Apakah Anda baru saja mengalami patah tulang? Cedera yang menyebabkan perubahan bentuk pada tulang ini tentu akan membuat Anda merasakan nyeri. Baik sebelum mendapatkan penanganan, hingga saat-saat pemulihan. Supaya kondisi Anda bisa cepat pulih, berikut cara menjaga kesehatan tulang pasca patah tulang.

 

Mencukupi kebutuhan energi tubuh

Pemulihan tulang setelah patah tulang ternyata membutuhkan energi dalam jumlah besar. Terlebih jika patah tulang yang Anda alami terjadi pada tulang yang terbilang panjang dan pokok. Tubuh akan membutuhkan lebih banyak energi untuk mengembalikan fungsi tulang seperti semula.

Untuk itu, perlu mengkonsumsi makanan yang bisa ditransfer menjadi energi untuk tubuh. Makanan yang dapat menjadi sumber energi biasanya mengandung banyak kalori. Namun, pastikan kalori tersebut tidak berbentuk gula karena justru akan memperlambat perbaikan tulang.

 

Perbanyak konsumsi protein

Salah satu kunci menjaga kesehatan tulang adalah dengan mengkonsumsi protein. Ini karena tulang sejatinya terbentuk dari susunan protein “hidup” yang diikat oleh mineral. Separuh volume tulang manusia bahkan terdiri atas protein. Saat patah tulang, susunan protein ini akan terurai sehingga tubuh pun mencoba mengumpulkan susunan protein baru.

Untuk itu, Anda butuh banyak asupan protein pasca patah tulang. Protein akan membantu pemulihan tulang lebih cepat dan efisien. Beberapa makanan yang tinggi protein adalah ikan tuna dan dada ayam tanpa kulit. Protecal Ladies bisa menjadikan keduanya sebagai menu harian pasca patah tulang.

 

Jangan menumpukan beban pada tulang yang patah

Terkadang tanpa sadar Anda menumpu tulang yang patah dengan beban tubuh. Lebih-lebih jika tulang yang patah merupakan bagian dari tubuh yang dominan seperti tangan kanan atau kaki kanan. Anda mungkin tanpa sadar akan berjalan dengan menumpu pada tulang yang patah karena telah menjadi kebiasaan.

Padahal tulang yang patah seharusnya tidak dikenai beban dahulu. Adanya beban yang menumpu pada tulang hanya akan memperlambat laju pemulihan tulang. Sebaiknya Anda berlatih untuk tidak menumpukan beban tubuh pada tulang yang patah dan beralih pada bagian yang sehat agar kesehatan tulang tetap terjaga.

 

Rutin melakukan terapi

Pasca operasi patah tulang, biasanya dokter akan menyarankan terapi fisik. Tujuannya adalah untuk menstimulus tubuh dalam pemulihan tulang. Jika patah tulang tergolong ringan, dokter akan merekomendasikan beberapa jenis latihan yang bisa dilakukan secara mandiri di rumah. Namun, jika patah tulang tergolong berat, ada terapi yang harus didampingi oleh ahli.

Latihan ini jelas akan terasa menyakitkan hingga membuat Anda berpikir untuk melewatkannya saja. Padahal latihan ini juga akan membantu pemulihan tulang Anda yang patah. Rutinlah melakukan terapi pasca operasi patah tulang, baik itu yang dilakukan secara mandiri maupun dengan ahli/terapis.

 

Setelah patah tulang, Anda diharuskan untuk menjaga kesehatan tulang dengan baik. Jika tidak, tulang Anda yang patah akan berisiko terkena penyakit lain seperti pengeroposan tulang. Anda tentu tidak ingin hal tersebut terjadi bukan? Lakukan tips di atas dan rutinlah mengkonsumsi Protecal yang mengandung Kalsium serta vitamin D yang mampu membantu pemulihan tulang.

tips
15/03/2019

Belakangan, terlihat beberapa orang tua mengunggah foto anaknya menggunakan helm di kepalanya. Akhir December lalu, salah satu artis Hollywood melakukan hal yang sama. Bayinya yang masih berusia 5 bulan menggunakan helm ini pula. Namun yang dikenakan bukan helm skateboard maupun helm sepeda. Lalu helm apakah yang digunakan bayi-bayi ini?

Diketahui, ini adalah sebuah helm terapi untuk bayi berusia sangat muda agar kepala mereka mempunyai bentuk yang normal. Kepala orang dewasa sudah terbentuk dan keras, sedangkan kepala bayi masih lunak dan bisa terus berkembang. Kepala yang lunak ternyata membantu bayi keluar dari kandungan ibu ketika dilahirkan, dan seiring berjalannya waktu tempurung kepala akan lebih kuat dan keras. Beberapa akan terbentuk bulat sempurna, sayangnya ada juga yang tidak.

Kondisi apakah ini?

 

Plagiocephaly

Plagiocephaly atau sering disebut dengan ‘kepala peyang’ yang disebabkan karena bayi sering tidur di posisi yang sama, yang membuat kepala bayi terbentuk datar di bagian tertentu, tergantung dari posisi tidur si bayi. Plagiocephaly tidak menyakitkan buat bayi, namun ketika bayi tumbuh dewasa, bentuk kepala akan susah untuk dibuat sempurna kembali. Dalam kehidupan sehari-hari, dokter menyarankan kepada orangtua untuk rajin mengganti posisi tidur bayi. Dan kalaupun harus menggunakan helm terapi, usia yang paling tepat adalah dimulai dari 6-8 bulan.

 

Craniosynostosis

Craniosynostosis adalah kondisi dimana kepala bayi mengeras dan terbentuk di umur yang masih muda. Hal ini disebabkan oleh faktor genetik. Gejala dari craniosynostosis adalah sebagai berikut:

  • Bentuk kepala yang tidak seimbang
  • Fontanel (perekat tempurung bayi) yang tidak seimbang
  • Bentuk ukuran kepala yang tidak normal
  • Sakit kepala
  • Mata menjadi lebar
  • Kesulitan dalam proses belajar hal baru
  • Kehilangan penglihatan

 

Terapi helm ini mengharuskan bayi menggunakan helm selama 23 jam per hari. Dan dianjurkan untuk memulai terapi ini ketika tempurung kepala belum terbentuk dan mengeras. Jangka waktu penggunaan helm bisa memakan waktu 3 bulan atau lebih, tergantung dari permasalahan yang ada. Selama terapi ini, bayi juga disarankan untuk rajin dibawa kontrol ke dokter agar helm bisa diatur sesuai dengan perkembangan bayi. 

Banyak yang menganggap terapi ini akan menyusahkan bayi untuk beraktivitas. Ataupun bisa menyebabkan ketidaknyamaan terhadap kulit kepala. Tapi perlu diingat lagi, helm ini adalah bukan helm olahraga pada umumnya. Mereka menggunakan bahan yang berbeda dari helm pada umumnya.

Pada kesimpulannya, kita bisa mencegah bentuk kepala bayi menjadi ‘peyang’ dengan secara rajin mengubah posisi tidur bayi. Namun, jika usaha tersebut sudah dilakukan namun tidak berhasil, ada baiknya kita segera menemui dokter untuk diagnosis lebih lanjut. Terkadang kondisi genetik bisa saja terjadi tanpa kita sadari lebih awal.

fact
28/02/2019

Banyak hal yang harus dihindari oleh wanita saat hamil, tak terkecuali high heels. Sebelum mengandung buah hati, kamu mungkin hobi menggunakan jenis sepatu yang satu ini, Protecal Ladies. Namun saat tengah mengandung, menghindari penggunaan high heels bisa jadi pilihan terbaik. Meskipun tidak ada larangan bagi ibu hamil untuk memakai high heels, ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui dan perhatikan. Apa saja? Berikut informasinya!

 

  1. Kemungkinan terjatuh saat memakai high heels
    Meskipun sudah terbiasa menggunakan heels, kamu harus sadar akan kemungkinan terjatuh bila memakai high heels saat hamil. Kemungkinan ini bisa terjadi karena perubahan postur saat hamil akan mengubah titik tumpu. Perubahan ini biasanya terjadi pada tulang belakang dan dipengaruhi kondisi ibu hamil yang akan membawa beban di depan. Karena tumpuan berdirinya tidak sama, ibu hamil dapat hilang keseimbangan dan terjatuh.
  1. High heels membuat betis bumil mengencang dan mengakibatkan kram
    Berdasarkan informasi dari The Pregnancy Centre, high heels dapat membuat betis ibu hamil mengencang dalam waktu lama dan bisa mengakibatkan kram. Jika mengalami sakit punggung, itu adalah pertanda ibu hamil perlu mengganti alas kaki menggunakan sepatu flat atau tanpa tumit tinggi. Namun bila bumil memang sangat suka memakai high heels, sebaiknya tidak terus menerus mengenakan sepatu bertumit tinggi tersebut untuk menghindari kram.
  1. Munculnya rasa sakit di bagian bawah punggung
    Saat hamil, tubuh bumil sedang dalam masa memproduksi lebih banyak hormon yang bermanfaat agar bayi dapat lebih mudah turun ke pintu atas panggul. Kondisi ini berakibat pada mengendurnya ligamen dalam tubuh. Pengenduran ligamen dapat berakibat pada pinggul, panggul, dan sendi-sendi punggung yang menjadi lemah dan lebih mudah bergeser. Saat memakai high heels, postur tubuh bumil dapat berubah sehingga menjadi bertumpu pada area-area yang rentan tersebut.
  1. Anjuran high heels yang digunakan saat hamil
    Saat sedang mengandung buah hati, bumil bukannya dilarang memakai high heels. Sebenarnya, bumil justru dianjurkan memakai heels atau sepatu bertumit, namun dengan batasan tertentu. Selama hamil, bumil dianjurkan menggunakan sepatu dengan tinggi heels maksimal 3 cm. Tinggi tersebut diketahui bermanfaat untuk menggeser berat badan bumil sedikit lebih maju dari kaki sehingga dapat meringankan ketidaknyamanan beban kehamilan.

 

Protecal Ladies, itulah beberapa hal yang perlu bumil ketahui mengenai penggunaan high heels saat hamil. Semoga bermanfaat dan semoga bumil dan janin selalu sehat!

fact
28/12/2018

Selama masa kehamilan, ibu hamil membutuhkan asupan gizi yang mencukupi. Pola makan dan konsumsi berbagai suplemen hamil menjadi salah satu kunci bagi asupan gizi yang terpenuhi. Salah satu zat gizi yang memiliki peran penting bagi kesehatan ibu hamil dan janin adalah Kalsium.  Kalsium sangat perlu diperhatikan oleh ibu hamil sejak awal kehamilan. Kenapa ibu hamil perlu Kalsium? Berikut jawbannya!

 

  1. Bahan baku utama pembentukan tulang dan gigi janin
    Selama berada dalam kandungan, janin membutuhkan Kalsium sebagai bahan baku utama pembentukan tulang dan gigi. Oleh karena itu, Protecal Ladies diwajibkan untuk memenuhi kebutuhan Kalsium selama masa kehamilan. Tingkat kebutuhan harian Kalsium yang meningkat selama masa kehamilan bermanfaat bagi kesempurnaan tumbuh kembang janin. Selain itu, Kalsium juga bermanfaat mendukung pembentukan kekuatan saraf dan otot dalam tubuh janin.
  1. Bila asupan Kalsium kurang, Kalsium dalam tubuh ibu hamil akan diserap janin
    Mengingat Kalsium berperan penting dalam pembentukan organ tubuh janin, tubuh janin secara otomatis memiliki sistem yang akan menyerap Kalsium dalam tubuh ibu hamil jika asupan Kalsium yang didapatkannya kurang. Apabila hal ini berlangsung terus-menerus, maka ibu hamil berisiko mengalami keropos pada tulang dan gigi. Hal ini tentunya akan membuat ibu hamil kurang sehat dan mengancam keselamatan janin.
  1. Wanita memiliki kebutuhan Kalsium yang sudah cukup tinggi
    Bila dilihat berdasarkan angka kecukupan gizi 2013, kebutuhan Kalsium harian wanita Indonesia secara umum lebih tinggi dibanding pria. Kebutuhan ini akan semakin meningkat saat masa kehamilan. Kondisi inilah yang membuat kebutuhan Kalsium harian ibu hamil menjadi sangat tinggi, Protecal Ladies. Terutama bagi masa kehamilan trimester awal hingga akhir, ibu hamil membutuhkan tambahan 200 mg Kalsium setiap harinya.
  1. Membuat tulang ibu hamil menjadi lebih kuat
    Saat hamil, wanita memiliki kemampuan menyerap lebih banyak Kalsium dan memproduksi lebih banyak estrogen yang bermanfaat dalam menguatkan tulang. Kondisi ini pada akhirnya akan membuat tulang ibu hamil menjadi jauh lebih kuat. Kalsium sendiri mempunyai fungsi penting bagi otot ibu hamil terutama saat nantinya terjadi kontraksi. Asupan Kalsium yang mencukupi dapat membantu ibu hamil untuk bisa lebih relaks saat mengalami kontraksi.
  1. Mencegah kenaikan berat badan berlebih
    Ibu hamil memerlukan Kalsium sekitar 1.200 mg per hari atau setara dengan 3 gelas susu berukuran 200 ml. Selain itu, ibu hamil juga harus berkonsultasi dengan dokter mengenai sumber asupan Kalsium. Sebuah studi dari University of Tennessee menunjukkan bahwa mengkonsumsi Kalsium dari susu tanpa gula bermanfaat mencegah kenaikan berat badan berlebih saat hamil. Asupan Kalsium juga bisa ditambah dengan mengkonsumsi suplemen Kalsium.

 

Itulah beberapa alasan kenapa Kalsium sangat penting bagi ibu hamil, Protecal Ladies. Semoga bermanfaat!

fact
21/12/2018
The Latest Article

Entah karena sibuknya aktivitas atau mungkin beratnya bobot tas yang harus dipanggul setiap hari, lama kelamaan punggung terasa nyeri. Setelah melakukan berbagai cara namun hasilnya tidak maksimal, Protecal Ladies pun mempertimbangkan untuk melakukan terapi chiropractic. Apalagi memang beberapa waktu belakangan ini terapi tersebut cukup populer dibicarakan.

Terapi chiropractic bisa membantu mengembalikan kelenturan sendi Anda akibat cedera fisik. Misalnya akibat salah duduk, terjatuh, atau gerakan fisik yang berulang. Namun, sebelum mengambil keputusan, ada baiknya jika kita mengetahui fakta-fakta penting terkait terapi chiropractic. Berikut ini beberapa faktanya. Yuk, simak!

 

Penekanan pada sendi tulang belakang

Pada dasarnya, terapi chiropractic dilakukan untuk membantu mengatasi masalah medis yang terjadi atau berkaitan dengan sistem saraf tulang belakang, termasuk di antaranya nyeri punggung. Beberapa alasan kenapa terapi chiropractic bisa begitu populer adalah karena prosedurnya yang tidak membutuhkan operasi bedah maupun obat kimia sintetik. Bahkan kabarnya proses terapi berjalan dalam waktu cukup cepat.

Jadi, apa yang sebenarnya dilakukan dalam terapi chiropractic?

Orang atau pihak yang ahli dalam melakukan prosedur chiropractic disebut dengan chiropractor. Ia melakukan penekanan pada sendi tulang belakang Anda dengan menggunakan tangan secara langsung atau bantuan alat khusus. Beberapa orang juga menyebut prosedur ini dengan manipulasi tulang belakang. Tergantung dari kebutuhan pasien, chiropractor akan melakukan tekanan secara terkontrol, mulai dari seberapa keras hingga kecepatan tekanannya.

 

Tidak hanya untuk mengobati nyeri punggung

Selain nyeri punggung, terapi chiropractic sebetulnya juga bisa berguna untuk mengobati gangguan medis lain. Mulai dari nyeri sendi, sakit pinggang, sakit leher, hingga sakit kepala dan migrain. Mengingat kondisi penyakit yang berbeda, tentunya intensitas prosedur chiropractic kemungkinan akan berbeda-beda pula. Namun, sebelum melakukan terapi ini, sebaiknya berkonsultasilah dulu pada dokter untuk memastikan bahwa kondisi Anda memang siap untuk menerima prosedur chiropractic.

 

Memiliki sejumlah efek samping dan risiko komplikasi

Walaupun dianggap cukup ampuh dalam menyembuhkan nyeri punggung, terapi chiropractic tetap memiliki sejumlah efek samping ringan yang perlu Protecal Ladies waspadai. Beberapa di antaranya adalah sakit kepala, kelelahan, dan rasa nyeri pada bagian tubuh yang dirawat.

Selain itu, pada kondisi yang lebih serius, terkadang terapi chiropractic juga bisa menimbulkan risiko komplikasi. Selain cedera tulang belakang, komplikasi dapat timbul berupa saraf terjepit. Jadi, salah satu bantalan saraf yang ada di antara tulang belakang dapat keluar dari posisi seharusnya. Ada pula risiko stroke akibat gangguan pembuluh darah di bagian tulang belakang. Namun, risiko satu ini sangat jarang terjadi.

 

Tidak semua orang bisa menjalani chiropractic

Mengingat adanya risiko efek samping dan komplikasi yang menyertai prosedur terapi chiropractic, tidak semua orang bisa menjalani chiropractic walaupun mengalami nyeri punggung. Jika Anda memiliki beberapa kondisi di bawah ini, Anda tidak dianjurkan untuk melakukan terapi chiropractic:

  • Sering kesemutan / mati rasa / kehilangan kekuatan pada kaki atau lengan
  • Kanker pada tulang belakang
  • Osteoporosis parah
  • Risiko tinggi mengalami stroke

 Terapi chiropractic memang dapat menjadi alternatif penyembuhan atas gangguan nyeri punggung yang Anda rasakan. Namun, tentu saja akan lebih baik untuk mencegah daripada mengobati. Selain menerapkan gaya hidup yang sehat, imbangi juga dengan mengonsumsi Protecal Solid untuk memenuhi kebutuhan kalsium dalam tubuh.

 

Pasalnya, jika tubuh tidak menerima kalsium dalam jumlah cukup, maka tubuh akan mengambil cadangan kalsium dari tulang. Nah, rutin minum Protecal Solid bisa membantu menjaga tulang Anda tetap kuat sejak kini hingga tua nanti.

fact
2019-08-07

Riset yang dilakukan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa 1 dari 10 wanita di seluruh dunia punya kebiasaan memanggul tas berat setiap hari. Tidak tanggung-tanggung, banyaknya barang yang dimasukkan ke dalam tas membuat wanita harus membawa tas seberat 4 – 5 kilogram setiap hari. Padahal, kebiasaan ini sudah tentu berdampak pada kesehatan tubuh. Protecal Ladies, tanpa disadari setidaknya ada 6 dampak negatif yang ditimbulkan dari kebiasaan memanggul tas berat setiap hari. Apa saja?

 

Rentan mengalami sakit kepala

Saat memanggul tas berat pada bahu atau punggung, secara otomatis otot mengalami tekanan dalam jangka waktu yang cukup lama. Akibatnya, efek-efek berkelanjutan pun tidak dapat dihindari. Jika otot-otot di sekitar bahu mendapat tekanan yang cukup kuat dan lama, sehingga memicu kejang atau kaku leher, maka Anda pun lebih mudah merasakan sakit kepala atau pusing meski tidak banyak beraktivitas.

 

Memicu Stress

Siapa bilang stress hanya bisa dipicu oleh rasa lelah dan tekanan emosi? Kebiasaan Anda memanggul tas berat setiap hari juga dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya stress. Hal ini terjadi karena beban berat dalam tas akan menimbulkan tekanan pada otot bahu, hingga menjalar ke bagian otot-otot tulang belakang yang bertugas menjaga keseimbangan berat badan. Apabila kondisi ini berlangsung terus menerus, maka otot-otot tulang belakang terbentuk asimetris dan memicu stress karena saraf tulang belakang tidak berada pada posisi yang seharusnya.

 

Menimbulkan masalah nyeri sendi

Nyeri sendi atau dalam dunia medis disebut dengan istilah arthritis, bisa disebabkan oleh gaya hidup seseorang yang kurang tepat. Termasuk kebiasaan memanggul tas berat di area bahu dan punggung. Meski terlihat sepele, kebiasaan inilah yang menimbulkan peradangan pada sendi yang cukup serius jika tidak segera dihentikan. Rasa nyeri sendiri ini bisa semakin memburuk jika kebiasaan memanggul tas berat terus dilakukan.

 

Merusak struktur jaringan tulang

Protecal Ladies, jarang diketahui bahwa kerusakan struktur jaringan tulang bisa disebabkan oleh kebiasaan memanggul tas berat setiap hari. Padahal, ketika struktur jaringan tulang rusak, maka sistem motorik manusia akan terhambat. Gejala awal yang ditimbulkan sering kali ditandai dengan pertumbuhan tinggi tubuh yang terhambat serta tulang belakang yang membungkuk. Beberapa orang yang mengalami kerusakan struktur jaringan tulang juga rentan terserang stroke kapan saja.

 

Kepadatan tulang mudah terkikis

Tekanan beban berat dari tas yang Anda bawa ternyata tidak hanya menekan bagian persendian, tetapi juga tulang-tulang di sekitarnya. Karena terlalu lama dan sering tertekan, maka kepadatan tulang pun menjadi lebih mudah terkikis. Apabila tidak didukung dengan konsumsi kalsium dan mineral yang tercukupi, maka tulang dalam tubuh Anda rentan mengalami pengapuran yang jika dibiarkan tentu akan berakibat fatal.

 

Memperbesar risiko osteoporosis

Melanjutkan dari poin sebelumnya, kondisi tulang yang terkikis kepadatannya akibat sering memanggul tas berat juga rentan terhadap osteoporosis. Bahkan jika tidak segera dihentikan, kebiasaan tersebut justru akan membuat Anda lebih cepat mengalami osteoporosis daripada orang-orang lanjut usia yang produksi kalsium dalam tubuhnya sudah berkurang.

 

Protecal Ladies, dampak buruk dari kebiasaan memanggul tas berat setiap hari cukup mengerikan, bukan? Oleh karena itu, mulai sekarang pastikan Anda menghentikan kebiasaan tersebut. Kalau pun terpaksa harus memanggul tas, sebaiknya hanya bawa barang-barang yang penting dan selalu dibutuhkan. Sebagai langkah perlindungan lebih lanjut, pastikan Anda mencukupi kebutuhan asupan kalsium dan mineral sejak dini dengan suplemen tulang yaitu Protecal Solid.

fact
2019-07-16

Protecal Ladies, rasa nyeri yang tiba-tiba muncul di sekitar lutut atau punggung sering kali dianggap sebagai nyeri sendi. Padahal faktanya, kondisi ini juga bisa dipicu akibat nyeri tulang di tubuhmu. Masih belum bisa membedakan keduanya? Berikut penjelasan selengkapnya yang bisa membantu Anda memahami beda nyeri sendi dan nyeri tulang. Yuk, simak!

 

Berasal dari penyebab yang berbeda

Pada dasarnya, jika dilihat dari anatomi tubuh manusia, maka sendi dibentuk dari beberapa tulang terhubung satu sama lain. Dalam hal ini, yang dimaksud dengan sendi ialah celah di antara  dua tulang yang terhubung. Karena merupakan dua bagian tubuh yang berbeda, maka rasa nyeri sendi dan nyeri tulang pun disebabkan oleh faktor yang berbeda pula.

Penyebab nyeri sendiri cukup beragam, antara lain cedera yang terjadi pada area tendon, ligamen, bursa, serta tulang rawan. Kondisi inilah yang kemudian menimbulkan rasa sakit saat tulang mengalami pergerakan. Di sisi lain, nyeri tulang justru disebabkan akibat adanya gangguan atau peradangan di beberapa tulang. Penyebabnya bisa karena kecelakaan, cedera saat berolahraga, infeksi tulang, hingga tubuh yang kekurangan kalsium.

 

Nyeri sendi tidak lebih sakit dibandingkan nyeri tulang

Nah, untuk membedakan antara nyeri sendi dan nyeri tulang, Anda bisa memperhatikan tingkat keparahan atau rasa sakit yang muncul. Hal ini dikarenakan nyeri sendi relatif lebih ringan dibandingkan dengan nyeri tulang. Nyeri sendi hanya akan terasa di sekitar area sendi yang meradang saja. Sebaliknya, nyeri tulang akan lebih terasa tajam di sekujur tubuh, seperti sedang ditusuk-tusuk sehingga Anda akan sulit melakukan pergerakan. Dalam kondisi yang lebih parah, nyeri tulang akibat fraktur atau patah tulang misalnya, justru semakin tidak tertahankan.

 

Memerhatikan frekuensi kambuhnya

Frekuensi rasa nyeri yang kambuh dari nyeri sendi maupun nyeri tulang ternyata berbeda, lho! Pasalnya, rasa nyeri pada persendian hanya akan muncul ketika Anda melakukan pergerakan di area persendian yang meradang. Saat tidak digerakkan atau diistirahatkan, maka rasa nyeri sendi itu pun akan berangsur membaik.

Kondisi tersebut tentu tidak bisa Anda jumpai pada saat mengalami nyeri tulang. Saat sedang kambuh, nyeri tulang akan terasa sepanjang waktu, baik saat beristirahat ataupun bergerak. Bahkan nyeri tulang lebih sering kambuh sekali pun Anda sedang tidak melakukan kegiatan apa-apa.

 

Pengobatan nyeri sendi dan nyeri tulang

Untuk mengobati nyeri sendi, Anda bisa mengompres bagian sendi yang bengkak atau meradang dengan es batu selama kurang lebih 20 menit. Anda juga bisa melakukan pengobatan dari dalam dengan obat-obatan pereda nyeri, yaitu paracetamol atau ibuprofen. Pastikan juga bahwa Anda beristirahat dengan cukup agar kondisi persendian membaik. Namun, ketika nyeri sendi sudah semakin parah dan disertai dengan sensasi hangat dan sulit digerakkan, segeralah menemui dokter.

Di sisi lain, pengobatan nyeri tulang terbilang lebih kompleks dan harus segera mendapat penanganan dari dokter. Penderita nyeri tulang biasanya akan diminta untuk mengonsumsi obat anti-inflamasi, antibiotik, hingga pereda nyeri. Pada kasus nyeri tulang akibat pengapuran atau kekurangan kalsium dan mineral, maka Anda akan diminta untuk mengonsumsi suplemen tambahan yang diperkaya dengan vitamin D, dan kalsium seperti Protecal Osteo.

Protecol Osteo merupakan suplemen yang baik untuk mencegah osteoporosis. Dengan rutin mengonsumsi Protecal Osteo, Anda bisa memiliki tulang sehat dan kuat saat ini hingga di masa mendatang.

 

Setelah memahami perbedaan nyeri sendi dan nyeri tulang, Anda pun bisa melakukan pencegahan secara tepat. Beragam gangguan sendi dan tulang bisa dihindarkan sehingga Anda tetap beraktivitas dengan normal tanpa terganggu.

fact
2019-06-28