Kondisi Stres Pengaruhi Kesehatan Tulang

Belakangan ini, isu banyak orang yang mengalami stres ramai dibicarakan. Alasannya beragam, kebanyakan dari mereka merasa stres karena faktor tekanan pekerjaan, ataupun cemas dan tertekan berlebihan karena masalah hidup lainnya.

Selain menurunkan produktivitas, stres juga berdampak buruk bagi tubuh. Salah satu bagian tubuh yang akan terasa langsung akibat dampak negatif dari stres adalah tulang. Beberapa penelitian menunjukan bahwa stres akan mengurangi kepadatan mineral dalam tulang.

 

Terjadinya serangan asam pada tulang

Stres berlebihan dapat menyebabkan tingkat keasaman pada tulang meningkat. Hal tersebut akan berdampak pada terhambatnya sistem pencernaan yang menyebabkan makanan tidak bisa dicerna secara optimal oleh tubuh.

Selain itu, tingkat keasaman yang tinggi juga dapat menghambat proses metabolisme mineral. Jika proses metabolisme mineral tidak berjalan baik, tulang juga tidak akan mendapat asupan mineral yang baik. Padahal, mineral sangat penting bagi kesehatan tulang. Tulang yang tidak mendapat metabolisme mineral yang optimal bahkan dapat menyebabkan diet bergizi menjadi tidak bermanfaat.

Sebuah penelitian juga menjelaskan bahwa efek negatif dari stres terhadap tulang sama dengan meminum minuman ringan yang mengandung asam fosfat berlebih. Asam fosfat bersifat korosif bagi tulang dan bisa menjadi salah satu penyebab utama hilangnya kalsium dan mineral di tulang dan gigi.

 

Meningkatnya kortisol dalam tubuh

Tulang yang ada di dalam tubuh memiliki jaringan yang dijalankan oleh dua jenis sel yang masing-masing memiliki pengaruh penting bagi kepadatan tulang. Dua jenis sel tersebut adalah osteoblast yang berfungsi dalam proses pembentukan jaringan tulang baru, dan sel osteoklas yang berfungsi sebagai pemecah jaringan tulang yang sudah tua. Apabila sel-sel ini tidak dapat berfungsi dan bekerja secara optimal maka kepadatan tulang akan terpengaruh.

Sementara itu, kortisol sering disebut sebagai hormon stres. Ketika tubuh mengalami stress, maka tubuh secara otomatis memberi respon dengan meningkatnya produksi kortisol. Hal ini akan mempengaruhi proses kerja sel osteoblast dan berdampak pada pengurangan kepadatan tulang.  

Tingkat kepadatan tulang yang rendah inilah yang akhirnya bisa memicu osteoporosis. Hal ini karena proses kerja sel osteoblast yang terganggu di mana akhirnya membuat jaringan tulang di dalam tubuh menjadi pecah sehingga akhirnya kurangnya jaringan tulang yang tersimpan.

 

Munculnya gejala depresi

Stres juga memicu timbulnya gejala depresi, di mana studi menunjukkan bahwa depresi juga mempengaruhi kesehatan tulang. Orang yang memiliki depresi juga mengalami rendahnya kepadatan tulang sehingga tulangnya akan lebih rapuh daripada yang lain. Ketika mengalami depresi, maka otak akan menggunakan saraf simpatik untuk meningkatkan sekresi noradrenalin. Sekresi noradlenin adalah zat kimia yang bisa menghambat osteoblast tadi.

 

Itulah setidaknya tiga dampak negatif yang bisa terjadi pada tulang jika kamu mengalami stres berlebih. Oleh sebab itu, sediakan waktu untuk istirahat dan rileks agar rutinitas tidak menjadikanmu terlalu penat. Hindari juga makan makanan yang berlebihan untuk melampiaskan stres, apalagi makanan yang dipilih adalah jenis cepat saji.

Makanan cepat saji justru memiliki kandungan kalsium, magnesium dan nutrisi yang rendah sehingga tidak bisa menjadi obat yang dibutuhkan tubuh untuk mengembalikan kepadatan tulang akibat stres. Usahakan untuk mengurangi konsumsi makanan cepat saji, meningkatkan asupan vitamin D serta kalsium, dan rutin berolahraga untuk mengembalikan kepadatan tulang akibat stress.

Selain itu, kamu juga bisa konsumsi Protecal Defense untuk bantu daya tahan tubuh kamu.