Protecal Ladies, rasa nyeri yang tiba-tiba muncul di sekitar lutut atau punggung sering kali dianggap sebagai nyeri sendi. Padahal faktanya, kondisi ini juga bisa dipicu akibat nyeri tulang di tubuhmu. Masih belum bisa membedakan keduanya? Berikut penjelasan selengkapnya yang bisa membantu Anda memahami beda nyeri sendi dan nyeri tulang. Yuk, simak!

 

Berasal dari penyebab yang berbeda

Pada dasarnya, jika dilihat dari anatomi tubuh manusia, maka sendi dibentuk dari beberapa tulang terhubung satu sama lain. Dalam hal ini, yang dimaksud dengan sendi ialah celah di antara  dua tulang yang terhubung. Karena merupakan dua bagian tubuh yang berbeda, maka rasa nyeri sendi dan nyeri tulang pun disebabkan oleh faktor yang berbeda pula.

Penyebab nyeri sendiri cukup beragam, antara lain cedera yang terjadi pada area tendon, ligamen, bursa, serta tulang rawan. Kondisi inilah yang kemudian menimbulkan rasa sakit saat tulang mengalami pergerakan. Di sisi lain, nyeri tulang justru disebabkan akibat adanya gangguan atau peradangan di beberapa tulang. Penyebabnya bisa karena kecelakaan, cedera saat berolahraga, infeksi tulang, hingga tubuh yang kekurangan kalsium.

 

Nyeri sendi tidak lebih sakit dibandingkan nyeri tulang

Nah, untuk membedakan antara nyeri sendi dan nyeri tulang, Anda bisa memperhatikan tingkat keparahan atau rasa sakit yang muncul. Hal ini dikarenakan nyeri sendi relatif lebih ringan dibandingkan dengan nyeri tulang. Nyeri sendi hanya akan terasa di sekitar area sendi yang meradang saja. Sebaliknya, nyeri tulang akan lebih terasa tajam di sekujur tubuh, seperti sedang ditusuk-tusuk sehingga Anda akan sulit melakukan pergerakan. Dalam kondisi yang lebih parah, nyeri tulang akibat fraktur atau patah tulang misalnya, justru semakin tidak tertahankan.

 

Memerhatikan frekuensi kambuhnya

Frekuensi rasa nyeri yang kambuh dari nyeri sendi maupun nyeri tulang ternyata berbeda, lho! Pasalnya, rasa nyeri pada persendian hanya akan muncul ketika Anda melakukan pergerakan di area persendian yang meradang. Saat tidak digerakkan atau diistirahatkan, maka rasa nyeri sendi itu pun akan berangsur membaik.

Kondisi tersebut tentu tidak bisa Anda jumpai pada saat mengalami nyeri tulang. Saat sedang kambuh, nyeri tulang akan terasa sepanjang waktu, baik saat beristirahat ataupun bergerak. Bahkan nyeri tulang lebih sering kambuh sekali pun Anda sedang tidak melakukan kegiatan apa-apa.

 

Pengobatan nyeri sendi dan nyeri tulang

Untuk mengobati nyeri sendi, Anda bisa mengompres bagian sendi yang bengkak atau meradang dengan es batu selama kurang lebih 20 menit. Anda juga bisa melakukan pengobatan dari dalam dengan obat-obatan pereda nyeri, yaitu paracetamol atau ibuprofen. Pastikan juga bahwa Anda beristirahat dengan cukup agar kondisi persendian membaik. Namun, ketika nyeri sendi sudah semakin parah dan disertai dengan sensasi hangat dan sulit digerakkan, segeralah menemui dokter.

Di sisi lain, pengobatan nyeri tulang terbilang lebih kompleks dan harus segera mendapat penanganan dari dokter. Penderita nyeri tulang biasanya akan diminta untuk mengonsumsi obat anti-inflamasi, antibiotik, hingga pereda nyeri. Pada kasus nyeri tulang akibat pengapuran atau kekurangan kalsium dan mineral, maka Anda akan diminta untuk mengonsumsi suplemen tambahan yang diperkaya dengan vitamin D, dan kalsium seperti Protecal Osteo.

Protecol Osteo merupakan suplemen yang baik untuk mencegah osteoporosis. Dengan rutin mengonsumsi Protecal Osteo, Anda bisa memiliki tulang sehat dan kuat saat ini hingga di masa mendatang.

 

Setelah memahami perbedaan nyeri sendi dan nyeri tulang, Anda pun bisa melakukan pencegahan secara tepat. Beragam gangguan sendi dan tulang bisa dihindarkan sehingga Anda tetap beraktivitas dengan normal tanpa terganggu.

fact
28/06/2019

Protecal Ladies, nyeri pada bagian punggung merupakan salah satu keluhan yang sering diderita oleh banyak orang. Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari usia hingga gangguan pada tulang punggung. Solusi yang sering diambil untuk mengatasi problem nyeri punggung ini adalah dengan melakukan pijat. Di Indonesia, pijat memang masih menjadi terapi untuk mengatasi beragam masalah nyeri pada tubuh. Namun, sebenarnya bolehkah memijat tulang punggung yang terasa nyeri atau sakit?

 

Sebaiknya jangan langsung dipijat

Saat merasakan nyeri pada punggung, tentu Anda ingin segera terbebas dari rasa sakit tersebut. Maka hal yang pertama dilakukan saat seseorang merasa nyeri pada bagian punggung adalah memijatnya. Padahal, tindakan seperti ini bisa membahayakan kesehatan Anda. Terutama jika terapi pijat tidak dilakukan pakar yang memahami tentang anatomi tubuh.

Sebagai pertolongan pertama, Anda bisa melakukan pengompresan pada bagian punggung yang terasa nyeri. Kompres punggung yang terasa sakit dengan kain handuk yang telah dicelupkan dalam air hangat. Panas dari kain kompres akan melancarkan aliran darah pada area yang nyeri. Mendiamkan rasa nyeri selama beberapa saat juga akan memberikan waktu bagi tubuh untuk mengembalikan aliran darah. Aliran darah yang lancar akan memberikan nutrisi kepada otot dan jaringan yang terasa sakit.

Langsung memijat punggung begitu terasa nyeri hanya akan memperparah keadaan. Ini karena terapi pijat yang dilakukan langsung bisa menyebabkan serabut otot menjadi semakin tidak beraturan. Kondisi otot yang kaku karena nyeri bisa bertambah parah karena mendapatkan tekanan dari pijat. Untuk itu hindari memijat secara langsung saat tulang punggung terasa nyeri.

 

Anda boleh melakukan olahraga

Untuk memulihkan diri dari nyeri tulang punggung, Anda bisa melakukan olahraga. Ya, Anda sebaiknya tidak mendiamkan bagian yang sakit terlalu lama. Mendiamkan atau mengistirahatkan bagian yang sakit hanya akan membuat tulang, persendian, dan otot di bagian punggung menjadi kaku. Saat tulang menjadi kaku, waktu pemulihannya justru akan semakin lama lagi.

Walau begitu, olahraga yang dilakukan sebaiknya tidak terlalu berat dan mengambil tumpuan pada bagian punggung. Anda bisa memilih yoga atau sekadar stretching ringan. Keduanya baik untuk memperbaiki postur yang kurang baik akibat nyeri pada tulang punggung. Olahraga seperti jogging dan plank juga baik karena bisa memperkuat otot batang tubuh.

 

Ketahui jenis pijatan yang sesuai dengan keluhan

Jika Anda kemudian memutuskan untuk melakukan pijat, jenis pijat yang dilakukan juga tidak boleh sembarangan. Jenis keluhan tertentu hanya bisa diatasi oleh jenis pijatan yang sesuai. Misalnya jika keluhan Anda adalah nyeri punggung karena cidera otot, maka jenis pijat yang sebaiknya dipilih adalah pijatan untuk menurunkan peradangan.

Lain halnya jika keluhan nyeri punggung Anda datang dari tulang belakang. Pijatan yang dilakukan harus mampu mengurangi tekanan pada otot di sekitar tulang belakang agar rasa nyeri bisa berkurang. Ingat, pijatan yang baik bukan sekadar memberi tekanan pada tubuh, tetapi juga mampu memberikan efek relaksasi. Untuk itu, pastikan terapi pijat yang Anda pilih dilakukan oleh ahli atau terapis khusus.

 

Dari sini Anda bisa menyimpulkan bahwa sebenarnya memijat tulang punggung yang terasa sakit itu sah-sah saja dilakukan. Namun, dengan beberapa pertimbangan khusus, seperti waktu dan juga tenaga dari terapis pijat. Pastikan untuk tidak langsung melakukan pijat begitu Anda merasakan nyeri pada tulang punggung dan seluruh terapi pijat memang dilakukan oleh ahli. Untuk perlindungan kesehatan tulang punggung secara maksimal, cobalah mengkonsumsi suplemen kalsium Protecal Solid secara rutin setiap hari.

fact
24/05/2019

Saat merasa pegal, apa gerakan refleks Anda? Kebanyakan mungkin akan menjawab melakukan gerakan peregangan ringan hingga terdengar bunyi ‘krek’. Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya dari manakah suara tersebut berasal dan apakah normal jika suara tersebut sering terdengar saat sedang merengangkan tubuh? Berikut penjelasannya.

 

Penyebab bunyi krek saat meregangkan sendi

Salah satu gerakan reflek yang kerap dilakukan saat seseorang merasa pegal adalah merengangkan persendiannya. Gerakan peregangan ini biasanya dilakukan hingga terdengar bunyi ‘krek’ dari persendian. Sebenarnya, berasal dari manakah bunyi krek tersebut? Apakah memang benar-benar dari tulang dan persendian yang digerakkan?

Ternyata, saat Anda meregangkan sendi dengan gerakan menghentak yang kuat, ruang yang ada dalam persendian akan membesar. Saat ruang dalam persendian membesar maka tekanan di dalam sendi akan menurun. Kondisi tersebut kemudian akan mendorong kandungan gas dari cairan di dalam sendi akan terlepas. Nah, pelepasan gas inilah yang kemudian menimbulkan bunyi ‘krek’.

 

Bahayakah merengangkan sendi hingga bunyi ‘krek’ ?

Lalu kini pertanyaannya, apakah meregangkan sendi hingga terdengar bunyi ‘krek’ bisa membahayakan? Jawabannya tergantung pada frekuensi Anda melakukannya. Jika Anda melakukan peregangan sendi satu / dua kali saja dan tidak menjadikannya sebagai sebuah kebiasaan maka tidak akan ada masalah yang timbul.

Namun lain halnya jika Anda menjadikan aktivitas tersebut sebagai sebuah rutinitas. Meregangkan persendian hingga berbunyi ‘krek’ terlalu sering akan mengubah koordinasi persendian. Apabila dilakukan secara terus-menerus bentuk sendi bahkan akan berubah menjadi semakin besar. Tentu saja hal ini akan membahayakan kesehatan tulang dan bagian tubuh lainnya. Perlu diketahui, persendian yang membesar ini jelas akan membawa dampak buruk karena bisa membuat kekuatan tulang menjadi lemah dan mudah rapuh.

Protecal Ladies, kebiasaan meregangkan persendian pada bagian leher bahkan dianggap mampu meningkatkan risiko stroke. Ini karena meregangkan persendian akan menyebabkan kerusakan pada bagian pembuluh nadi / arteri. Gerakan peregangan yang salah juga berpotensi menyebabkan syaraf terjepit. Padahal seperti yang Anda ketahui, syaraf yang ada di sekitar leher memiliki peranan penting bagi tubuh sehingga sedikit kerusakan saja bisa menyebabkan gangguan motorik hingga kelumpuhan. Sangat fatal, bukan?

 

Apa yang sebaiknya dilakukan untuk meregangkan sendi?

Jika meregangkan persendian hingga berbunyi krek harus dihindari, lalu apa yang sebaiknya dilakukan? Ada baiknya Anda mulai membuat jadwal harian untuk berolahraga secara rutin. Tidak perlu gerakan fisik yang terlalu berat, jogging ringan di pagi hari saja sudah cukup. Meningkatkan intensitas aktivitas tubuh akan membantu produksi pelumas pada persendian naik. Saat sendi terlumasi dengan baik maka Anda akan jarang merasa nyeri.

Apabila sudah menjadi kebiasaan, Anda sebaiknya melakukan peregangan secara lembut dan berhati-hati. Hindari gerakan yang terlalu menghentak atau terlalu kencang. Melakukan peregangan terlalu kencang hanya akan menambah beban ekstra pada persendian dan meningkatkan risiko radang sendi. Sebaliknya, lakukanlah secara perlahan sambil menarik nafas perlahan. Gerakan seperti ini tidak hanya membantu meregangkan sendi tetapi juga membantu melancarkan peredaran darah. 

 

Ternyata meregangkan persendian hingga menimbulkan bunyi ‘krek’ justru membahayakan untuk tubuh. Oleh karena itu, sebaiknya Anda mulai mengurangi kebiasaan tersebut dan menggantinya dengan aktivitas fisik lainnya yang lebih aman untuk persendian, seperti jogging atau yoga. Anda juga bisa melengkapinya dengan mengkonsumsi Protecal Solid yang tinggi kalsium sehingga baik untuk menjaga kesehatan tulang hingga masa tua nanti.

fact
10/05/2019

Protecal Ladies, terlalu lama bekerja di depan komputer terkadang membuat leher terasa kaku dan nyeri. Kondisi ini tentu membuat Anda tidak nyaman bekerja sehingga berpengaruh pada hasil pekerjaan yang diselesaikan. Anda bisa mencegah sakit leher dengan memakai bantal rendah selama tidur serta mengompres leher dengan air dingin secara rutin. Namun, cara ini hanya bisa dilakukan saat Anda sudah berada di rumah.

Untuk mengatasi sakit leher saat bekerja di kantor, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Cobalah untuk meluangkan waktu sejenak, regangkan otot dengan gerakan-gerakan sederhana. Berikut penjelasan selengkapnya.

 

Gerakan peregangan leher

Tidak perlu beranjak dari tempat duduk, Anda bisa melakukan gerakan peregangan untuk melemaskan otot-otot leher. Caranya, duduklah dalam posisi tegak dengan pandangan lurus ke depan. Miringkan kepala ke samping kanan, kemudian letakkan tangan di atas kepala hingga menyentuh daun telinga. Tahan selama 20 detik dan ulangi gerakan ini untuk sisi sebaliknya. Lakukan sebanyak tiga kali atau hingga Anda merasa lebih rileks.

 

Memutar kepala ke kedua sisi

Selain meregangkan leher, Anda juga bisa memutar kepala ke kedua sisi untuk mencegah nyeri dan kaku. Mirip dengan gerakan sebelumnya, Anda bisa duduk pada posisi tegak sambil memutar kepala dari sisi kanan ke sisi kiri atau sebaliknya. Kemudian tengok kepala ke kanan, tahan selama 20 detik dengan tangan. Lanjutkan dengan kembali memutar kepala dan tengok ke kiri. Ulangi hingga otot-otot leher terasa lebih ringan dibandingkan sebelumnya.

 

Mendorong telapak tangan

Untuk mengurangi dan mencegah leher kaku, Protecal Ladies perlu melakukan peregangan sederhana selama beberapa waktu. Jika memang sedang banyak pekerjaan, Anda bisa mencoba gerakan sederhana dengan mendorong telapak tangan lurus ke depan. Agar otot-otot leher meregang sempurna, cobalah untuk terlebih dulu mengangkat kedua lengan lurus sehingga telapak tangan menghadap langit-langit. Rekatkan kedua telapak, lalu dorong ke depan secara perlahan. Tahan posisi ini selama beberapa waktu dan ulang hingga lima kali.

 

Putar-putar bahu

Satu lagi gerakan yang bisa membantu Anda untuk menghindari risiko sakit leher akibat terlalu lama duduk menghadap laptop, yaitu dengan melakukan beberapa putaran pada bahu. Caranya, bangkit sejenak dari posisi duduk Anda, lalu buka kaki selebar bahu dan biarkan lengan berada di sisi tubuh. Lanjutkan dengan gerakan memutar bahu ke arah depan dan belakang secara bergantian. Ulangi dengan gerakan yang berlawanan. Ulangi hingga 10 kali atau sampai otot-otot di sekitar leher dan bahu menjadi lebih rileks.

 

Itulah beberapa gerakan peregangan sederhana yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi atau bahkan mencegah sakit leher. Meski terlihat sepele, kondisi leher yang tegang dan kaku tentu membuat Anda sulit bergerak dan tidak nyaman dalam beraktivitas. Oleh karena itu, pastikan untuk mencoba gerakan peregangan di atas agar tubuh kembali rileks.

Sebagai langkah preventif, Protecal Ladies juga bisa memanfaatkan jam istirahat secara maksimal untuk meregangkan tubuh. Berjalan-jalan ke pantry atau kantin bisa mengurangi risiko sakit leher maupun kram pada beberapa bagian otot tubuh lainnya. Selain itu, pastikan Anda rutin berolahraga agar otot tubuh tetap lentur dan tulang kuat. Bila perlu, tambahkan suplemen kalsium Protecal Solid yang memenuhi kebutuhan kalsium sehingga tulang kuat dan Anda terhindar dari osteoporosis.

tips
25/04/2019
The Latest Article

Kalsium merupakan salah satu mineral penting yang berfungsi untuk menjaga kesehatan tubuh. Jika selama ini Anda tahu kekurangan kalsium hanya berpengaruh pada kesehatan tulang maupun gusi dan gigi, ternyata kalsium juga dapat memengaruhi tekanan darah. Kekurangan kalsium dalam tubuh bisa memicu penyempitan pembuluh darah hingga berujung pada masalah tekanan darah tinggi. Untuk lebih jelasnya, simak informasi di bawah ini, ya, Protecal Ladies.

 

Jumlah kalsium yang dibutuhkan oleh orang dewasa

Sebagai orang dewasa, kebutuhan asupan kalsium Anda tentu berbeda saat ketika masih kecil. Kebutuhan kalsium setiap orang dewasa juga mungkin saja berbeda antar satu dengan yang lainnya. Misalnya saja ibu hamil dan wanita yang tidak hamil. Tentu keduanya membutuhkan asupan kalsium yang berbeda. Jika Anda merupakan wanita dewasa yang kebetulan sedang tidak hamil, maka kebutuhan kalsium Anda adalah sekitar 1000 mg per hari. Sedangkan jika Anda adalah wanita dengan usia 50 tahun ke atas, maka kebutuhan kalsium meningkat hingga 1200 mg per hari.

 

Gejala kekurangan kalsium

Ketika Anda tidak mendapatkan asupan kalsium yang cukup, maka akan lebih berisiko terserang berbagai gangguan kesehatan. Mulanya mungkin Anda tidak sadar bahwa sedang kekurangan kalsium karena bisa jadi gejalanya sama dengan penyakit lain. Namun, jika dibiarkan, kekurangan asupan kalsium tubuh dapat memicu penyakit yang lebih kronis. Oleh sebab itu, waspadalah jika Anda merasakan gejala di bawah ini yang menjadi pertanda awal tubuh kekurangan kalsium:

  • Sering mengalami kesemutan
  • Nyeri otot dan kram
  • Kejang
  • Mudah lelah meski tidak banyak beraktivitas
  • Kuku mudah patah, rambut mudah rontok
  • Nafsu makan berkurang
  • Tulang rapuh atau mudah patah meski tidak dipicu oleh cedera parah
  • Gangguan psikologis seperti mudah lupa, sering kebingungan, dan depresi

 

Kekurangan kalsium memicu tekanan darah tinggi

Dalam jangka panjang, gejala kekurangan kalsium yang Anda abaikan akan mengarah ke masalah kesehatan yang lebih serius. Pasalnya, kalsium merupakan salah satu mineral penting dalam tubuh yang bermanfaat untuk menjaga fungsi kognitif otak, sistem kekebalan tubuh dan fungsi hormon. Ketika kalsium sebagai salah satu mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh tidak tercukupi, maka hal tersebut bisa menjadi faktor risiko utama masalah kesehatan kronis seperti osteoporosis, rakitis, patah tulang, penyakit jantung, preeklamsia pada ibu hamil, kanker, dan tekanan darah tinggi.

Bagaimana kalsium bisa berpengaruh pada tekanan darah hingga memicu darah tinggi? Bukankah kalsium hanya berpengaruh pada kesehatan tulang? Tentu saja tidak. Kalsium dapat memengaruhi penyempitan pembuluh darah, sekresi hormon, dan transmisi impuls sistem saraf. Saat tubuh kekurangan kalsium, maka pembuluh akan menyempit. Hal ini tidak sama dengan jika tubuh mendapat asupan kalsium yang cukup di mana pembuluh darah bisa melebar dengan sempurna.

Saat pembuluh darah mengalami penyempitan akibat tidak cukup kalsium untuk mendukungnya, aliran darah ke berbagai organ tubuh akan terganggu, termasuk juga tekanan darah. Pembuluh darah yang menyempit membuat tubuh harus melakukan usaha ekstra untuk mengedarkan darah ke seluruh tubuh. Tekanan darah bisa jadi meningkat saat tubuh melakukan usaha ini. Dengan begitu, jika Anda kekurangan kalsium, maka tekanan darah menjadi tidak stabil dan bisa memicu tekanan darah tinggi.

 

Lalu, bagaimana? Apakah Anda harus makan banyak makanan berkalsium tinggi untuk menjaga tekanan darah tinggi? Tentu saja iya, Anda bisa mendapatkan asupan kalsium dari berbagai makanan seperti ikan laut, kedelai, bayam, brokoli, jeruk, kiwi, kurma, dan lainnya. Jika tidak bisa mendapatkan asupan makanan berkalsium tinggi, tambahkan Protecal Solid dalam suplemen harian Anda.

fact
2019-09-20

Masih banyak wanita yang mengalami masalah kesehatan tulang akibat kekurangan asupan kalsium. Hal ini dikarenakan kebanyakan wanita tidak menyadari pentingnya asupan kalsium harian dalam tubuh. Padahal, kalsium sangat bermanfaat untuk membantu menjaga kesehatan tubuh, termasuk tulang dan jantung. Meski kalsium yang dibutuhkan tubuh setiap harinya dalam jumlah yang sedikit, banyak wanita yang belum mencukupi kebutuhan kalsium tersebut.

 

Kekurangan kalsium menyebabkan kesehatan tulang terganggu

Kalsium sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi, apalagi kalsium juga dibutuhkan oleh tubuh setiap harinya dalam proses metabolisme. Karena proses metabolisme terjadi setiap hari, maka kalsium harus Anda cukupi setiap harinya. Makanan yang setiap hari Anda konsumsi harus mengandung kalsium agar saat proses metabolisme terjadi, tubuh tidak kekurangan kalsium. Setelah proses metabolisme terjadi, kalsium yang dicerna akan diedarkan ke tulang-tulang di dalam tubuh untuk menjaga kekuatan serta kesehatannya.

Namun, bagaimana jika tubuh tidak mendapat cukup kalsium dalam proses metabolime? Apakah tulang tidak mendapat nutrisi untuk menjaga kekuatan dan kesehatannya? Tentu saja iya. Bahkan, yang lebih menakutkan, tidak hanya tulang tidak mendapat asupan kalsium dari proses metabolisme tubuh, tapi juga berisiko kehilangan simpanan kalsium di dalamnya. Bagaimana hal ini mungkin terjadi? Ini karena tubuh mengambil simpanan kalsium di dalam tulang untuk digunakan dalam proses metabolisme. Jadi, jika Anda tidak cukup makan makanan yang mengandung kalsium, maka tubuh akan mengambilnya dari simpanan di dalam tulang.

 

Tanda tulang yang kekurangan kalsium

Setelah Anda mengetahui pentingnya fungsi kalsium dalam proses metabolisme dan fungsinya untuk menjaga kesehatan tulang, sekarang saatnya mengidentifikasi apakah Anda sudah cukup mendapat kalsium dari asupan makanan harian. Jika beberapa tanda di bawah ini pernah dirasakan, bisa jadi Anda memang kekurangan kalsium.

 

  • Tulang mudah rapuh atau patah

    Saat Anda tidak melakukan aktivitas berat yang menimbulkan risiko cedera tapi mengalami kerapuhan atau bahkan patah tulang, itu menjadi bukti besar bahwa Anda tidak mendapat cukup kalsium. Kekuatan tulang memang sangat dipengaruhi oleh kalsium. Tanpa kalsium, tulang akan mudah keropos, rapuh, dan bahkan patah.

 

  • Kram otot

    Kekurangan kalsium di dalam tubuh juga bisa menyebabkan kram atau nyeri otot, Jika nyeri otot yang Anda rasakan hanya terjadi di waktu yang singkat dan tidak sering, itu mungkin kelelahan biasa. Tapi jika kram otot hampir setiap saat dirasakan, bisa jadi menjadi sinyal bahwa tubuh kekurangan kalsium.

 

  • Gigi berlubang

    Anak-anak memang kerap mengalami masalah gigi berlubang. Tapi, bagaimana jika yang mengalami itu adalah wanita dewasa dengan usia masih cukup muda seperti Anda? Apakah ini normal? Bisa jadi itu disebabkan kesalahan perawatan rongga mulut. Tapi bisa juga itu karena kesalahan pola makan di mana Anda tidak cukup mengonsumsi cukup kalsium untuk tubuh.

 

  • Kuku mudah patah

    Wanita memang sering dan senang memelihara kuku hingga panjang. Terlebih kuku yang panjang bisa dipercantik dengan berbagai macam perawatan. Namun, bagaimana jika saat kuku Anda mencoba memanjangkannya, kuku justru mudah retak atau bahkan patah? Bukankah ini sebuah tanda ada yang bermasalah di dalam tubuh Anda. Sekali dua kali mungkin akibat keteledoran, tapi jika kuku patah berkali-kali, itu sudah pasti tanda tubuh kekurangan kalsium.

 

Bagaimana? Apakah ada dari tanda-tanda di atas yang pernah Anda alami? Jika memang ada, itu berarti sudah saatnya Anda mengatur kembali pola makan harian agar seimbang, termasuk mencukup asupan kalsium. Kalsium bisa Anda dapatkan dari sayuran hijau, ikan laut, kedelai dan olahannya, kacang-kacangan, roti, dan sebagainya. Supaya Anda lebih yakin asupan kalsium tubuh sudah terpenuhi, tambahkan Protecal Solid dalam konsumsi harian Anda.

fact
2019-08-28

Entah karena sibuknya aktivitas atau mungkin beratnya bobot tas yang harus dipanggul setiap hari, lama kelamaan punggung terasa nyeri. Setelah melakukan berbagai cara namun hasilnya tidak maksimal, Protecal Ladies pun mempertimbangkan untuk melakukan terapi chiropractic. Apalagi memang beberapa waktu belakangan ini terapi tersebut cukup populer dibicarakan.

Terapi chiropractic bisa membantu mengembalikan kelenturan sendi Anda akibat cedera fisik. Misalnya akibat salah duduk, terjatuh, atau gerakan fisik yang berulang. Namun, sebelum mengambil keputusan, ada baiknya jika kita mengetahui fakta-fakta penting terkait terapi chiropractic. Berikut ini beberapa faktanya. Yuk, simak!

 

Penekanan pada sendi tulang belakang

Pada dasarnya, terapi chiropractic dilakukan untuk membantu mengatasi masalah medis yang terjadi atau berkaitan dengan sistem saraf tulang belakang, termasuk di antaranya nyeri punggung. Beberapa alasan kenapa terapi chiropractic bisa begitu populer adalah karena prosedurnya yang tidak membutuhkan operasi bedah maupun obat kimia sintetik. Bahkan kabarnya proses terapi berjalan dalam waktu cukup cepat.

Jadi, apa yang sebenarnya dilakukan dalam terapi chiropractic?

Orang atau pihak yang ahli dalam melakukan prosedur chiropractic disebut dengan chiropractor. Ia melakukan penekanan pada sendi tulang belakang Anda dengan menggunakan tangan secara langsung atau bantuan alat khusus. Beberapa orang juga menyebut prosedur ini dengan manipulasi tulang belakang. Tergantung dari kebutuhan pasien, chiropractor akan melakukan tekanan secara terkontrol, mulai dari seberapa keras hingga kecepatan tekanannya.

 

Tidak hanya untuk mengobati nyeri punggung

Selain nyeri punggung, terapi chiropractic sebetulnya juga bisa berguna untuk mengobati gangguan medis lain. Mulai dari nyeri sendi, sakit pinggang, sakit leher, hingga sakit kepala dan migrain. Mengingat kondisi penyakit yang berbeda, tentunya intensitas prosedur chiropractic kemungkinan akan berbeda-beda pula. Namun, sebelum melakukan terapi ini, sebaiknya berkonsultasilah dulu pada dokter untuk memastikan bahwa kondisi Anda memang siap untuk menerima prosedur chiropractic.

 

Memiliki sejumlah efek samping dan risiko komplikasi

Walaupun dianggap cukup ampuh dalam menyembuhkan nyeri punggung, terapi chiropractic tetap memiliki sejumlah efek samping ringan yang perlu Protecal Ladies waspadai. Beberapa di antaranya adalah sakit kepala, kelelahan, dan rasa nyeri pada bagian tubuh yang dirawat.

Selain itu, pada kondisi yang lebih serius, terkadang terapi chiropractic juga bisa menimbulkan risiko komplikasi. Selain cedera tulang belakang, komplikasi dapat timbul berupa saraf terjepit. Jadi, salah satu bantalan saraf yang ada di antara tulang belakang dapat keluar dari posisi seharusnya. Ada pula risiko stroke akibat gangguan pembuluh darah di bagian tulang belakang. Namun, risiko satu ini sangat jarang terjadi.

 

Tidak semua orang bisa menjalani chiropractic

Mengingat adanya risiko efek samping dan komplikasi yang menyertai prosedur terapi chiropractic, tidak semua orang bisa menjalani chiropractic walaupun mengalami nyeri punggung. Jika Anda memiliki beberapa kondisi di bawah ini, Anda tidak dianjurkan untuk melakukan terapi chiropractic:

  • Sering kesemutan / mati rasa / kehilangan kekuatan pada kaki atau lengan
  • Kanker pada tulang belakang
  • Osteoporosis parah
  • Risiko tinggi mengalami stroke

 Terapi chiropractic memang dapat menjadi alternatif penyembuhan atas gangguan nyeri punggung yang Anda rasakan. Namun, tentu saja akan lebih baik untuk mencegah daripada mengobati. Selain menerapkan gaya hidup yang sehat, imbangi juga dengan mengonsumsi Protecal Solid untuk memenuhi kebutuhan kalsium dalam tubuh.

 

Pasalnya, jika tubuh tidak menerima kalsium dalam jumlah cukup, maka tubuh akan mengambil cadangan kalsium dari tulang. Nah, rutin minum Protecal Solid bisa membantu menjaga tulang Anda tetap kuat sejak kini hingga tua nanti.

fact
2019-08-07