kambuh, nyeri tulang akan terasa sepanjang waktu, baik saat beristirahat ataupun bergerak. Bahkan nyeri tulang lebih sering kambuh sekali pun Anda sedang tidak melakukan kegiatan apa-apa.

 

Pengobatan nyeri sendi dan nyeri tulang

Untuk mengobati nyeri sendi, Anda bisa mengompres bagian sendi yang bengkak atau meradang dengan es batu selama kurang lebih 20 menit. Anda juga bisa melakukan pengobatan dari dalam dengan obat-obatan pereda nyeri, yaitu paracetamol atau ibuprofen. Pastikan juga bahwa Anda beristirahat dengan cukup agar kondisi persendian membaik. Namun, ketika nyeri sendi sudah semakin parah dan disertai dengan sensasi hangat dan sulit digerakkan, segeralah menemui dokter.

Di sisi lain, pengobatan nyeri tulang terbilang lebih kompleks dan harus segera mendapat penanganan dari dokter. Penderita nyeri tulang biasanya akan diminta untuk mengonsumsi obat anti-inflamasi, antibiotik, hingga pereda nyeri. Pada kasus nyeri tulang akibat pengapuran atau kekurangan kalsium dan mineral, maka Anda akan diminta untuk mengonsumsi suplemen tambahan yang diperkaya dengan vitamin D, dan kalsium seperti Protecal Osteo.

Protecol Osteo merupakan suplemen yang baik untuk mencegah osteoporosis. Dengan rutin mengonsumsi Protecal Osteo, Anda bisa memiliki tulang sehat dan kuat saat ini hingga di masa mendatang.

 

Setelah memahami perbedaan nyeri sendi dan nyeri tulang, Anda pun bisa melakukan pencegahan secara tepat. Beragam gangguan sendi dan tulang bisa dihindarkan sehingga Anda tetap beraktivitas dengan normal tanpa terganggu.