Ternyata merenung sesaat setelah bangun tidur adalah langkah yang tepat. Anda justru disarankan untuk berbaring beberapa menit hingga mata Anda benar-benar terbuka. Langsung beranjak dari tidur dapat membuat tulang pinggul Anda bergeser, atau yang dalam dunia medis dikenal dengan sebutan Dislokasi.

 

Kondisi ini dapat terjadi karena tulang belum siap menerima beban kerja. Apalagi, tulang berada dalam kondisi terlemah saat sedang tidur. Maka, jangan langsung bergerak atau memberikan beban pekerjaan berat kepada tulang saat bangun tidur. Jangan langsung berdiri, apalagi berjalan.

 

Lebih parahnya lagi, Dislokasi dapat menyebabkan beberapa kompilasi jika terjadi terus-terusan dan tidak segera diobati. Beberapa di antaranya adalah:

  • Kerusakan saraf dan pembuluh darah di sekitar sendi.
  • Sobeknya otot, ligamen, dan jaringan penghubung otot dengan tulang (tendon) pada sendi yang cedera.
  • Peradangan pada sendi yang cedera. Risiko ini akan semakin tinggi pada lansia.
  • Meningkatnya risiko cedera berulang pada sendi yang mengalami diskolasi.

 

Selain Diskolasi, ternyata bangun tidur dan langsung berdiri juga bisa menyebabkan Hipotensi Ortostatik yaitu penurunan tekanan darah yang terjadi secara tiba-tiba. Penderitanya akan mengalami pusing dengan tingkat berlebih. Beberapa penderita bahkan pingsan, terutama untuk penderita darah rendah.

 

Ini terjadi karena pada saat tubuh dalam kondisi rileks ketika tertidur, suplai tekanan darah merata ke seluruh tubuh, bahkan hingga ke otak. Namun jika berdiri mendadak tanpa persiapan, tekanan darah akan terlempar secara tiba-tiba menuju kaki. Inilah yang menyebabkan saraf pengendalian refleks menjadi terganggu.

 

Jadi mulai sekarang, sebaiknya mempersiapkan waktu khusus untuk bangun tidur lebih awal, agar tubuh bisa mempersiapkan diri terlebih dahulu sebelum beranjak menjalani hari. Lebih daripada itu, kamu juga harus menjaga sendi kamu selain menjaga kesehatan tulang dan tekanan darah. Kamu bisa konsumsi Protecal Joint untuk bantu jaga kesehatan sendi kamu.

fact
13/12/2019

Olahraga tentu menjadi kebiasaan baik yang mampu menunjang kesehatan Protecal Ladies. Namun berbeda cerita jika olahraga yang dilakukan berakibat cedera. Bagaimana jika olahraga yang dilakukan membuat Anda mengalami patah tulang? Apa yang harus dilakukan saat mengalami patah tulang setelah olahraga? Jangan keburu panik! Begini langkah penanganannya yang perlu diketahui!

 

Hal-hal yang menyebabkan patah tulang setelah olahraga

Patah tulang setelah olahraga bisa jadi karena intensitas latihan yang dilakukan terlalu keras atau berat bagi tubuh. Bisa juga patah tulang setelah olahraga diakibatkan oleh kesalahan selama melakukan aktivitas tersebut seperti terjatuh, salah tumpuan, atau salah melakukan gerakan yang diinstruksikan.

Kondisi tubuh juga bisa menyebabkan patah tulang setelah olahraga. Seperti pada tulang dengan kondisi yang terlalu rapuh, untuk menahan beban tubuh saat olahraga. Ketika Anda berolahraga dan meningkatkan intensitas latihan, maka tulang butuh waktu penyesuaian. Jika Anda melakukannya dengan cepat, maka bisa menyebabkan cedera hingga patah tulang. Di bawah ini beberapa hal yang bisa menjadi penyebab patah tulang setelah olahraga:

  • Peningkatan frekuensi dan jumlah sesi latihan, serta beban yang dilakukan dalam jangka waktu relatif cepat, membuat tubuh tidak memiliki cukup waktu untuk beradaptasi sehingga memungkinkan patah tulang terjadi. Misalnya Anda terbiasa lari di treadmill dua kali seminggu dengan durasi satu jam. Jika ditingkatkan menjadi lima kali seminggu dengan durasi dua jam, akan menimbulkan cedera.
  • Perubahan permukaan olahraga yang dilakukan secara tiba-tiba juga berisiko menyebabkan patah tulang setelah olahraga. Misalnya Anda beralih dari lapangan tenis rumput, ke lapangan tenis tanah liat. Bisa juga peralihan dari lari di treadmill ke lari di luar ruangan (outdoor).
  • Perubahan jenis olahraga yang dilakukan juga bisa menyebabkan patah tulang. Misalnya Anda terbiasa latihan tiga puluh menit level sedang pada elliptical trainer setiap minggunya. Tiba-tiba, Anda mengubahnya menjadi tiga sesi latihan sprint dan plyometrics.

 

Tanda-tanda patah tulang setelah olahraga

Patah tulang setelah olahraga umumnya memiliki gejala yang khas, berbeda dengan jenis cedera lainnya. Anda harus tahu betul apa tanda-tanda patah tulang setelah olahraga agar segera mendapat pertolongan. Berikut gejalanya:

  • Rasa nyeri dan pegal yang terasa di bagian jauh dalam kaki, jari kaki, pergelangan kaki, lengan, pinggul, dan tulang kering.
  • Nyeri yang muncul saat Anda beraktivitas, namun hilang saat Anda beristirahat.
  • Rasa lemas pada bagian kaki, anggota tubuh, dan pergelangan kaki, serta bagian lainnya yang diikuti rasa sakit maupun tidak.
  • Muncul pembengkakan.
  • Nyeri yang berpusat pada area tubuh tertentu yang terasa saat malam hari. Contohnya saja di bagian pinggul, pergelangan kaki, dan kaki.
  • Nyeri pada punggung atau di salah satu sisi tubuh.

 

Pertolongan pertama patah tulang setelah olahraga

Bila saat olahraga Anda merasakan gejala yang merupakan tanda-tanda adanya patah tulang, maka pertolongan pertama adalah kompres menggunakan es batu. Jangan panik saat melakukan kompres. Kemudian, Anda bisa melanjutkan dengan pembidaian sederhana. Jika Anda tidak yakin dengan metode atau cara pembidaian yang benar, hubungi rumah sakit atau dokter terdekat.

Dokter biasanya akan melakukan X-ray untuk melihat kondisi tulang yang patah. Jika memang benar ada tulang yang patah, dokter akan memasang gips yang menjaga tulang tetap pada posisinya. Proses penyembuhan dengan gips ini umumnya memakan waktu beberapa minggu atau bulan, tergantung kondisi patah tulang yang Anda alami.

Selanjutnya, Anda harus memastikan untuk membatasi aktivitas berat guna mempercepat proses pemulihan. Jangan lakukan hal-hal berat seperti mengangkat barang (untuk cedera patah tulang tangan), naik turun tangga (untuk cedera patah tulang kaki), dan olahraga. Anda baru bisa kembali olahraga saat dokter sudah menyatakan bahwa patah tulang Anda sembuh total.

 

Agar proses penyembuhan patah tulang setelah olahraga bisa berjalan cepat, Anda bisa minum suplemen vitamin tulang, Protecal Solid, yang membantu proses penyembuhan dan pembentukan jaringan baru. Anda juga bisa rutin minum Protecal untuk menjaga kesehatan tulang sehingga risiko patah tulang bisa dicegah.

tips
13/12/2019
  1. Wajib mengikuti (follow) Instagram Protecal
  2. Cek postingan #WEARECAPABLE pada akun Instagram @protecal_id
  3. Pada postingan tersebut, tulis di kolom komentar tentang hal apa yang bisa kamu lakukan berkat dukungan Protecal dan support system kamu
  4. Mention support system yang selalu mendukung kamu untuk berolahraga dan sertakan hashtag #WEARECAPABLE
  5. Komentar tidak boleh mengandung unsur SARA, pornografi, politik, kekerasan, atau hal-hal yang menyinggung/memojokkan pihak tertentu
  6. Pemenang dipilih berdasarkan komentar paling menarik dan memenuhi persyaratan mekanisme
  7. Pemenang akan dihubungi langsung oleh pihak Protecal melalui akun Instagram @protecal_id
  8. 8 pemenang terpilih akan mengikuti kelas Yoga gratis pada Sabtu, 14 Desember 2019, bersama @ullie_iswara di @roccaspace (Gelora Bung Karno, Jakarta)
  9. Masing-masing pemenang diperbolehkan membawa 1 teman saat kelas Yoga
  10. 3 Pemenang berikutnya akan mendapatkan 3 voucher MAP senilai Rp200.000 yang dipilih secara acak
  11. Periode lomba dimulai dari 11 November hingga 8 Desember 2019
  12. Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat
  13. Hati-hati terhadap penipuan. Pihak Protecal tidak pernah meminta uang dalam activity digital apapun
fact
13/11/2019

Kalsium merupakan salah satu mineral penting yang berfungsi untuk menjaga kesehatan tubuh. Jika selama ini Anda tahu kekurangan kalsium hanya berpengaruh pada kesehatan tulang maupun gusi dan gigi, ternyata kalsium juga dapat memengaruhi tekanan darah. Kekurangan kalsium dalam tubuh bisa memicu penyempitan pembuluh darah hingga berujung pada masalah tekanan darah tinggi. Untuk lebih jelasnya, simak informasi di bawah ini, ya, Protecal Ladies.

 

Jumlah kalsium yang dibutuhkan oleh orang dewasa

Sebagai orang dewasa, kebutuhan asupan kalsium Anda tentu berbeda saat ketika masih kecil. Kebutuhan kalsium setiap orang dewasa juga mungkin saja berbeda antar satu dengan yang lainnya. Misalnya saja ibu hamil dan wanita yang tidak hamil. Tentu keduanya membutuhkan asupan kalsium yang berbeda. Jika Anda merupakan wanita dewasa yang kebetulan sedang tidak hamil, maka kebutuhan kalsium Anda adalah sekitar 1000 mg per hari. Sedangkan jika Anda adalah wanita dengan usia 50 tahun ke atas, maka kebutuhan kalsium meningkat hingga 1200 mg per hari.

 

Gejala kekurangan kalsium

Ketika Anda tidak mendapatkan asupan kalsium yang cukup, maka akan lebih berisiko terserang berbagai gangguan kesehatan. Mulanya mungkin Anda tidak sadar bahwa sedang kekurangan kalsium karena bisa jadi gejalanya sama dengan penyakit lain. Namun, jika dibiarkan, kekurangan asupan kalsium tubuh dapat memicu penyakit yang lebih kronis. Oleh sebab itu, waspadalah jika Anda merasakan gejala di bawah ini yang menjadi pertanda awal tubuh kekurangan kalsium:

  • Sering mengalami kesemutan
  • Nyeri otot dan kram
  • Kejang
  • Mudah lelah meski tidak banyak beraktivitas
  • Kuku mudah patah, rambut mudah rontok
  • Nafsu makan berkurang
  • Tulang rapuh atau mudah patah meski tidak dipicu oleh cedera parah
  • Gangguan psikologis seperti mudah lupa, sering kebingungan, dan depresi

 

Kekurangan kalsium memicu tekanan darah tinggi

Dalam jangka panjang, gejala kekurangan kalsium yang Anda abaikan akan mengarah ke masalah kesehatan yang lebih serius. Pasalnya, kalsium merupakan salah satu mineral penting dalam tubuh yang bermanfaat untuk menjaga fungsi kognitif otak, sistem kekebalan tubuh dan fungsi hormon. Ketika kalsium sebagai salah satu mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh tidak tercukupi, maka hal tersebut bisa menjadi faktor risiko utama masalah kesehatan kronis seperti osteoporosis, rakitis, patah tulang, penyakit jantung, preeklamsia pada ibu hamil, kanker, dan tekanan darah tinggi.

Bagaimana kalsium bisa berpengaruh pada tekanan darah hingga memicu darah tinggi? Bukankah kalsium hanya berpengaruh pada kesehatan tulang? Tentu saja tidak. Kalsium dapat memengaruhi penyempitan pembuluh darah, sekresi hormon, dan transmisi impuls sistem saraf. Saat tubuh kekurangan kalsium, maka pembuluh akan menyempit. Hal ini tidak sama dengan jika tubuh mendapat asupan kalsium yang cukup di mana pembuluh darah bisa melebar dengan sempurna.

Saat pembuluh darah mengalami penyempitan akibat tidak cukup kalsium untuk mendukungnya, aliran darah ke berbagai organ tubuh akan terganggu, termasuk juga tekanan darah. Pembuluh darah yang menyempit membuat tubuh harus melakukan usaha ekstra untuk mengedarkan darah ke seluruh tubuh. Tekanan darah bisa jadi meningkat saat tubuh melakukan usaha ini. Dengan begitu, jika Anda kekurangan kalsium, maka tekanan darah menjadi tidak stabil dan bisa memicu tekanan darah tinggi.

 

Lalu, bagaimana? Apakah Anda harus makan banyak makanan berkalsium tinggi untuk menjaga tekanan darah tinggi? Tentu saja iya, Anda bisa mendapatkan asupan kalsium dari berbagai makanan seperti ikan laut, kedelai, bayam, brokoli, jeruk, kiwi, kurma, dan lainnya. Jika tidak bisa mendapatkan asupan makanan berkalsium tinggi, tambahkan Protecal Solid dalam suplemen harian Anda.

fact
20/09/2019
The Latest Article

Siapa bilang Protecal Ladies hanya butuh kalsium untuk menjaga kesehatan tulang? Nyatanya, tulang juga butuh asupan vitamin D dan vitamin K untuk membantunya tetap sehat dan kuat. Di samping itu, perpaduan vitamin D, K, dan kalsium akan membantu tulang Anda tidak mudah keropos, seiring dengan bertambahnya usia. Bagaimana bisa vitamin dan kalsium ini mampu menjaga kekuatan dan kesehatan tulang Anda? Simak ulasannya berikut ini.

Kalsium untuk menguatkan tulang

Protecal Ladies tentu sudah sangat paham, bukan, pentingnya kalsium untuk menguatkan tulang? Dalam tubuh, kalsium banyak tersimpan di gigi dan tulang. Hanya ada sekitar 1% saja kalsium dalam tubuh yang tersimpan di dalam sel-sel otot, darah, dan jaringan tubuh lainnya. Kalsium ini tidak akan bertahan selamanya di dalam gigi dan tulang. Seiring dengan waktu, kalsium ini akan berkurang dan tubuh membutuhkan asupan kalsium tambahan.

Oleh sebab itu, di usia yang semakin bertambah dan meningkatnya aktivitas yang Anda lakukan, asupan kalsium tambahan dari makanan sangatlah dibutuhkan oleh tubuh. Protecal Ladies harus memastikan bahwa setiap makanan yang dikonsumsi mengandung kalsium cukup untuk tetap menjaga kekuatan serta kesehatan tulang dan gigi.

Selain susu, ada juga banyak makanan kaya kalsium lainnya yang bisa dikonsumsi. Misalnya saja ikan salmon. Dalam dua setengah ons ikan salmon, terdapat 180 mg kalsium. Jumlah ini cukup untuk memberikan asupan kalsium dalam tubuh. Selain itu, ikan salmon juga mengandung omega-3 yang bersifat melawan kanker.

Vitamin D membantu penyerapan kalsium

Kalsium tidak bekerja sendirian dalam menguatkan tulang, tapi juga butuh bantuan vitamin D untuk membantu penyerapannya dalam tubuh. Tanpa vitamin D, tubuh akan sangat kesulitan menyerap kalsium yang didapat dari makanan. Oleh sebab itu, pastikan ada asupan vitamin D selain kalsium, dalam makanan yang Protecal Ladies santap.

Bagaimana mungkin vitamin D bisa bermanfaat untuk penyerapan kalsium dalam tubuh?

Sangat mungkin sekali. Ketika vitamin D masuk dalam tubuh, vitamin ini akan diubah menjadi hormon calcitriol. Hormon inilah yang nantinya membantu penyerapan kalsium di dalam usus. Selain itu, vitamin D juga akan merangsang produksi zat yang bertugas mengangkut kalsium masuk ke dinding usus, untuk kemudian dialirkan ke seluruh tubuh melalui darah. Jika proses penyerapan dan pengangkutan ini lancar, maka semua kalsium yang Anda konsumsi bisa diterima seluruhnya oleh tubuh.

Anda bisa mendapatkan vitamin D ini dengan tiga cara. Pertama, melalui makanan seperti ikan sarden, kuning telur, tuna, dan hati sapi. Kedua, melalui sinar matahari pagi yang masih sehat dan kaya vitamin D. Ketiga, melalui suplemen seperti Protecal Solid.

Vitamin K membantu proses pembentukan tulang

Vitamin K yang berada dalam jumlah cukup di dalam tubuh akan sangat berperan penting dalam proses pembentukan tulang. Vitamin K ini juga memiliki fungsi sama dengan vitamin D, yaitu membantu penyerapan kalsium. Saat tubuh mendapat asupan kalsium yang cukup, ditambah dengan asupan vitamin D dan K yang mengoptimalkan penyerapannya, maka bukan tidak mungkin Anda bisa memiliki tulang kuat dan sehat hingga usia lanjut.

Vitamin K bisa Anda temukan dalam makanan sehari-hari yang dikonsumsi. Misalnya bayam, brokoli, kangkung, dan sawi. Umumnya, sayuran berwarna hijau memiliki banyak kandungan vitamin K. Oleh karena itu, pastikan Protecal Ladies selalu mengonsumsi sayuran, ya. Ini demi kesehatan diri sendiri juga, kok!

Seiring dengan bertambahnya usia, kebutuhan akan kalsium serta vitamin tubuh akan terus meningkat. Mungkin saja sayur dan buah yang Anda konsumsi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam tubuh. Oleh sebab itu, Anda bisa menambahkan suplemen vitamin tambahan untuk memperkuat tulang, seperti Protecal. Anda dapat mengonsumsi Protecal Osteo sebagai asupan kalsium, vitamin D, dan vitamin K harian Anda untuk tubuh, agar tulang selalu kuat. Protecal Osteo tersedia dalam dua sediaan, yaitu effervescent dan kaplet, yang dapat Anda sesuaikan dengan kebutuhan Anda.

Photo source: https://www.shutterstock.com/image-photo/asian-women-exercising-bed-morning-she-1048403464

fact
2020-01-03

Gigi merupakan salah satu bagian tubuh yang sangat penting. Maka dari itu, gigi perlu dirawat dengan baik supaya tidak mengalami kerusakan. Ketika seseorang mengalami kerusakan pada giginya maka akan muncul rasa sakit  tak tertahankan, dan sangat menganggu. Selain itu, rasa tidak nyaman yang muncul juga bisa mengganggu aktivitas, seperti saat mengunyah makanan.

Kondisi gigi yang tidak dirawat akan menjadi sangat rentan menjadi tempat berkembangnya bakteri. Ini akan mempengaruhi kualitas gigi dan menyebabkan gigi keropos. Jika tubuh kekurangan kalsium, maka tubuh akan mengambil simpanan kalsium dalam tulang dan gigi untuk mempertahankan fungsi tubuh lainnya. Pada kondisi ini, proses pelepasan mineral pada gigi akan meningkat, sementara kadar kalsium pada air ludah menurun sehingga proses pengembalian mineral terhambat.

Jika proses ini terjadi secara terus menerus tanpa diimbangi asupan kalsium yang cukup, maka akan terjadi ketidakseimbangan antara proses pelepasan dan pengembalian mineral yang dapat menyebabkan gigi keropos dan dapat mengganggu fungsi tubuh lain. Seperti mengikis kalsium pada tulang sehingga mengakibatkan struktur tulang terganggu, salah satunya tubuh yang membungkuk.

Kurangnya kalsium selain membuat gigi keropos, di sisi lain akan membuat struktur gigi kurang kuat. Kekeroposan pada gigi juga dapat meningkatkan kerentanan terhadap infeksi dan terjadinya karies gigi.

Karies gigi adalah sebuah penyakit infeksi yang merusak struktur jaringan keras gigi. Penyakit ini ditandai dengan gigi berlubang. Apabila tidak kunjung diatasi, lubang akan membesar dan mengenai lapisan dalam gigi. Lubang yang kian membesar dapat menyebabkan sakit gigi parah, infeksi yang menjalar ke organ lain seperti hidung, dan gigi copot (tanggal atau lepas sendiri).

Dalam beberapa kasus, karies bahkan dapat menjadi penyebab dari penyakit sinusitis kronis, terutama pada karies yang terjadi di gigi bagian atas. Kuman yang menumpuk di gigi yang berlubang menjadi lebih mudah dalam berkembang, dan sulit diatasi. Kuman-kuman inilah yang bisa mengganggu saluran pernapasan hingga menyebabkan sinusitis kronis.

Maka dari itu mulailah melakukan langkah-langah yang baik dalam menjaga gigi seperti menyikat gigi minimal 2 kali sehari, berkumur, hingga rutin memeriksakan kesehatan gigi. Selain melakukan langkah-langkah tersebut, langkah utama yang harus dilakukan adalah menambah asupan kalsium dengan bahan alami. Kemudian, Anda bisa melengkapinya dengan suplemen penambah kalsium.

Saat ini juga sudah terdapat suplemen yang bisa kamu pilih. Salah satunya dalah Protecal yang dilengkapi dengan suplemen dan asupan terbaik yang diperlukan oleh tulang dan gigi. Jadi, tunggu apalagi Protecal Ladies, segera konsumsi Protecal untuk tulang dan gigi yang kuat.

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat!

Photo source: https://image.shutterstock.com/image-photo/laughing-woman-mouth-great-teeth-600w-329065745.jpg

fact
2020-01-03

Belakangan ini, isu banyak orang yang mengalami stres ramai dibicarakan. Alasannya beragam, kebanyakan dari mereka merasa stres karena faktor tekanan pekerjaan, ataupun cemas dan tertekan berlebihan karena masalah hidup lainnya.

Selain menurunkan produktivitas, stres juga berdampak buruk bagi tubuh. Salah satu bagian tubuh yang akan terasa langsung akibat dampak negatif dari stres adalah tulang. Beberapa penelitian menunjukan bahwa stres akan mengurangi kepadatan mineral dalam tulang.

 

Terjadinya serangan asam pada tulang

Stres berlebihan dapat menyebabkan tingkat keasaman pada tulang meningkat. Hal tersebut akan berdampak pada terhambatnya sistem pencernaan yang menyebabkan makanan tidak bisa dicerna secara optimal oleh tubuh.

Selain itu, tingkat keasaman yang tinggi juga dapat menghambat proses metabolisme mineral. Jika proses metabolisme mineral tidak berjalan baik, tulang juga tidak akan mendapat asupan mineral yang baik. Padahal, mineral sangat penting bagi kesehatan tulang. Tulang yang tidak mendapat metabolisme mineral yang optimal bahkan dapat menyebabkan diet bergizi menjadi tidak bermanfaat.

Sebuah penelitian juga menjelaskan bahwa efek negatif dari stres terhadap tulang sama dengan meminum minuman ringan yang mengandung asam fosfat berlebih. Asam fosfat bersifat korosif bagi tulang dan bisa menjadi salah satu penyebab utama hilangnya kalsium dan mineral di tulang dan gigi.

 

Meningkatnya kortisol dalam tubuh

Tulang yang ada di dalam tubuh memiliki jaringan yang dijalankan oleh dua jenis sel yang masing-masing memiliki pengaruh penting bagi kepadatan tulang. Dua jenis sel tersebut adalah osteoblast yang berfungsi dalam proses pembentukan jaringan tulang baru, dan sel osteoklas yang berfungsi sebagai pemecah jaringan tulang yang sudah tua. Apabila sel-sel ini tidak dapat berfungsi dan bekerja secara optimal maka kepadatan tulang akan terpengaruh.

Sementara itu, kortisol sering disebut sebagai hormon stres. Ketika tubuh mengalami stress, maka tubuh secara otomatis memberi respon dengan meningkatnya produksi kortisol. Hal ini akan mempengaruhi proses kerja sel osteoblast dan berdampak pada pengurangan kepadatan tulang.  

Tingkat kepadatan tulang yang rendah inilah yang akhirnya bisa memicu osteoporosis. Hal ini karena proses kerja sel osteoblast yang terganggu di mana akhirnya membuat jaringan tulang di dalam tubuh menjadi pecah sehingga akhirnya kurangnya jaringan tulang yang tersimpan.

 

Munculnya gejala depresi

Stres juga memicu timbulnya gejala depresi, di mana studi menunjukkan bahwa depresi juga mempengaruhi kesehatan tulang. Orang yang memiliki depresi juga mengalami rendahnya kepadatan tulang sehingga tulangnya akan lebih rapuh daripada yang lain. Ketika mengalami depresi, maka otak akan menggunakan saraf simpatik untuk meningkatkan sekresi noradrenalin. Sekresi noradlenin adalah zat kimia yang bisa menghambat osteoblast tadi.

 

Itulah setidaknya tiga dampak negatif yang bisa terjadi pada tulang jika kamu mengalami stres berlebih. Oleh sebab itu, sediakan waktu untuk istirahat dan rileks agar rutinitas tidak menjadikanmu terlalu penat. Hindari juga makan makanan yang berlebihan untuk melampiaskan stres, apalagi makanan yang dipilih adalah jenis cepat saji.

Makanan cepat saji justru memiliki kandungan kalsium, magnesium dan nutrisi yang rendah sehingga tidak bisa menjadi obat yang dibutuhkan tubuh untuk mengembalikan kepadatan tulang akibat stres. Usahakan untuk mengurangi konsumsi makanan cepat saji, meningkatkan asupan vitamin D serta kalsium, dan rutin berolahraga untuk mengembalikan kepadatan tulang akibat stress.

Selain itu, kamu juga bisa konsumsi Protecal Defense untuk bantu daya tahan tubuh kamu.

fact
2019-12-13