Saat merasa pegal, apa gerakan refleks Anda? Kebanyakan mungkin akan menjawab melakukan gerakan peregangan ringan hingga terdengar bunyi ‘krek’. Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya dari manakah suara tersebut berasal dan apakah normal jika suara tersebut sering terdengar saat sedang merengangkan tubuh? Berikut penjelasannya.

 

Penyebab bunyi krek saat meregangkan sendi

Salah satu gerakan reflek yang kerap dilakukan saat seseorang merasa pegal adalah merengangkan persendiannya. Gerakan peregangan ini biasanya dilakukan hingga terdengar bunyi ‘krek’ dari persendian. Sebenarnya, berasal dari manakah bunyi krek tersebut? Apakah memang benar-benar dari tulang dan persendian yang digerakkan?

Ternyata, saat Anda meregangkan sendi dengan gerakan menghentak yang kuat, ruang yang ada dalam persendian akan membesar. Saat ruang dalam persendian membesar maka tekanan di dalam sendi akan menurun. Kondisi tersebut kemudian akan mendorong kandungan gas dari cairan di dalam sendi akan terlepas. Nah, pelepasan gas inilah yang kemudian menimbulkan bunyi ‘krek’.

 

Bahayakah merengangkan sendi hingga bunyi ‘krek’ ?

Lalu kini pertanyaannya, apakah meregangkan sendi hingga terdengar bunyi ‘krek’ bisa membahayakan? Jawabannya tergantung pada frekuensi Anda melakukannya. Jika Anda melakukan peregangan sendi satu / dua kali saja dan tidak menjadikannya sebagai sebuah kebiasaan maka tidak akan ada masalah yang timbul.

Namun lain halnya jika Anda menjadikan aktivitas tersebut sebagai sebuah rutinitas. Meregangkan persendian hingga berbunyi ‘krek’ terlalu sering akan mengubah koordinasi persendian. Apabila dilakukan secara terus-menerus bentuk sendi bahkan akan berubah menjadi semakin besar. Tentu saja hal ini akan membahayakan kesehatan tulang dan bagian tubuh lainnya. Perlu diketahui, persendian yang membesar ini jelas akan membawa dampak buruk karena bisa membuat kekuatan tulang menjadi lemah dan mudah rapuh.

Protecal Ladies, kebiasaan meregangkan persendian pada bagian leher bahkan dianggap mampu meningkatkan risiko stroke. Ini karena meregangkan persendian akan menyebabkan kerusakan pada bagian pembuluh nadi / arteri. Gerakan peregangan yang salah juga berpotensi menyebabkan syaraf terjepit. Padahal seperti yang Anda ketahui, syaraf yang ada di sekitar leher memiliki peranan penting bagi tubuh sehingga sedikit kerusakan saja bisa menyebabkan gangguan motorik hingga kelumpuhan. Sangat fatal, bukan?

 

Apa yang sebaiknya dilakukan untuk meregangkan sendi?

Jika meregangkan persendian hingga berbunyi krek harus dihindari, lalu apa yang sebaiknya dilakukan? Ada baiknya Anda mulai membuat jadwal harian untuk berolahraga secara rutin. Tidak perlu gerakan fisik yang terlalu berat, jogging ringan di pagi hari saja sudah cukup. Meningkatkan intensitas aktivitas tubuh akan membantu produksi pelumas pada persendian naik. Saat sendi terlumasi dengan baik maka Anda akan jarang merasa nyeri.

Apabila sudah menjadi kebiasaan, Anda sebaiknya melakukan peregangan secara lembut dan berhati-hati. Hindari gerakan yang terlalu menghentak atau terlalu kencang. Melakukan peregangan terlalu kencang hanya akan menambah beban ekstra pada persendian dan meningkatkan risiko radang sendi. Sebaliknya, lakukanlah secara perlahan sambil menarik nafas perlahan. Gerakan seperti ini tidak hanya membantu meregangkan sendi tetapi juga membantu melancarkan peredaran darah. 

 

Ternyata meregangkan persendian hingga menimbulkan bunyi ‘krek’ justru membahayakan untuk tubuh. Oleh karena itu, sebaiknya Anda mulai mengurangi kebiasaan tersebut dan menggantinya dengan aktivitas fisik lainnya yang lebih aman untuk persendian, seperti jogging atau yoga. Anda juga bisa melengkapinya dengan mengkonsumsi Protecal Solid yang tinggi kalsium sehingga baik untuk menjaga kesehatan tulang hingga masa tua nanti.

fact
10/05/2019

Protecal Ladies, terlalu lama bekerja di depan komputer terkadang membuat leher terasa kaku dan nyeri. Kondisi ini tentu membuat Anda tidak nyaman bekerja sehingga berpengaruh pada hasil pekerjaan yang diselesaikan. Anda bisa mencegah sakit leher dengan memakai bantal rendah selama tidur serta mengompres leher dengan air dingin secara rutin. Namun, cara ini hanya bisa dilakukan saat Anda sudah berada di rumah.

Untuk mengatasi sakit leher saat bekerja di kantor, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Cobalah untuk meluangkan waktu sejenak, regangkan otot dengan gerakan-gerakan sederhana. Berikut penjelasan selengkapnya.

 

Gerakan peregangan leher

Tidak perlu beranjak dari tempat duduk, Anda bisa melakukan gerakan peregangan untuk melemaskan otot-otot leher. Caranya, duduklah dalam posisi tegak dengan pandangan lurus ke depan. Miringkan kepala ke samping kanan, kemudian letakkan tangan di atas kepala hingga menyentuh daun telinga. Tahan selama 20 detik dan ulangi gerakan ini untuk sisi sebaliknya. Lakukan sebanyak tiga kali atau hingga Anda merasa lebih rileks.

 

Memutar kepala ke kedua sisi

Selain meregangkan leher, Anda juga bisa memutar kepala ke kedua sisi untuk mencegah nyeri dan kaku. Mirip dengan gerakan sebelumnya, Anda bisa duduk pada posisi tegak sambil memutar kepala dari sisi kanan ke sisi kiri atau sebaliknya. Kemudian tengok kepala ke kanan, tahan selama 20 detik dengan tangan. Lanjutkan dengan kembali memutar kepala dan tengok ke kiri. Ulangi hingga otot-otot leher terasa lebih ringan dibandingkan sebelumnya.

 

Mendorong telapak tangan

Untuk mengurangi dan mencegah leher kaku, Protecal Ladies perlu melakukan peregangan sederhana selama beberapa waktu. Jika memang sedang banyak pekerjaan, Anda bisa mencoba gerakan sederhana dengan mendorong telapak tangan lurus ke depan. Agar otot-otot leher meregang sempurna, cobalah untuk terlebih dulu mengangkat kedua lengan lurus sehingga telapak tangan menghadap langit-langit. Rekatkan kedua telapak, lalu dorong ke depan secara perlahan. Tahan posisi ini selama beberapa waktu dan ulang hingga lima kali.

 

Putar-putar bahu

Satu lagi gerakan yang bisa membantu Anda untuk menghindari risiko sakit leher akibat terlalu lama duduk menghadap laptop, yaitu dengan melakukan beberapa putaran pada bahu. Caranya, bangkit sejenak dari posisi duduk Anda, lalu buka kaki selebar bahu dan biarkan lengan berada di sisi tubuh. Lanjutkan dengan gerakan memutar bahu ke arah depan dan belakang secara bergantian. Ulangi dengan gerakan yang berlawanan. Ulangi hingga 10 kali atau sampai otot-otot di sekitar leher dan bahu menjadi lebih rileks.

 

Itulah beberapa gerakan peregangan sederhana yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi atau bahkan mencegah sakit leher. Meski terlihat sepele, kondisi leher yang tegang dan kaku tentu membuat Anda sulit bergerak dan tidak nyaman dalam beraktivitas. Oleh karena itu, pastikan untuk mencoba gerakan peregangan di atas agar tubuh kembali rileks.

Sebagai langkah preventif, Protecal Ladies juga bisa memanfaatkan jam istirahat secara maksimal untuk meregangkan tubuh. Berjalan-jalan ke pantry atau kantin bisa mengurangi risiko sakit leher maupun kram pada beberapa bagian otot tubuh lainnya. Selain itu, pastikan Anda rutin berolahraga agar otot tubuh tetap lentur dan tulang kuat. Bila perlu, tambahkan suplemen kalsium Protecal Solid yang memenuhi kebutuhan kalsium sehingga tulang kuat dan Anda terhindar dari osteoporosis.

tips
25/04/2019

Protecal Ladies, penyakit osteoporosis yang mengakibatkan berkurangnya kepadatan massa tulang ternyata tidak hanya menyerang wanita dewasa, tetapi juga bisa menyerang Anda yang masih berusia muda. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh International Osteoporosis Fondation, diperkirakan sekitar 200 juta wanita di seluruh dunia berisiko osteoporosis. Kasus osteoporosis di Indonesia sendiri sebagian besar diakibatkan karena kekurangan kalsium, terutama bagi wanita yang memasuki usia menopause.

 

Penyebab berkurangnya kepadatan tulang

Meski sering dianggap remeh, ternyata osteoporosis merupakan penyakit tulang yang mematikan dan wajib diantisipasi. Oleh karena itu, Anda wajib mengetahui penyebab berkurangnya kepadatan tulang yang bisa memicu osteoporosis, antara lain faktor genetik, aktivitas fisik yang terlampau berat, kekurangan kalsium, jarang berolahraga, hingga penyakit degeneratif yang mengakibatkan terjadinya osteoporosis. Dengan begitu, Anda yang masih muda juga memiliki risiko osteoporosis yang cukup tinggi jika tidak menjalankan pola hidup sehat.

 

Mendeteksi gejala osteoporosis

Pada dasarnya, tidak mudah mendeteksi gejala osteoporosis sejak dini. Namun, Protecal Ladies bisa mewaspadai, jika sering mengalami sakit punggung, postur tubuh membungkuk, penurunan tinggi badan, hingga sering cedera tulang merupakan gejalan osteoporosis. Jika sudah semakin parah, penyakit osteoporosis membuat tulang lebih rapuh dan mudah retak. Bagian-bagian yang rawan keretakan umumnya di sekitar lengan, pangkal paha, pergelangan tangan, maupun tulang belakang.

 

Langkah pencegahan osteoporosis

Seperti kata pepatah, lebih baik mencegah daripada mengobati. Demikian pula dengan penyakit osteoporosis. Anda yang masih muda wajib melakukan upaya-upaya pencegahan agar terhindar dari penyakit tulang yang satu ini. Artinya, pencegahan osteoporosis wajib dilakukan sedini mungkin, sejak anak-anak dan remaja, agar menjelang usia lanjut nanti massa tulang yang Anda miliki dapat terakumulasi dengan baik.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan rutin berolahraga setiap hari. Anda bisa melakukan olahraga ringan seperti stretching maupun jogging di sekitar kompleks perumahan. Meski terlihat sederhana, gerakan stretching dan jogging dapat meregangkan otot-otot tubuh sehingga kepadatan tulang bisa terjaga secara maksimal meskipun aktivitas yang Anda lakukan cukup padat setiap harinya.

 

Konsumsi bahan makanan kaya kalsium dan vitamin D

Tidak cukup hanya dengan rutin berolah raga, Anda juga wajib mengkonsumsi bahan makanan yang kaya akan kalsium dan vitamin D untuk mencegah serangan osteoporosis di usia muda. Anda bisa mendapatkan asupan kalsium yang tinggi dengan rutin minum susu sehingga tulang tetap kuat dan sehat. Setidaknya dalam satu cangkir susu, Anda sudah bisa memenuhi 1/3 kebutuhan kalsium dalam tubuh. Nah, jika tidak ingin mengalami kegemukan, sebaiknya pilih susu sapi rendah lemak. Menambahkan bayam dalam menu makanan sehat juga bisa menjadi langkah terbaik mencegah osteoporosis. Perlu diketahui, sayuran hijau ini memiliki kandungan kalsium dan vitamin A, C, D, dan K yang tinggi dan dibutuhkan tulang. Kandungan kalsium juga bisa Anda temukan dalam kale, ikan salmon, dan buah kiwi.

 

Protecal Ladies, menyadari bahwa osteoporosis bisa menyerang usia muda, tentu sudah saatnya Anda semakin peduli terhadap asupan kalsium dalam tubuh. Pasalnya, ketika tubuh kekurangan kalsium maka cadangan dalam tulang yang akan diambil. Jika dibiarkan terus menerus, maka kepadatan tulang bisa berkurang, rapuh, dan berisiko terkena penyakit osteoporosis. Untuk itu, Anda perlu menerapkan pola hidup sehat dengan rajin berolah raga dan mengkonsumsi makanan bergizi.

Untuk perlindungan kepadatan tulang lebih maksimal dapat dilakukan dengan minum Protecal Solid agar tulang Anda kuat kini dan nanti. Suplemen kalsium ini praktis dan aman dikonsumsi sehari-hari karena tidak menimbulkan efek samping. Cegah osteoporosis dengan Protecal Solid!

tips
12/04/2019

Buat Anda yang punya aktivitas padat, berolahraga di malam hari menjadi alternatif untuk menjaga kesehatan. Melakukan jogging ringan setelah pulang kantor akan membuat Protecal Ladies merasa lebih fresh di pagi hari. Namun, apakah sebenarnya jogging di malam hari baik untuk kesehatan tulang? Simak penjelasannya berikut.

 

Jogging di malam hari membantu melemaskan otot

Apa keluhan yang sering Anda rasakan di pagi hari saat bangun tidur? Pegal atau tulang yang berderak? Semuanya bisa disebabkan oleh kondisi otot yang kaku selama Anda tidur. Saat tubuh tidak digerakkan, maka otot akan mendingin dan menjadi kaku. Akibatnya Anda akan merasa nyeri saat menggerakkan tubuh.

Nah, hal ini bisa dicegah jika Anda melakukan aktivitas fisik sebelum tidur. Salah satunya dengan jogging. Saat jogging, temperatur tubuh akan naik dan otot pun melemas. Saat otot lemas dan lentur, maka pergerakan tulang juga akan lebih leluasa. Risiko pegal dan tulang berderak saat Anda bangun tidur di pagi hari pun hilang!

 

Membantu produksi hormone yang baik untuk kesehatan tulang

Seperti yang sudah Anda ketahui, saat tubuh melakukan aktivitas fisik, maka produksi hormon baik pun akan lancar. Salah satunya adalah produksi hormon thyrotropin. Hormon yang satu ini bertugas menstimulasi kelenjar tiroid pada manusia. Nah, kelenjar tiroid ternyata berhubungan dengan sel-sel penyusun tulang.

Lancarnya produksi thyrotropin akan menyokong kinerja tiroid. Saat tiroid bekerja dengan baik, maka regenerasi sel-sel dalam tulang pun akan baik. Anda bisa mendukung lancarnya produksi thyrotropin dengan melakukan aktivitas fisik setelah melakukan kegiatan statis (duduk dalam waktu lama) seperti jogging usai pulang kantor.

 

Jogging melepaskan stress   

Tekanan saat bekerja mungkin akan menyebabkan kadar stress meningkat. Padahal stress juga bisa memengaruhi kesehatan tulang Anda. Untuk itu, Protecal Ladies perlu mencari kegiatan yang mampu melepaskan stress. Ternyata salah satu kegiatan yang mampu melepaskan stress pasca bekerja seharian adalah jogging.

Setelah melakukan jogging, tubuh akan mengeluarkan hormon endorfin. Hormon yang satu ini mampu menciptakan perasaan bahagia dan mengurangi kadar stres. Terlebih jika Anda melakukannya di malam hari yang relatif lebih tenang. Dijamin pikiran akan terasa lebih jernih dan ringan. Tulang pun akan tetap sehat dan kuat jika rutin melakukan jogging usai kerja.

 

Saat kegiatan Anda padat, berolahraga di malam hari mungkin akan menjadi pilihan. Meski banyak yang meragukan manfaatnya, ternyata melakukan aktivitas fisik seperti jogging di malam hari juga baik untuk kesehatan tulang. Jogging mampu menstimulasi produksi hormon yang baik untuk tulang seperti thyrotropin dan endorfin. Di samping itu, aktivitas fisik ringan ini juga dapat membuat Anda merasa lebih rileks setelah seharian bekerja. Yuk, coba jogging malam hari bersama!

fact
29/03/2019
The Latest Article

Entah karena sibuknya aktivitas atau mungkin beratnya bobot tas yang harus dipanggul setiap hari, lama kelamaan punggung terasa nyeri. Setelah melakukan berbagai cara namun hasilnya tidak maksimal, Protecal Ladies pun mempertimbangkan untuk melakukan terapi chiropractic. Apalagi memang beberapa waktu belakangan ini terapi tersebut cukup populer dibicarakan.

Terapi chiropractic bisa membantu mengembalikan kelenturan sendi Anda akibat cedera fisik. Misalnya akibat salah duduk, terjatuh, atau gerakan fisik yang berulang. Namun, sebelum mengambil keputusan, ada baiknya jika kita mengetahui fakta-fakta penting terkait terapi chiropractic. Berikut ini beberapa faktanya. Yuk, simak!

 

Penekanan pada sendi tulang belakang

Pada dasarnya, terapi chiropractic dilakukan untuk membantu mengatasi masalah medis yang terjadi atau berkaitan dengan sistem saraf tulang belakang, termasuk di antaranya nyeri punggung. Beberapa alasan kenapa terapi chiropractic bisa begitu populer adalah karena prosedurnya yang tidak membutuhkan operasi bedah maupun obat kimia sintetik. Bahkan kabarnya proses terapi berjalan dalam waktu cukup cepat.

Jadi, apa yang sebenarnya dilakukan dalam terapi chiropractic?

Orang atau pihak yang ahli dalam melakukan prosedur chiropractic disebut dengan chiropractor. Ia melakukan penekanan pada sendi tulang belakang Anda dengan menggunakan tangan secara langsung atau bantuan alat khusus. Beberapa orang juga menyebut prosedur ini dengan manipulasi tulang belakang. Tergantung dari kebutuhan pasien, chiropractor akan melakukan tekanan secara terkontrol, mulai dari seberapa keras hingga kecepatan tekanannya.

 

Tidak hanya untuk mengobati nyeri punggung

Selain nyeri punggung, terapi chiropractic sebetulnya juga bisa berguna untuk mengobati gangguan medis lain. Mulai dari nyeri sendi, sakit pinggang, sakit leher, hingga sakit kepala dan migrain. Mengingat kondisi penyakit yang berbeda, tentunya intensitas prosedur chiropractic kemungkinan akan berbeda-beda pula. Namun, sebelum melakukan terapi ini, sebaiknya berkonsultasilah dulu pada dokter untuk memastikan bahwa kondisi Anda memang siap untuk menerima prosedur chiropractic.

 

Memiliki sejumlah efek samping dan risiko komplikasi

Walaupun dianggap cukup ampuh dalam menyembuhkan nyeri punggung, terapi chiropractic tetap memiliki sejumlah efek samping ringan yang perlu Protecal Ladies waspadai. Beberapa di antaranya adalah sakit kepala, kelelahan, dan rasa nyeri pada bagian tubuh yang dirawat.

Selain itu, pada kondisi yang lebih serius, terkadang terapi chiropractic juga bisa menimbulkan risiko komplikasi. Selain cedera tulang belakang, komplikasi dapat timbul berupa saraf terjepit. Jadi, salah satu bantalan saraf yang ada di antara tulang belakang dapat keluar dari posisi seharusnya. Ada pula risiko stroke akibat gangguan pembuluh darah di bagian tulang belakang. Namun, risiko satu ini sangat jarang terjadi.

 

Tidak semua orang bisa menjalani chiropractic

Mengingat adanya risiko efek samping dan komplikasi yang menyertai prosedur terapi chiropractic, tidak semua orang bisa menjalani chiropractic walaupun mengalami nyeri punggung. Jika Anda memiliki beberapa kondisi di bawah ini, Anda tidak dianjurkan untuk melakukan terapi chiropractic:

  • Sering kesemutan / mati rasa / kehilangan kekuatan pada kaki atau lengan
  • Kanker pada tulang belakang
  • Osteoporosis parah
  • Risiko tinggi mengalami stroke

 Terapi chiropractic memang dapat menjadi alternatif penyembuhan atas gangguan nyeri punggung yang Anda rasakan. Namun, tentu saja akan lebih baik untuk mencegah daripada mengobati. Selain menerapkan gaya hidup yang sehat, imbangi juga dengan mengonsumsi Protecal Solid untuk memenuhi kebutuhan kalsium dalam tubuh.

 

Pasalnya, jika tubuh tidak menerima kalsium dalam jumlah cukup, maka tubuh akan mengambil cadangan kalsium dari tulang. Nah, rutin minum Protecal Solid bisa membantu menjaga tulang Anda tetap kuat sejak kini hingga tua nanti.

fact
2019-08-07

Riset yang dilakukan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa 1 dari 10 wanita di seluruh dunia punya kebiasaan memanggul tas berat setiap hari. Tidak tanggung-tanggung, banyaknya barang yang dimasukkan ke dalam tas membuat wanita harus membawa tas seberat 4 – 5 kilogram setiap hari. Padahal, kebiasaan ini sudah tentu berdampak pada kesehatan tubuh. Protecal Ladies, tanpa disadari setidaknya ada 6 dampak negatif yang ditimbulkan dari kebiasaan memanggul tas berat setiap hari. Apa saja?

 

Rentan mengalami sakit kepala

Saat memanggul tas berat pada bahu atau punggung, secara otomatis otot mengalami tekanan dalam jangka waktu yang cukup lama. Akibatnya, efek-efek berkelanjutan pun tidak dapat dihindari. Jika otot-otot di sekitar bahu mendapat tekanan yang cukup kuat dan lama, sehingga memicu kejang atau kaku leher, maka Anda pun lebih mudah merasakan sakit kepala atau pusing meski tidak banyak beraktivitas.

 

Memicu Stress

Siapa bilang stress hanya bisa dipicu oleh rasa lelah dan tekanan emosi? Kebiasaan Anda memanggul tas berat setiap hari juga dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya stress. Hal ini terjadi karena beban berat dalam tas akan menimbulkan tekanan pada otot bahu, hingga menjalar ke bagian otot-otot tulang belakang yang bertugas menjaga keseimbangan berat badan. Apabila kondisi ini berlangsung terus menerus, maka otot-otot tulang belakang terbentuk asimetris dan memicu stress karena saraf tulang belakang tidak berada pada posisi yang seharusnya.

 

Menimbulkan masalah nyeri sendi

Nyeri sendi atau dalam dunia medis disebut dengan istilah arthritis, bisa disebabkan oleh gaya hidup seseorang yang kurang tepat. Termasuk kebiasaan memanggul tas berat di area bahu dan punggung. Meski terlihat sepele, kebiasaan inilah yang menimbulkan peradangan pada sendi yang cukup serius jika tidak segera dihentikan. Rasa nyeri sendiri ini bisa semakin memburuk jika kebiasaan memanggul tas berat terus dilakukan.

 

Merusak struktur jaringan tulang

Protecal Ladies, jarang diketahui bahwa kerusakan struktur jaringan tulang bisa disebabkan oleh kebiasaan memanggul tas berat setiap hari. Padahal, ketika struktur jaringan tulang rusak, maka sistem motorik manusia akan terhambat. Gejala awal yang ditimbulkan sering kali ditandai dengan pertumbuhan tinggi tubuh yang terhambat serta tulang belakang yang membungkuk. Beberapa orang yang mengalami kerusakan struktur jaringan tulang juga rentan terserang stroke kapan saja.

 

Kepadatan tulang mudah terkikis

Tekanan beban berat dari tas yang Anda bawa ternyata tidak hanya menekan bagian persendian, tetapi juga tulang-tulang di sekitarnya. Karena terlalu lama dan sering tertekan, maka kepadatan tulang pun menjadi lebih mudah terkikis. Apabila tidak didukung dengan konsumsi kalsium dan mineral yang tercukupi, maka tulang dalam tubuh Anda rentan mengalami pengapuran yang jika dibiarkan tentu akan berakibat fatal.

 

Memperbesar risiko osteoporosis

Melanjutkan dari poin sebelumnya, kondisi tulang yang terkikis kepadatannya akibat sering memanggul tas berat juga rentan terhadap osteoporosis. Bahkan jika tidak segera dihentikan, kebiasaan tersebut justru akan membuat Anda lebih cepat mengalami osteoporosis daripada orang-orang lanjut usia yang produksi kalsium dalam tubuhnya sudah berkurang.

 

Protecal Ladies, dampak buruk dari kebiasaan memanggul tas berat setiap hari cukup mengerikan, bukan? Oleh karena itu, mulai sekarang pastikan Anda menghentikan kebiasaan tersebut. Kalau pun terpaksa harus memanggul tas, sebaiknya hanya bawa barang-barang yang penting dan selalu dibutuhkan. Sebagai langkah perlindungan lebih lanjut, pastikan Anda mencukupi kebutuhan asupan kalsium dan mineral sejak dini dengan suplemen tulang yaitu Protecal Solid.

fact
2019-07-16

Protecal Ladies, rasa nyeri yang tiba-tiba muncul di sekitar lutut atau punggung sering kali dianggap sebagai nyeri sendi. Padahal faktanya, kondisi ini juga bisa dipicu akibat nyeri tulang di tubuhmu. Masih belum bisa membedakan keduanya? Berikut penjelasan selengkapnya yang bisa membantu Anda memahami beda nyeri sendi dan nyeri tulang. Yuk, simak!

 

Berasal dari penyebab yang berbeda

Pada dasarnya, jika dilihat dari anatomi tubuh manusia, maka sendi dibentuk dari beberapa tulang terhubung satu sama lain. Dalam hal ini, yang dimaksud dengan sendi ialah celah di antara  dua tulang yang terhubung. Karena merupakan dua bagian tubuh yang berbeda, maka rasa nyeri sendi dan nyeri tulang pun disebabkan oleh faktor yang berbeda pula.

Penyebab nyeri sendiri cukup beragam, antara lain cedera yang terjadi pada area tendon, ligamen, bursa, serta tulang rawan. Kondisi inilah yang kemudian menimbulkan rasa sakit saat tulang mengalami pergerakan. Di sisi lain, nyeri tulang justru disebabkan akibat adanya gangguan atau peradangan di beberapa tulang. Penyebabnya bisa karena kecelakaan, cedera saat berolahraga, infeksi tulang, hingga tubuh yang kekurangan kalsium.

 

Nyeri sendi tidak lebih sakit dibandingkan nyeri tulang

Nah, untuk membedakan antara nyeri sendi dan nyeri tulang, Anda bisa memperhatikan tingkat keparahan atau rasa sakit yang muncul. Hal ini dikarenakan nyeri sendi relatif lebih ringan dibandingkan dengan nyeri tulang. Nyeri sendi hanya akan terasa di sekitar area sendi yang meradang saja. Sebaliknya, nyeri tulang akan lebih terasa tajam di sekujur tubuh, seperti sedang ditusuk-tusuk sehingga Anda akan sulit melakukan pergerakan. Dalam kondisi yang lebih parah, nyeri tulang akibat fraktur atau patah tulang misalnya, justru semakin tidak tertahankan.

 

Memerhatikan frekuensi kambuhnya

Frekuensi rasa nyeri yang kambuh dari nyeri sendi maupun nyeri tulang ternyata berbeda, lho! Pasalnya, rasa nyeri pada persendian hanya akan muncul ketika Anda melakukan pergerakan di area persendian yang meradang. Saat tidak digerakkan atau diistirahatkan, maka rasa nyeri sendi itu pun akan berangsur membaik.

Kondisi tersebut tentu tidak bisa Anda jumpai pada saat mengalami nyeri tulang. Saat sedang kambuh, nyeri tulang akan terasa sepanjang waktu, baik saat beristirahat ataupun bergerak. Bahkan nyeri tulang lebih sering kambuh sekali pun Anda sedang tidak melakukan kegiatan apa-apa.

 

Pengobatan nyeri sendi dan nyeri tulang

Untuk mengobati nyeri sendi, Anda bisa mengompres bagian sendi yang bengkak atau meradang dengan es batu selama kurang lebih 20 menit. Anda juga bisa melakukan pengobatan dari dalam dengan obat-obatan pereda nyeri, yaitu paracetamol atau ibuprofen. Pastikan juga bahwa Anda beristirahat dengan cukup agar kondisi persendian membaik. Namun, ketika nyeri sendi sudah semakin parah dan disertai dengan sensasi hangat dan sulit digerakkan, segeralah menemui dokter.

Di sisi lain, pengobatan nyeri tulang terbilang lebih kompleks dan harus segera mendapat penanganan dari dokter. Penderita nyeri tulang biasanya akan diminta untuk mengonsumsi obat anti-inflamasi, antibiotik, hingga pereda nyeri. Pada kasus nyeri tulang akibat pengapuran atau kekurangan kalsium dan mineral, maka Anda akan diminta untuk mengonsumsi suplemen tambahan yang diperkaya dengan vitamin D, dan kalsium seperti Protecal Osteo.

Protecol Osteo merupakan suplemen yang baik untuk mencegah osteoporosis. Dengan rutin mengonsumsi Protecal Osteo, Anda bisa memiliki tulang sehat dan kuat saat ini hingga di masa mendatang.

 

Setelah memahami perbedaan nyeri sendi dan nyeri tulang, Anda pun bisa melakukan pencegahan secara tepat. Beragam gangguan sendi dan tulang bisa dihindarkan sehingga Anda tetap beraktivitas dengan normal tanpa terganggu.

fact
2019-06-28