Masih banyak wanita yang mengalami masalah kesehatan tulang akibat kekurangan asupan kalsium. Hal ini dikarenakan kebanyakan wanita tidak menyadari pentingnya asupan kalsium harian dalam tubuh. Padahal, kalsium sangat bermanfaat untuk membantu menjaga kesehatan tubuh, termasuk tulang dan jantung. Meski kalsium yang dibutuhkan tubuh setiap harinya dalam jumlah yang sedikit, banyak wanita yang belum mencukupi kebutuhan kalsium tersebut.

 

Kekurangan kalsium menyebabkan kesehatan tulang terganggu

Kalsium sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi, apalagi kalsium juga dibutuhkan oleh tubuh setiap harinya dalam proses metabolisme. Karena proses metabolisme terjadi setiap hari, maka kalsium harus Anda cukupi setiap harinya. Makanan yang setiap hari Anda konsumsi harus mengandung kalsium agar saat proses metabolisme terjadi, tubuh tidak kekurangan kalsium. Setelah proses metabolisme terjadi, kalsium yang dicerna akan diedarkan ke tulang-tulang di dalam tubuh untuk menjaga kekuatan serta kesehatannya.

Namun, bagaimana jika tubuh tidak mendapat cukup kalsium dalam proses metabolime? Apakah tulang tidak mendapat nutrisi untuk menjaga kekuatan dan kesehatannya? Tentu saja iya. Bahkan, yang lebih menakutkan, tidak hanya tulang tidak mendapat asupan kalsium dari proses metabolisme tubuh, tapi juga berisiko kehilangan simpanan kalsium di dalamnya. Bagaimana hal ini mungkin terjadi? Ini karena tubuh mengambil simpanan kalsium di dalam tulang untuk digunakan dalam proses metabolisme. Jadi, jika Anda tidak cukup makan makanan yang mengandung kalsium, maka tubuh akan mengambilnya dari simpanan di dalam tulang.

 

Tanda tulang yang kekurangan kalsium

Setelah Anda mengetahui pentingnya fungsi kalsium dalam proses metabolisme dan fungsinya untuk menjaga kesehatan tulang, sekarang saatnya mengidentifikasi apakah Anda sudah cukup mendapat kalsium dari asupan makanan harian. Jika beberapa tanda di bawah ini pernah dirasakan, bisa jadi Anda memang kekurangan kalsium.

 

  • Tulang mudah rapuh atau patah

    Saat Anda tidak melakukan aktivitas berat yang menimbulkan risiko cedera tapi mengalami kerapuhan atau bahkan patah tulang, itu menjadi bukti besar bahwa Anda tidak mendapat cukup kalsium. Kekuatan tulang memang sangat dipengaruhi oleh kalsium. Tanpa kalsium, tulang akan mudah keropos, rapuh, dan bahkan patah.

 

  • Kram otot

    Kekurangan kalsium di dalam tubuh juga bisa menyebabkan kram atau nyeri otot, Jika nyeri otot yang Anda rasakan hanya terjadi di waktu yang singkat dan tidak sering, itu mungkin kelelahan biasa. Tapi jika kram otot hampir setiap saat dirasakan, bisa jadi menjadi sinyal bahwa tubuh kekurangan kalsium.

 

  • Gigi berlubang

    Anak-anak memang kerap mengalami masalah gigi berlubang. Tapi, bagaimana jika yang mengalami itu adalah wanita dewasa dengan usia masih cukup muda seperti Anda? Apakah ini normal? Bisa jadi itu disebabkan kesalahan perawatan rongga mulut. Tapi bisa juga itu karena kesalahan pola makan di mana Anda tidak cukup mengonsumsi cukup kalsium untuk tubuh.

 

  • Kuku mudah patah

    Wanita memang sering dan senang memelihara kuku hingga panjang. Terlebih kuku yang panjang bisa dipercantik dengan berbagai macam perawatan. Namun, bagaimana jika saat kuku Anda mencoba memanjangkannya, kuku justru mudah retak atau bahkan patah? Bukankah ini sebuah tanda ada yang bermasalah di dalam tubuh Anda. Sekali dua kali mungkin akibat keteledoran, tapi jika kuku patah berkali-kali, itu sudah pasti tanda tubuh kekurangan kalsium.

 

Bagaimana? Apakah ada dari tanda-tanda di atas yang pernah Anda alami? Jika memang ada, itu berarti sudah saatnya Anda mengatur kembali pola makan harian agar seimbang, termasuk mencukup asupan kalsium. Kalsium bisa Anda dapatkan dari sayuran hijau, ikan laut, kedelai dan olahannya, kacang-kacangan, roti, dan sebagainya. Supaya Anda lebih yakin asupan kalsium tubuh sudah terpenuhi, tambahkan Protecal Solid dalam konsumsi harian Anda.

fact
28/08/2019

Entah karena sibuknya aktivitas atau mungkin beratnya bobot tas yang harus dipanggul setiap hari, lama kelamaan punggung terasa nyeri. Setelah melakukan berbagai cara namun hasilnya tidak maksimal, Protecal Ladies pun mempertimbangkan untuk melakukan terapi chiropractic. Apalagi memang beberapa waktu belakangan ini terapi tersebut cukup populer dibicarakan.

Terapi chiropractic bisa membantu mengembalikan kelenturan sendi Anda akibat cedera fisik. Misalnya akibat salah duduk, terjatuh, atau gerakan fisik yang berulang. Namun, sebelum mengambil keputusan, ada baiknya jika kita mengetahui fakta-fakta penting terkait terapi chiropractic. Berikut ini beberapa faktanya. Yuk, simak!

 

Penekanan pada sendi tulang belakang

Pada dasarnya, terapi chiropractic dilakukan untuk membantu mengatasi masalah medis yang terjadi atau berkaitan dengan sistem saraf tulang belakang, termasuk di antaranya nyeri punggung. Beberapa alasan kenapa terapi chiropractic bisa begitu populer adalah karena prosedurnya yang tidak membutuhkan operasi bedah maupun obat kimia sintetik. Bahkan kabarnya proses terapi berjalan dalam waktu cukup cepat.

Jadi, apa yang sebenarnya dilakukan dalam terapi chiropractic?

Orang atau pihak yang ahli dalam melakukan prosedur chiropractic disebut dengan chiropractor. Ia melakukan penekanan pada sendi tulang belakang Anda dengan menggunakan tangan secara langsung atau bantuan alat khusus. Beberapa orang juga menyebut prosedur ini dengan manipulasi tulang belakang. Tergantung dari kebutuhan pasien, chiropractor akan melakukan tekanan secara terkontrol, mulai dari seberapa keras hingga kecepatan tekanannya.

 

Tidak hanya untuk mengobati nyeri punggung

Selain nyeri punggung, terapi chiropractic sebetulnya juga bisa berguna untuk mengobati gangguan medis lain. Mulai dari nyeri sendi, sakit pinggang, sakit leher, hingga sakit kepala dan migrain. Mengingat kondisi penyakit yang berbeda, tentunya intensitas prosedur chiropractic kemungkinan akan berbeda-beda pula. Namun, sebelum melakukan terapi ini, sebaiknya berkonsultasilah dulu pada dokter untuk memastikan bahwa kondisi Anda memang siap untuk menerima prosedur chiropractic.

 

Memiliki sejumlah efek samping dan risiko komplikasi

Walaupun dianggap cukup ampuh dalam menyembuhkan nyeri punggung, terapi chiropractic tetap memiliki sejumlah efek samping ringan yang perlu Protecal Ladies waspadai. Beberapa di antaranya adalah sakit kepala, kelelahan, dan rasa nyeri pada bagian tubuh yang dirawat.

Selain itu, pada kondisi yang lebih serius, terkadang terapi chiropractic juga bisa menimbulkan risiko komplikasi. Selain cedera tulang belakang, komplikasi dapat timbul berupa saraf terjepit. Jadi, salah satu bantalan saraf yang ada di antara tulang belakang dapat keluar dari posisi seharusnya. Ada pula risiko stroke akibat gangguan pembuluh darah di bagian tulang belakang. Namun, risiko satu ini sangat jarang terjadi.

 

Tidak semua orang bisa menjalani chiropractic

Mengingat adanya risiko efek samping dan komplikasi yang menyertai prosedur terapi chiropractic, tidak semua orang bisa menjalani chiropractic walaupun mengalami nyeri punggung. Jika Anda memiliki beberapa kondisi di bawah ini, Anda tidak dianjurkan untuk melakukan terapi chiropractic:

  • Sering kesemutan / mati rasa / kehilangan kekuatan pada kaki atau lengan
  • Kanker pada tulang belakang
  • Osteoporosis parah
  • Risiko tinggi mengalami stroke

 Terapi chiropractic memang dapat menjadi alternatif penyembuhan atas gangguan nyeri punggung yang Anda rasakan. Namun, tentu saja akan lebih baik untuk mencegah daripada mengobati. Selain menerapkan gaya hidup yang sehat, imbangi juga dengan mengonsumsi Protecal Solid untuk memenuhi kebutuhan kalsium dalam tubuh.

 

Pasalnya, jika tubuh tidak menerima kalsium dalam jumlah cukup, maka tubuh akan mengambil cadangan kalsium dari tulang. Nah, rutin minum Protecal Solid bisa membantu menjaga tulang Anda tetap kuat sejak kini hingga tua nanti.

fact
07/08/2019

Riset yang dilakukan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa 1 dari 10 wanita di seluruh dunia punya kebiasaan memanggul tas berat setiap hari. Tidak tanggung-tanggung, banyaknya barang yang dimasukkan ke dalam tas membuat wanita harus membawa tas seberat 4 – 5 kilogram setiap hari. Padahal, kebiasaan ini sudah tentu berdampak pada kesehatan tubuh. Protecal Ladies, tanpa disadari setidaknya ada 6 dampak negatif yang ditimbulkan dari kebiasaan memanggul tas berat setiap hari. Apa saja?

 

Rentan mengalami sakit kepala

Saat memanggul tas berat pada bahu atau punggung, secara otomatis otot mengalami tekanan dalam jangka waktu yang cukup lama. Akibatnya, efek-efek berkelanjutan pun tidak dapat dihindari. Jika otot-otot di sekitar bahu mendapat tekanan yang cukup kuat dan lama, sehingga memicu kejang atau kaku leher, maka Anda pun lebih mudah merasakan sakit kepala atau pusing meski tidak banyak beraktivitas.

 

Memicu Stress

Siapa bilang stress hanya bisa dipicu oleh rasa lelah dan tekanan emosi? Kebiasaan Anda memanggul tas berat setiap hari juga dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya stress. Hal ini terjadi karena beban berat dalam tas akan menimbulkan tekanan pada otot bahu, hingga menjalar ke bagian otot-otot tulang belakang yang bertugas menjaga keseimbangan berat badan. Apabila kondisi ini berlangsung terus menerus, maka otot-otot tulang belakang terbentuk asimetris dan memicu stress karena saraf tulang belakang tidak berada pada posisi yang seharusnya.

 

Menimbulkan masalah nyeri sendi

Nyeri sendi atau dalam dunia medis disebut dengan istilah arthritis, bisa disebabkan oleh gaya hidup seseorang yang kurang tepat. Termasuk kebiasaan memanggul tas berat di area bahu dan punggung. Meski terlihat sepele, kebiasaan inilah yang menimbulkan peradangan pada sendi yang cukup serius jika tidak segera dihentikan. Rasa nyeri sendiri ini bisa semakin memburuk jika kebiasaan memanggul tas berat terus dilakukan.

 

Merusak struktur jaringan tulang

Protecal Ladies, jarang diketahui bahwa kerusakan struktur jaringan tulang bisa disebabkan oleh kebiasaan memanggul tas berat setiap hari. Padahal, ketika struktur jaringan tulang rusak, maka sistem motorik manusia akan terhambat. Gejala awal yang ditimbulkan sering kali ditandai dengan pertumbuhan tinggi tubuh yang terhambat serta tulang belakang yang membungkuk. Beberapa orang yang mengalami kerusakan struktur jaringan tulang juga rentan terserang stroke kapan saja.

 

Kepadatan tulang mudah terkikis

Tekanan beban berat dari tas yang Anda bawa ternyata tidak hanya menekan bagian persendian, tetapi juga tulang-tulang di sekitarnya. Karena terlalu lama dan sering tertekan, maka kepadatan tulang pun menjadi lebih mudah terkikis. Apabila tidak didukung dengan konsumsi kalsium dan mineral yang tercukupi, maka tulang dalam tubuh Anda rentan mengalami pengapuran yang jika dibiarkan tentu akan berakibat fatal.

 

Memperbesar risiko osteoporosis

Melanjutkan dari poin sebelumnya, kondisi tulang yang terkikis kepadatannya akibat sering memanggul tas berat juga rentan terhadap osteoporosis. Bahkan jika tidak segera dihentikan, kebiasaan tersebut justru akan membuat Anda lebih cepat mengalami osteoporosis daripada orang-orang lanjut usia yang produksi kalsium dalam tubuhnya sudah berkurang.

 

Protecal Ladies, dampak buruk dari kebiasaan memanggul tas berat setiap hari cukup mengerikan, bukan? Oleh karena itu, mulai sekarang pastikan Anda menghentikan kebiasaan tersebut. Kalau pun terpaksa harus memanggul tas, sebaiknya hanya bawa barang-barang yang penting dan selalu dibutuhkan. Sebagai langkah perlindungan lebih lanjut, pastikan Anda mencukupi kebutuhan asupan kalsium dan mineral sejak dini dengan suplemen tulang yaitu Protecal Solid.

fact
16/07/2019

Protecal Ladies, rasa nyeri yang tiba-tiba muncul di sekitar lutut atau punggung sering kali dianggap sebagai nyeri sendi. Padahal faktanya, kondisi ini juga bisa dipicu akibat nyeri tulang di tubuhmu. Masih belum bisa membedakan keduanya? Berikut penjelasan selengkapnya yang bisa membantu Anda memahami beda nyeri sendi dan nyeri tulang. Yuk, simak!

 

Berasal dari penyebab yang berbeda

Pada dasarnya, jika dilihat dari anatomi tubuh manusia, maka sendi dibentuk dari beberapa tulang terhubung satu sama lain. Dalam hal ini, yang dimaksud dengan sendi ialah celah di antara  dua tulang yang terhubung. Karena merupakan dua bagian tubuh yang berbeda, maka rasa nyeri sendi dan nyeri tulang pun disebabkan oleh faktor yang berbeda pula.

Penyebab nyeri sendiri cukup beragam, antara lain cedera yang terjadi pada area tendon, ligamen, bursa, serta tulang rawan. Kondisi inilah yang kemudian menimbulkan rasa sakit saat tulang mengalami pergerakan. Di sisi lain, nyeri tulang justru disebabkan akibat adanya gangguan atau peradangan di beberapa tulang. Penyebabnya bisa karena kecelakaan, cedera saat berolahraga, infeksi tulang, hingga tubuh yang kekurangan kalsium.

 

Nyeri sendi tidak lebih sakit dibandingkan nyeri tulang

Nah, untuk membedakan antara nyeri sendi dan nyeri tulang, Anda bisa memperhatikan tingkat keparahan atau rasa sakit yang muncul. Hal ini dikarenakan nyeri sendi relatif lebih ringan dibandingkan dengan nyeri tulang. Nyeri sendi hanya akan terasa di sekitar area sendi yang meradang saja. Sebaliknya, nyeri tulang akan lebih terasa tajam di sekujur tubuh, seperti sedang ditusuk-tusuk sehingga Anda akan sulit melakukan pergerakan. Dalam kondisi yang lebih parah, nyeri tulang akibat fraktur atau patah tulang misalnya, justru semakin tidak tertahankan.

 

Memerhatikan frekuensi kambuhnya

Frekuensi rasa nyeri yang kambuh dari nyeri sendi maupun nyeri tulang ternyata berbeda, lho! Pasalnya, rasa nyeri pada persendian hanya akan muncul ketika Anda melakukan pergerakan di area persendian yang meradang. Saat tidak digerakkan atau diistirahatkan, maka rasa nyeri sendi itu pun akan berangsur membaik.

Kondisi tersebut tentu tidak bisa Anda jumpai pada saat mengalami nyeri tulang. Saat sedang kambuh, nyeri tulang akan terasa sepanjang waktu, baik saat beristirahat ataupun bergerak. Bahkan nyeri tulang lebih sering kambuh sekali pun Anda sedang tidak melakukan kegiatan apa-apa.

 

Pengobatan nyeri sendi dan nyeri tulang

Untuk mengobati nyeri sendi, Anda bisa mengompres bagian sendi yang bengkak atau meradang dengan es batu selama kurang lebih 20 menit. Anda juga bisa melakukan pengobatan dari dalam dengan obat-obatan pereda nyeri, yaitu paracetamol atau ibuprofen. Pastikan juga bahwa Anda beristirahat dengan cukup agar kondisi persendian membaik. Namun, ketika nyeri sendi sudah semakin parah dan disertai dengan sensasi hangat dan sulit digerakkan, segeralah menemui dokter.

Di sisi lain, pengobatan nyeri tulang terbilang lebih kompleks dan harus segera mendapat penanganan dari dokter. Penderita nyeri tulang biasanya akan diminta untuk mengonsumsi obat anti-inflamasi, antibiotik, hingga pereda nyeri. Pada kasus nyeri tulang akibat pengapuran atau kekurangan kalsium dan mineral, maka Anda akan diminta untuk mengonsumsi suplemen tambahan yang diperkaya dengan vitamin D, dan kalsium seperti Protecal Osteo.

Protecol Osteo merupakan suplemen yang baik untuk mencegah osteoporosis. Dengan rutin mengonsumsi Protecal Osteo, Anda bisa memiliki tulang sehat dan kuat saat ini hingga di masa mendatang.

 

Setelah memahami perbedaan nyeri sendi dan nyeri tulang, Anda pun bisa melakukan pencegahan secara tepat. Beragam gangguan sendi dan tulang bisa dihindarkan sehingga Anda tetap beraktivitas dengan normal tanpa terganggu.

fact
28/06/2019
The Latest Article

Siapa bilang Protecal Ladies hanya butuh kalsium untuk menjaga kesehatan tulang? Nyatanya, tulang juga butuh asupan vitamin D dan vitamin K untuk membantunya tetap sehat dan kuat. Di samping itu, perpaduan vitamin D, K, dan kalsium akan membantu tulang Anda tidak mudah keropos, seiring dengan bertambahnya usia. Bagaimana bisa vitamin dan kalsium ini mampu menjaga kekuatan dan kesehatan tulang Anda? Simak ulasannya berikut ini.

Kalsium untuk menguatkan tulang

Protecal Ladies tentu sudah sangat paham, bukan, pentingnya kalsium untuk menguatkan tulang? Dalam tubuh, kalsium banyak tersimpan di gigi dan tulang. Hanya ada sekitar 1% saja kalsium dalam tubuh yang tersimpan di dalam sel-sel otot, darah, dan jaringan tubuh lainnya. Kalsium ini tidak akan bertahan selamanya di dalam gigi dan tulang. Seiring dengan waktu, kalsium ini akan berkurang dan tubuh membutuhkan asupan kalsium tambahan.

Oleh sebab itu, di usia yang semakin bertambah dan meningkatnya aktivitas yang Anda lakukan, asupan kalsium tambahan dari makanan sangatlah dibutuhkan oleh tubuh. Protecal Ladies harus memastikan bahwa setiap makanan yang dikonsumsi mengandung kalsium cukup untuk tetap menjaga kekuatan serta kesehatan tulang dan gigi.

Selain susu, ada juga banyak makanan kaya kalsium lainnya yang bisa dikonsumsi. Misalnya saja ikan salmon. Dalam dua setengah ons ikan salmon, terdapat 180 mg kalsium. Jumlah ini cukup untuk memberikan asupan kalsium dalam tubuh. Selain itu, ikan salmon juga mengandung omega-3 yang bersifat melawan kanker.

Vitamin D membantu penyerapan kalsium

Kalsium tidak bekerja sendirian dalam menguatkan tulang, tapi juga butuh bantuan vitamin D untuk membantu penyerapannya dalam tubuh. Tanpa vitamin D, tubuh akan sangat kesulitan menyerap kalsium yang didapat dari makanan. Oleh sebab itu, pastikan ada asupan vitamin D selain kalsium, dalam makanan yang Protecal Ladies santap.

Bagaimana mungkin vitamin D bisa bermanfaat untuk penyerapan kalsium dalam tubuh?

Sangat mungkin sekali. Ketika vitamin D masuk dalam tubuh, vitamin ini akan diubah menjadi hormon calcitriol. Hormon inilah yang nantinya membantu penyerapan kalsium di dalam usus. Selain itu, vitamin D juga akan merangsang produksi zat yang bertugas mengangkut kalsium masuk ke dinding usus, untuk kemudian dialirkan ke seluruh tubuh melalui darah. Jika proses penyerapan dan pengangkutan ini lancar, maka semua kalsium yang Anda konsumsi bisa diterima seluruhnya oleh tubuh.

Anda bisa mendapatkan vitamin D ini dengan tiga cara. Pertama, melalui makanan seperti ikan sarden, kuning telur, tuna, dan hati sapi. Kedua, melalui sinar matahari pagi yang masih sehat dan kaya vitamin D. Ketiga, melalui suplemen seperti Protecal Solid.

Vitamin K membantu proses pembentukan tulang

Vitamin K yang berada dalam jumlah cukup di dalam tubuh akan sangat berperan penting dalam proses pembentukan tulang. Vitamin K ini juga memiliki fungsi sama dengan vitamin D, yaitu membantu penyerapan kalsium. Saat tubuh mendapat asupan kalsium yang cukup, ditambah dengan asupan vitamin D dan K yang mengoptimalkan penyerapannya, maka bukan tidak mungkin Anda bisa memiliki tulang kuat dan sehat hingga usia lanjut.

Vitamin K bisa Anda temukan dalam makanan sehari-hari yang dikonsumsi. Misalnya bayam, brokoli, kangkung, dan sawi. Umumnya, sayuran berwarna hijau memiliki banyak kandungan vitamin K. Oleh karena itu, pastikan Protecal Ladies selalu mengonsumsi sayuran, ya. Ini demi kesehatan diri sendiri juga, kok!

Seiring dengan bertambahnya usia, kebutuhan akan kalsium serta vitamin tubuh akan terus meningkat. Mungkin saja sayur dan buah yang Anda konsumsi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam tubuh. Oleh sebab itu, Anda bisa menambahkan suplemen vitamin tambahan untuk memperkuat tulang, seperti Protecal. Anda dapat mengonsumsi Protecal Osteo sebagai asupan kalsium, vitamin D, dan vitamin K harian Anda untuk tubuh, agar tulang selalu kuat. Protecal Osteo tersedia dalam dua sediaan, yaitu effervescent dan kaplet, yang dapat Anda sesuaikan dengan kebutuhan Anda.

Photo source: https://www.shutterstock.com/image-photo/asian-women-exercising-bed-morning-she-1048403464

fact
2020-01-03

Gigi merupakan salah satu bagian tubuh yang sangat penting. Maka dari itu, gigi perlu dirawat dengan baik supaya tidak mengalami kerusakan. Ketika seseorang mengalami kerusakan pada giginya maka akan muncul rasa sakit  tak tertahankan, dan sangat menganggu. Selain itu, rasa tidak nyaman yang muncul juga bisa mengganggu aktivitas, seperti saat mengunyah makanan.

Kondisi gigi yang tidak dirawat akan menjadi sangat rentan menjadi tempat berkembangnya bakteri. Ini akan mempengaruhi kualitas gigi dan menyebabkan gigi keropos. Jika tubuh kekurangan kalsium, maka tubuh akan mengambil simpanan kalsium dalam tulang dan gigi untuk mempertahankan fungsi tubuh lainnya. Pada kondisi ini, proses pelepasan mineral pada gigi akan meningkat, sementara kadar kalsium pada air ludah menurun sehingga proses pengembalian mineral terhambat.

Jika proses ini terjadi secara terus menerus tanpa diimbangi asupan kalsium yang cukup, maka akan terjadi ketidakseimbangan antara proses pelepasan dan pengembalian mineral yang dapat menyebabkan gigi keropos dan dapat mengganggu fungsi tubuh lain. Seperti mengikis kalsium pada tulang sehingga mengakibatkan struktur tulang terganggu, salah satunya tubuh yang membungkuk.

Kurangnya kalsium selain membuat gigi keropos, di sisi lain akan membuat struktur gigi kurang kuat. Kekeroposan pada gigi juga dapat meningkatkan kerentanan terhadap infeksi dan terjadinya karies gigi.

Karies gigi adalah sebuah penyakit infeksi yang merusak struktur jaringan keras gigi. Penyakit ini ditandai dengan gigi berlubang. Apabila tidak kunjung diatasi, lubang akan membesar dan mengenai lapisan dalam gigi. Lubang yang kian membesar dapat menyebabkan sakit gigi parah, infeksi yang menjalar ke organ lain seperti hidung, dan gigi copot (tanggal atau lepas sendiri).

Dalam beberapa kasus, karies bahkan dapat menjadi penyebab dari penyakit sinusitis kronis, terutama pada karies yang terjadi di gigi bagian atas. Kuman yang menumpuk di gigi yang berlubang menjadi lebih mudah dalam berkembang, dan sulit diatasi. Kuman-kuman inilah yang bisa mengganggu saluran pernapasan hingga menyebabkan sinusitis kronis.

Maka dari itu mulailah melakukan langkah-langah yang baik dalam menjaga gigi seperti menyikat gigi minimal 2 kali sehari, berkumur, hingga rutin memeriksakan kesehatan gigi. Selain melakukan langkah-langkah tersebut, langkah utama yang harus dilakukan adalah menambah asupan kalsium dengan bahan alami. Kemudian, Anda bisa melengkapinya dengan suplemen penambah kalsium.

Saat ini juga sudah terdapat suplemen yang bisa kamu pilih. Salah satunya dalah Protecal yang dilengkapi dengan suplemen dan asupan terbaik yang diperlukan oleh tulang dan gigi. Jadi, tunggu apalagi Protecal Ladies, segera konsumsi Protecal untuk tulang dan gigi yang kuat.

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat!

Photo source: https://image.shutterstock.com/image-photo/laughing-woman-mouth-great-teeth-600w-329065745.jpg

fact
2020-01-03

Belakangan ini, isu banyak orang yang mengalami stres ramai dibicarakan. Alasannya beragam, kebanyakan dari mereka merasa stres karena faktor tekanan pekerjaan, ataupun cemas dan tertekan berlebihan karena masalah hidup lainnya.

Selain menurunkan produktivitas, stres juga berdampak buruk bagi tubuh. Salah satu bagian tubuh yang akan terasa langsung akibat dampak negatif dari stres adalah tulang. Beberapa penelitian menunjukan bahwa stres akan mengurangi kepadatan mineral dalam tulang.

 

Terjadinya serangan asam pada tulang

Stres berlebihan dapat menyebabkan tingkat keasaman pada tulang meningkat. Hal tersebut akan berdampak pada terhambatnya sistem pencernaan yang menyebabkan makanan tidak bisa dicerna secara optimal oleh tubuh.

Selain itu, tingkat keasaman yang tinggi juga dapat menghambat proses metabolisme mineral. Jika proses metabolisme mineral tidak berjalan baik, tulang juga tidak akan mendapat asupan mineral yang baik. Padahal, mineral sangat penting bagi kesehatan tulang. Tulang yang tidak mendapat metabolisme mineral yang optimal bahkan dapat menyebabkan diet bergizi menjadi tidak bermanfaat.

Sebuah penelitian juga menjelaskan bahwa efek negatif dari stres terhadap tulang sama dengan meminum minuman ringan yang mengandung asam fosfat berlebih. Asam fosfat bersifat korosif bagi tulang dan bisa menjadi salah satu penyebab utama hilangnya kalsium dan mineral di tulang dan gigi.

 

Meningkatnya kortisol dalam tubuh

Tulang yang ada di dalam tubuh memiliki jaringan yang dijalankan oleh dua jenis sel yang masing-masing memiliki pengaruh penting bagi kepadatan tulang. Dua jenis sel tersebut adalah osteoblast yang berfungsi dalam proses pembentukan jaringan tulang baru, dan sel osteoklas yang berfungsi sebagai pemecah jaringan tulang yang sudah tua. Apabila sel-sel ini tidak dapat berfungsi dan bekerja secara optimal maka kepadatan tulang akan terpengaruh.

Sementara itu, kortisol sering disebut sebagai hormon stres. Ketika tubuh mengalami stress, maka tubuh secara otomatis memberi respon dengan meningkatnya produksi kortisol. Hal ini akan mempengaruhi proses kerja sel osteoblast dan berdampak pada pengurangan kepadatan tulang.  

Tingkat kepadatan tulang yang rendah inilah yang akhirnya bisa memicu osteoporosis. Hal ini karena proses kerja sel osteoblast yang terganggu di mana akhirnya membuat jaringan tulang di dalam tubuh menjadi pecah sehingga akhirnya kurangnya jaringan tulang yang tersimpan.

 

Munculnya gejala depresi

Stres juga memicu timbulnya gejala depresi, di mana studi menunjukkan bahwa depresi juga mempengaruhi kesehatan tulang. Orang yang memiliki depresi juga mengalami rendahnya kepadatan tulang sehingga tulangnya akan lebih rapuh daripada yang lain. Ketika mengalami depresi, maka otak akan menggunakan saraf simpatik untuk meningkatkan sekresi noradrenalin. Sekresi noradlenin adalah zat kimia yang bisa menghambat osteoblast tadi.

 

Itulah setidaknya tiga dampak negatif yang bisa terjadi pada tulang jika kamu mengalami stres berlebih. Oleh sebab itu, sediakan waktu untuk istirahat dan rileks agar rutinitas tidak menjadikanmu terlalu penat. Hindari juga makan makanan yang berlebihan untuk melampiaskan stres, apalagi makanan yang dipilih adalah jenis cepat saji.

Makanan cepat saji justru memiliki kandungan kalsium, magnesium dan nutrisi yang rendah sehingga tidak bisa menjadi obat yang dibutuhkan tubuh untuk mengembalikan kepadatan tulang akibat stres. Usahakan untuk mengurangi konsumsi makanan cepat saji, meningkatkan asupan vitamin D serta kalsium, dan rutin berolahraga untuk mengembalikan kepadatan tulang akibat stress.

Selain itu, kamu juga bisa konsumsi Protecal Defense untuk bantu daya tahan tubuh kamu.

fact
2019-12-13